Kita semua pasti pernah bahkan
sering menggunakan kertas. Kertas memang tidak bisa dipisahkan dari aktivitas
sehari-hari, mulai keperluan sekolah, administrasi perkantoran, sampai bungkus
makanan pun menggunakan kertas. Fenomena tersebut berdampak terhadap perubahan
iklim bumi yaitu pemanasan global.
Semakin berkembangnya zaman, semakin berkembang pula industri di Indonesia. Dampak negatif serta positif selalu menyertai perubahan ini. Dengan perkembangan tersebut kebutuhan hidup manusia semakin meningkat sehingga eksploitasi alam juga meningkat. Pembabatan hutan, perubahan alih fungsi lahan pertanian dan industrialisasi merupakan beberapa contoh aktivitas manusia yang saat ini marak dilakukan dalam pemenuhan kebutuhan hidup.
Bumi kita dilindungi oleh lapisan atmosfer yang tersusun dari berbagai macam gas rumah kaca (GRK) antara lain: uap air (H2O), karbon dioksida (CO2), karbon monoksida (CO), metana (CH4), dan gas lainnya. GRK tersebut menyerap dan memantulkan kembali radiasi matahari sehingga berperan sebagai stabilitator suhu bumi agar tetap nyaman dihuni oleh makhluk hidup.
Namun, seiring perkembangan zaman
dan meningkatnya industrialisasi menyebabkan kondisi atmosfer bumi semakin
menghangat atau yang kita kenal dengan pemanasan global.
Menurut NOAA (2018),
rata-rata peningkatan suhu bumi mencapai 1,1 derajat celcius. Sedangkan menurut
NASA suhu bumi mengalami peningkatan sebesar 0,9 derajat celsius setelah
revolusi industri. Meskipun berbeda, kedua lembaga tersebut menyatakan bahwa
suhu bumi mengalami peningkatan.
Suhu bumi mengalami
peningkatan yang berdampak terhadap mencairnya es di kutub, naiknya muka air
laut, pergeseran pola curah hujan, serta anomali cuaca atau cuaca ekstrem.
Dampak tersebut merugikan di segala aspek kehidupan, mulai dari ekologi,
sosial, budaya, ekonomi dan sebagainya.
Kertas dalam pembuatannya menggunakan bahan baku yang berasal dari kayu. Setiap perusahaan kertas akan menebang pohon untuk memenuhi kebutuhan produksi kertas. Semakin banyak permintaan kertas maka produksi kertas juga akan meningkat yang tentunya berimplikasi terhadap meningkatnya jumlah pohon yang ditebang. Penebangan pohon ini apabila tidak diimbangi dengan reboisasi yang tepat akan ikut berperan dalam pemanasan global.
Tentu penting bagi kita semua untuk mencegah pemanasan global. Cara utama yang paling ampuh untuk mencegah hal tersebut yaitu dengan membudayakan perilaku hemat kertas. Kertas memang selalu menjadi masalah dan sampah berserakan dimana-mana. 75% orang Indonesia sering membuang-buang kertas tanpa memikirkan awal mula kertas diciptakan. Perilaku membuang-buang kertas ini perlu dihindari. Realitanya kertas termasuk kedalam kategori yang membutuhkan waktu lama agar dapat terurai. Oleh karena itu akan lebih baik lagi jika kertas tidak hanya digunakan untuk sekali pakai tetapi juga dapat di daur ulang kembali menjadi kerajinan tangan yang bernilai sentimental dan dapat menghasilkan pundi-pundi rupiah.
Daur ulang kertas dapat dilakukan dengan cara memproses
potongan-potongan kertas bekas menjadi bubur dan mengeringkannya. Ya, mendaur
ulang adalah tindakan sederhana untuk mengubah dan menggunakan kembali suatu
barang sehingga tidak harus membuangnya.
Dengan kata lain jika
kita membudayakan perilaku menghemat kertas ini maka kita sudah menyelamatkan bumi satu langkah lebih
jauh dari pemanasan global yang memiliki dampak luar biasa. Meskipun ada banyak
penyebab dari pemanasan global, tetapi kertas adalah salah satu penyebab yang
paling sering kita jumpai dan terbilang paling mudah untuk kita cegah melalui
perilaku hemat kertas ini.
Alternatif lain yang bisa ditempuh untuk mencegah
pemanasan global yaitu mengganti kertas
dengan menggunakan alat elektronik, karena dengan perkembangan teknologi ini
dapat membantu mengurangi penggunaan kertas yang pastinya berdampak pada
berkurangnya penebangan pohon. Data terakhir
menyatakan bahwa hampir 100 juta penduduk Indonesia telah memiliki akses
internet dan tentunya angka ini akan terus meningkat seiring dengan
perkembangan waktu karena manfaat dan fungsinya sangat besar bagi masyarakat.
Walaupun internet membawa dampak positif dan negatif tetapi hadirnya internet
ini bisa mengeleminasi penggunaan kertas dan dapat dipandang positif sebagai
bentuk penghematan.
Jika penghematan tidak dimulai dari sekarang maka akan banyak dampak negatif yang ditimbulkan dari penebangan pepohononan secara liar antara lain akan terjadinya banjir, tanah longsor, kurangnya populasi untuk hewan-hewan liar yang akan segera turun ke perkotaan atau perdesaan, mengurangi paru-paru dunia sebagai sumber oksigen sehingga akan menyebabkan lapisan ozon menipis. Apabila lapisan ozon menipis, maka es di kutub akan lebih cepat mencair sehingga lama kelamaan dapat menenggelamkan bumi.
Oleh karena itu, ayo selamatkan bumi kita dari pemanasan global melalui
perilaku hemat kertas!
Penulis: Jasmita Zania Putri Hamlin
Editor: Chalissa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar