Tampilkan postingan dengan label XI IPA 1 Essay. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label XI IPA 1 Essay. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Desember 2022

POLA PIKIR MILENIAL: REVOLUSI TEKONOLGI DAN INOVASI UNTUK BANGSA

 

Seiring berjalannya waktu, perubahan akan terus terjadi mulai dari aspek sosial, budaya, ekonomi hingga teknologi menuntut setiap insan untuk bisa beradaptasi pada setiap revolusi perubahan waktu yang terjadi. Perubahan signifikan di setiap generasi memberikan suatu ciri khas yang memengaruhi keadaan generasi pada masa mendatang. Banyaknya perubahan baik positif maupun negatif bergantung pada mereka yang lahir di zaman sekarang. Saat ini sedang banyak isu yang membahas tentang generasi milenial yang di anggap sangat berpengaruh pada setiap bangsa, terlebih dalam hal perubahan pendidikan, berbisnis kreatif, serta arah politik masa mendatang.

Generasi milenial merupakan suatu bagian dari perkembangan dan pertumbuhan yang di akibatkan oleh kondisi dan keadaan lingkungan. Hal ini menimbulkan revolusi perubahan yang meningkat dengan cepat. Istilah generasi milenial sendiri didapatkan oleh seorang peneliti ahli demografis bernama Willian Straus dan Neil Howe. Generasi ini dikenal juga dengan sebutan generasi Y yang lahir antara tahun 1980 hingga 2000. Generasi yang muncul setelah generasi ini adalah generasi Z ( Faiza dkk, 2018).

Generasi milenial lahir dan tumbuh ketika teknologi seperti komputer berevolusi dari yang semula berupa perangkat yang mahal, besar dan sulit digunakan menjadi perangkat rumahan yang murah dan mudah digunakan. Ketika internet mulai dikenal oleh banyak kalangan generasi milenial telah mencapai usia yang cukup dewasa sehingga nilai-nilai hidup yang ditanamkan oleh orangtua dari generasi milenial masih memiliki ciri sosial. Berkerja secara kolaboratif dalam sebuah tim adalah salah satu contoh dari sikap bekerja yang baik pada generasi ini (Khozin,2018:39-40).

Generasi milenial memiliki pola pikir yang sangat khas. Pola pikir yang khas ini dipengaruhi oleh pesatnya perkembangan teknologi dan informasi pada zamannya, yang memungkinkan hubungan yang lebih luas. Namun, menurut Lyons (2004) ciri-ciri generai millennial masing-masing individu berbeda, tergantung dimana ia dibesarkan, strata ekonomi, keadaan sosial keluarganya. Generasi milenial memiliki pola komunikasi yang sangat terbuka dibanding generasi-generasi sebelumnya.

Generasi ini merupakan generasi pemakai media sosial yang fanatik dan kehidupannya sangat terpengaruh dengan perkembangan teknologi, lebih terbuka dengan pandangan politik dan ekonomi, sehingga generasi millinial terlihat sangat reaktif terhadap perubahan lingkungan yang terjadi di sekelilingnya. Secara umum, pola pikir generasi millennial sangat terbuka dan menghargai perbedaan, lebih memilih kerjasama dalam menyelesaikan permasalahan daripada menerima perintah, serta pragmatis dalam menyelesaikan persoalan ( Lanscater and Stillman, 2002). Generasi ini lebih terbuka dengan pandangan politik dan ekonomi, memiliki perhatian yang lebih pada kekayaan, kreatif, inovatif, menyukai sesuatu yang praktis dan instan.

Pandangan ini sejalan dengan pendapat Hunt dan Jennifer group (2011:1) yaitu This is the newest generation to enter the workforce. Leader across disciplines are taking note of the challenges and opportunities associated with training this unique. Akses yang luas terkait teknologi dan informasi memungkinkan generasi ini memiliki wawasan yang luas. Berbagai informasi dari belahan dunia yang notabene sangat bervariasi, menyebabkan pola pikir mereka terbiasa dengan adanya perbedaan. Perbedaan dianggap sebagai 8 Transformasi Belajar Generasi MIlenial keragaman yang patut diapresiasi dan ditolerir sebagai bentuk saling menghargai. Semakin luas informasi yang didapat, semakin terbuka dan menghargai perbedaan yang ada di sekitar mereka. Generasi millennial tidak lagi tertarik dengan pekerjaan dengan strukstural yang rapat. Karena sistem kerja tersebut menuntut ketaatan yang tinggi dan pembatasan terhadap improvisasi. Padahal generasi ini telah terbiasa dengan aliran ide dan wawasan yang luas. Karena itu, generasi ini lebih menyukai pekerjaan yang memungkinkan menyalurkan ide, kerjasama.

Keterbukaan informasi, juga berpengaruh pada cara pandang generasi ini terkait bidang politik dan ekonomi. Dunia politik tidak hanya dihuni oleh sarjana lulusan hukum atau tata negara saja, namun oleh siapa saja dari bidang yang bervariasi. Bidang pekerjaan juga demikian. Banyak yang bekerja tidak sesuai dengan pendidikannya, namun lebih mengandalkan keahlian atau kesempatan karena memanfaatkan kemudahan hubungan melalui media sosial. Generasi ini sangat kaya akan ide kreatif dan inovatif. Berbagai informasi yang mudah diakses,membuka pikiran tentang pentingnya sesuatu yang terbarukan, unik, menarik dan berdaya saing. Karena itu generasi ini selalu menghargai ide kreatif dan inovatif.

Menurut Hunt, hali ini disebabkan mereka sangat menyukai trial and error yang memungkinkan untuk selalu belajar dan evaluasi diri. Bahkan menurutnya, They want learning to be creative, interactive, and fun, and they enjoy khinking outside the box (Hunt& Tucciarone, 2011:2) Salah satu hal prioritas dalam pengambilan keputusan pada generasi millennial adalah materi. Kekayaan merupakan hal yang sangat penting untuk diperjuangkan. Banyak tokoh inspiratif bagi generasi ini adalah orang-orang yang berwal dari nol, yang akhirnya berhasil meraih puncak kesuksesan dan kekayaan dengan perjuangannya. Dedikasi dan semangat kerja juga dilandasi oleh money orientate, sehingga penghargaan terhadap suatu hasil kerja juga lebih dinilai dengan materi. Namun yang paling utama pada pola pikir mereka, adalah pentingnya efisiensi waktu.

Pola pikir mengahargai yang praktis dan instan, dipengaruhi oleh kecepatan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di sekitar mereka. Waktu adalah sesuatu yang berharga, sehingga semakin cepat persoalan atau pekerjaan dapat diselesaikan, akan semakin baik. Hal inilah yang membuka peluang berbagai ide kreatif yang didasarkan pada kebutuhan efisiensi waktu, seperti toko online, pendaftaran sekolah online, ojek online, serta delivery order untuk pembelian barang. Sejak lama generasi milenial diyakini sebagai generasi yang mengedepankan berpikir kritis serta mengandalkan akal budi. Kemajuan teknologi yang begitu pesat membuat mereka ditutut untuk lebih gesit dalam segala hal dibandingkan dengan pendahulunya. Sehingga agar tidak mudah dibodohi oleh teknologi, generasi millennial harus mampu memandang teknologi dari sisi yang berbeda serta mengendalikan setiap komponen teknologi dengan bijak. Perkembangan zaman yang sangat pesat, generasi millennial sangat mudah larut dengan kondisi yang ada. Mereka akan mudah terseret arus baik yang menimbulkan dampak negatif maupun positif. Untuk itu, diperlukan tumpuan yang kokoh bagi mereka sebagai salah satu modal yang kuat untuk tetap berada pada jalur kebenaran yaitu budi pekerti dan kepribadian yang luhur.

Berpegang teguh pada setiap norma yang sudah ada sangat diperlukan bagi generasi milenial untuk dapat membentengi diri mereka dari paparan konten negatif yang dapat merusak moral. Mereka dikenal sebagai generasi yang terlalu serius dalam menanggapi setiap berita, opini, dan pembicaraan orang lain. Oleh karena itu, mereka harus mampu menjadi produsen konten positif misalnya dengan mengajak masyarakat untuk mencintai budaya baca dan tulis. Selain itu, mereka juga memiliki gaya hidup yang cenderung konsumtif dan menganggap bahwa pekerjaan dan kebahagiaan dapat mereka peroleh hanya dengan gadget yang mereka mainkan. Rasa ingin tau yang dimiliki gerasi ini rendah serta kebanyakan dari mereka kurang mampu bekerja dalam tim. Generasi milenial cenderung suka berpindah pekerjaan dengan alasan ingin mencari pengalaman sebanyak-banyaknya sehingga membut karir mereka sulit meningkat (Faiza dkk, 2018 : 10-15).

Dalam dunia kerja saat ini, organisasi dihadapkan dengan dua generasi yang berbeda: Generasi X dan Generasi Y. Di Indonesia sendiri terdapat lebih dari 80 juta Generasi Y pada 2010 dan akan meningkat menjadi 90 juta pada akhir 2030; berarti 1/3 masyarakat Indonesia merupakan Generasi Y. Pada 2015, lebih dari 35% penduduk Indonesia adalah penduduk muda berusia 15-34 tahun. Secara teoretis, sebuah generasi terbentuk sebagai kelompok yang memiliki kesamaan tahun kelahiran, umur, lokasi, dan life events yang signifikan pada tahap kritis perkembangannya. Jadi, sebuah generasi menjadi berbeda dengan generasi lainnya karena terdapat faktor perubahan yang membawanya.

Selain itu, potensi proporsi Generasi Y juga akan semakin meningkat pada masa mendatang (Kratz, 2013). Pada 2014, Generasi Y mempunyai proporsi 36% di dunia kerja. Selanjutnya ada kemungkinan bahwa pada 2020 sebesar 46 % Generasi Y mendominasi dunia kerja. Data tersebut memperlihatkan porsi Generasi Y di dunia kerja. Namun, jika dilihat hanya dari komposisi antargenerasi di Kementerian Keuangan, pada 2013 dapat dilihat bahwa Generasi Baby Boomers hanya sebesar 17%, Generasi X sebesar 38% dan Generasi Y sebesar 45%. Apabila diproyeksikan maka pada 2017 Generasi Y meningkat menjadi 73%, sementara Generasi X dan Generasi Baby Boomers menurun menjadi 25% dan 2% (Kemenpan, 2018). Generasi Y adalah generasi yang peka terhadap perubahan informasi, gaya hidup dan gadget. Jumlah mereka kini mulai banyak di industri perbankan. Berdasarkan data statistik nasional, jumlah angkatan kerja di bulan Agustus tahun lalu mencapai lebih dari 121 juta dan sebanyak 66% sudah bekerja. Sementara itu, selama periode yang sama, ada sekitar 500 ribu yang bekerja di bank; apabila sebanyak 5% ialah pegawai rekrutan baru maka terdapat 25 ribu orang yang baru saja bekerja di bank.

Perkembangan teknologi telah merubah cara hidup kita, bukan hanya merubah cara kita mengakses informasi, tetapi juga cara pandang kita terhadap dunia. Beberapa dekade lalu, mungkin kita belum mendengar istilah facebook, smartphone, dan online shop, namun sekarang, istilah-istilah itu sudah akrab di kehidupan kita sehari-hari. Hal ini pernah diprediksi sejak tahun 1960an oleh Mc Luhan, seorang visioner asal Kanada. Mc Luhan berpendapat bahwa perubahan budaya dalam kehidupan manusia itu ditentukan oleh teknologi dan kita akan berada di tengah-tengah sebuah revolusi (teknologi). Mc Luhan juga berpendapat bahwa dunia tidak akan pernah sama lagi akibat dari pesatnya perkembangan teknologi.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi khususnya teknologi informasi dan komunikasi (TIK) inilah lahir dan tumbuh generasi yang dikenal dengan istilah Generasi Y atau dikenal dengan Generasi Milenial. Generasi milenial dianggap sebagai generasi yang lebih akrab dengan teknologi jika dibandingkan dengan generasi-generasi sebelumnya seperti Generasi X dan Generasi Baby Boom. Tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan TIK inilah yang membesarkan generasi milenial, sehingga generasi milenial dan TIK seperti dua hal yang tidak terpisahkan. Generasi milenial tumbuh di era teknologi yang telah menyentuh setiap sendi kehidupan dan memang sudah seharusnya dapat menjawab setiap kebutuhan dan gaya hidup generasi milenial yang semakin menantang dan lebih dinamis. Dengan menggunakan TIK memungkinkan generasi milenial saling terhubung dan berkomunikasi serta menawarkan kemudahan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Setiap pekerjaan menjadi lebih efektif dan efisien jika mampu memanfaatkan TIK secara optimal.


Penulis: Aulia Ulil Azmi

Editor: Chalissa

Kamis, 15 Desember 2022

Sistem Pendidikan Efisien dan Berkualitas

 

Pendidikan merupakan hal yang sangat krusial pada saat ini yang bermanfaat sebagai pergerakan revolusi industri terutama pada era revolusi industri 5.0 yang akan terus berkembang karena tersedianya atau lahirnya sumber daya manusia berkualitas yang asalnya tentunya dari kalangan terdidik dimana sumber daya tersebut yakni manusia menjalani pendidikan dengan selang waktu tertentu, namun tidak cuma akan hal ini manusia dapat berkualitas dalam hal pendidikan, tentu membutuhkan beberapa metode maupun support sistem dalam pengembangannya seperti contoh lingkungan belajar, lingkungan sosial, guru berkualitas, metode belajar mengajar, dan beberapa aspek lainnya.

            Sebelumnya pengertian pendidikan wajib kita ketahui terlebih dahulu, secara sederhana pengertian pendidikan adalah satu aktivitas belajar mengajar dimana aktivitas tersebut akan memberikan value atau manfaat yakni Ilmu ,adapun pendidikan menurut para ahli adalah usaha membina dan mengembangkan kepribadian manusia baik dibagian rohani atau dibagian jasmani. Ada juga para orang ahli lainnya mengartikan pendidikan itu adalah suatu proses pengubahan sikap dan tingkah laku seseorang atau sekelompok orang dalam mendewasakan melalui pengajaran dan latihan.

            Jika kita bandingkan secara fakta pendidikan diberbagai penjuru dunia mulai dari yang buruk hingga terbaik yang tentunya secara kualitas maupun sistem keseluruhan yaitu Findlandia sebagai negara urutan  pertama yang memiliki sistem pendidikan terbaik di dunia dapat ditarik kesimpulan bahwa negara maju selalu menggapai tingkat tertinggi urutan pendidikan terbaik secara sistem maupun kualitas, hal ni karena adanya modal yang didasari oleh kekuatan ekonomi Negara tersebut yang dapat menunjang segala kebutuhan secara materi untuk lembaga sektor pendidikan dari negaranya.

            Oleh karena itu dapat kita kutip bahwa kualitas seseorang dalam hal berfikir tergantung pada sitem yang diterapkan dan modal negara untuk mengakomodasi pendidikan yang masyarakat kenyamkan, dalam pendidikan tersebut tidak harus secara formal (SD, SMP, SMA, dan seterusnya) yang harus masuk sekolah yang hasil dari pendidikannya sebagai perjalanan pengembangan diri tersertifikasi dengan ijazah namun yang utama adalah pendidikan dasar dari lingkup keluarga yang terbentuk dari didikan awal orang tua dan dari hal dasar tersebut dapat membentuk karakter awal secara psikis dan bisa melanjutkan ke pendidikan lanjutan sebagai contoh yaitu pendidikan formal yang dimaksud tadi.

            Pembentukan karakter seseorang adalah pendidikan dasar yang dimana aktivitasnya dilakukan pada masa labil anak oleh orang tuanya yang tugasnya sebagai trainer yang bertujuan membangun mental berkualitas pada anak namun hal ini dapat terdistraksi karena adanya pengaruh eksternal seperti lingkungan sosial dan budaya yang sifatnya bisa positif dan bisa negatif yang juga menjadi subjek yang cukup berpengaruh pada pembentukan karakter.

            Setelah pemenuhan aktivitas yang membentuk pendidikan berkualitas sumber faktornya dari pendidikan formal (pembelajaran umum), karakter (pembentukan mental), dan modal negara dalam pembiayaan fasilitas untuk pendidikan, dan lembaga pengelola pendidikan ataupun negara sudah dapat membentuk sebuah sistem pendidikan yang berkualitas. Selanjutnya untuk menyempurnakan sistem pendidikan tersebut perlunya juga mengakusisi metode yang efisien dan efektif  agar dapat menghasilkan tujuan akhir pada pembentukan sistem pendidikan yang efisien dan berkualitas.

            Untuk menjalankan suatu program yang efisien dan berkualitas, lembaga pengelola pendidikan perlu menjalankan metode dengan konsep esensi efisiensi yaitu menjalankan suatu aktivitas dengan singkat (capat) namun memiliki banyak manfaat berkualitas (tepat) dan juga meminimalisir sumber daya secara materi maupun fisik langsung yang dikeluarkan ketika menjalankan program.

            Lalu penerapan sistem yang mengakusisi pendidikan yang berkualitas dikolaborasikan dengan program yang efisien, sistem yang berkualitas didapatkan dari penggunaan waktu, uang, dan tenaga SDM yang dimaksimalkan, namun untuk mengefisienkan dari hal tersebut perlu kita memangkas sesuatu dari hal berkualitas yang dimaksimalkan dan jika menganalogikan efisiensi di terapkan pada penggunaan dari salah satu hal berkualitas yang dimaksimalkan lalu diminimalisir penerapannya contoh paling mudah adalah memangkas waktu yang dimaksimalkan    dan hal ini masih bisa di tanggulangi dengan maksimalnya penggunaan modal untuk pendidikan dan tenaga SDM (pengajar) dan hal inilah yang umum digunakan Negara berkembang sehingga pendidikannya dapat dikatakan berkualitas dan efisien berbeda dengan Negara berkembang seperti Negara kita saat ini yang cenderung membangun sistem pendidikan memaksimalkan pada waktu lalu untuk penggunaan tenaga SDM (pengajar) dan uang masih dikatakan minim.

            Untuk menganggulangi permasalahan yang kita hadapi dalam sistem pendidikan kita sebagai negara berkembang, negara perlu meninjau ulang problematis yang umum terjadi pada sistem pendidikan kita dan mungkin dalam hal penggunaan waktu sudah bagus, tetapi 2 lainnya untuk membentuk sistem yang berkualitas belum tercapai sehingga perlu dibangun lagi dari salah satu penggunaan yang menjadikanya berkualitas sebagai sampel bisa pemaksimalan tenaga SDM (pengajar).

Penulis: Ahmad Fatih

Editor: Nauval Afif Muhammad

Pendidikan Karakter Membangun Generasi Cemerlang


Dalam sepuluh tahun terakhir pendidikan karakter tengah gencar didiskusikan di berbagai forum ilmiah seperti seminar, simposium, lokakarya, workshop, dan seterusnya. Latar belakang munculnya tema ini tidak lepas dari fenomena dekadensi moral yang ditandai oleh pudarnya nilai-nilai kebersamaan antar elemen masyarakat, meningkatnya aksi kekerasan dan kejahatan, dan berbagai bentuk dekadensi moral lainnya yang menghimpit bangsa Indonesia.Keunggulan kekayaan alam Indonesia tidak dapat mengatasi persoalan-persoalan di segenap sektor kehidupan. Menurut Fukuyama (2011), bangsa yang mampu bertahan atau memenangkan suatu kompetisi bukanlah bangsa yang memiliki kekayaan alam melimpah, melainkan bangsa yang memiliki modal sosial tinggi dengan karakteristik antara lain memiliki rasa kebersamaan tinggi, tumbuhnya rasa saling percaya baik secara vertikal maupun horizontal, dan rendahnya tingkat konflik. Lickona (2012) juga memaparkan hal serupa mengenai pembentukan kualitas bangsa.

Pendidikan karakter, sekarang ini mutlak diperlukan bukan hanya di sekolah saja, tapi dirumah dan di lingkungan sosial. Bahkan sekarang ini peserta pendidikan karakter bukan lagi anak usia dini hingga remaja, tetapi juga usia dewasa. Mutlak perlu untuk kelangsungan hidup Bangsa ini. Bayangkan persaingan apa yang akan muncul di tahun-tahun mendatang? Yang jelas itu akan menjadi beban kita dan orang tua masa kini.

Saat itu, anak-anak masa kini akan menghadapi persaingan dengan rekan-rekannya dari berbagai belahan Negara di Dunia. Bahkan kita yang masih akan berkarya di tahun tersebut akan merasakan perasaan yang sama. Tuntutan kualitas sumber daya manusia pada milenium mendatang tentunya membutuhkan good character. Bagaimanapun juga, karakter adalah kunci keberhasilan individu. Dari sebuah penelitian di Amerika, 90 persen kasus pemecatan disebabkan oleh perilaku buruk seperti tidak bertanggung jawab, tidak jujur, dan hubungan interpersonal yang buruk. Selain itu, terdapat penelitian lain yang mengindikasikan bahwa 80 persen keberhasilan seseorang di masyarakat ditentukan oleh emotional quotient

Pendidikan karakter adalah suatu sistem penamaan nilai-nilai karakter yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut, baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama, lingkungan, maupun kebangsaan. Pengembangan karakter bangsa dapat dilakukan melalui perkembangan karakter individu seseorang.Akan tetapi, karena manusia hidup dalam lingkungan sosial dan budaya tertentu, maka perkembangan karakter individu seseorang hanya dapat dilakukan dalam lingkungan sosial dan budaya yang bersangkutan. Artinya, perkembangan budaya dan karakter dapat dilakukan dalam suatu proses pendidikan yang tidak melepaskan peserta didik dari lingkungan sosial,budaya masyarakat, dan budaya bangsa.Lingkungan sosial dan budaya bangsa adalah Pancasila, jadi pendidikan budaya dan karakter adalah mengembangkan nilai-nilai Pancasila pada diri peserta didik melalui pendidikan hati, otak, dan fisik. Pendidikan karakter atau pendidikan watak sejak awal munculnya pendidikan oleh para ahli dianggap sebagai suatu hal yang niscaya. John Sewey, misalnya, pada tahun 1916 yang mengatakan bahwa sudah merupakan hal yang lumrah dalam teori pendidikan bahwa pembentukan watak merupakan tujuan umum pengajaran dan pendidikan budi pekerti di sekolah. Kemudian pada tahun 1918 di Amerika Serikat (AS), Komisi Pembaharuan Pendidikan Menengah yang ditunjuk oleh Perhimpunan Pendidikan Nasional melontarkan sebuah pernyataan bersejarah yaitu tujuan pendidikan umum. Lontaran itu dalam sejarah kemudian dikenal sebagai “Tujuh Prinsip Utama Pendidikan”, antara lain:

1. Kesehatan

2. Penguasaan proses-proses fundamental

3. Menjadi anggota keluarga yang berguna

4. Pekerjaan

5. Kewarganegaraan

6. Penggunaan waktu luang secara bermanfaat

7. Watak susila

            Pendidikan ke arah terbentuknya karakter bangsa para siswa merupakan tanggungjawab semua guru. Oleh karena itu, pembinaannya pun harus oleh guru. Dengan demikian, kurang tepat jika dikatakan bahwa mendidik para siswa agar memiliki karakter bangsa hanya ditimpakan pada guru mata pelajaran tertentu, misalnya guru PKN atau Guru PAI. Walaupun dapat dipahami bahwa yang dominan untuk mengajarkan pendidikan karakter bangsa adalah para guru yang relevan dengan pendidikan karakter bangsa.Tanpa terkecuali, semua guru harus menjadikan dirinya sebagai sosok teladan yang berwibawa bagi para siswanya. Sebab tidak akan memiliki makna apapun bila seorang guru PKn mengajarkan menyelesaikan suatu masalah yang bertentangan dengan cara demokrasi, sementara guru lain dengan cara otoriter. Atau seorang guru pendidikan agama dalam menjawab pertanyaan para siswanya dengan cara yang nalar sementara guru lain hanya mengatakan asal-asalan dalam menjawab.

            Perkembangan Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa, Pengertian Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) merumuskan fungsi dan tujuan pendidikan nasional yang harus digunakan dalam mengembangkan upaya pendidikan di Indonesia. Pasal 3 UU Sisdiknas menyebutkan, “Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermanfaat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman,dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab”. Tujuan Pendidikan Nasional merupakan rumusan mengenai kualitas manusia Indonesia yang harus dikembangkan oleh setiap satuan Pendidikan. Oleh karena itu, rumusan tujuan Pendidikan Nasional menjadi dasar dalam pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa.Untuk mendapatkan wawasan mengenai arti pendidikan budaya dan karakter bangsa perlu dikemukakan pengertian istilah budaya, karakter bangsa, dan pendidikan.

            Strategi Pendidikan Karakter yang akan dibahas adalah Strategi Pendidikan Karakter

melalui Multiple Talent Approach (Multiple Intelligence).Strategi Pendidikan Karakter ini memiliki tujuan yaitu untuk mengembangkan seluruh potensi anak didik yang manifestasi pengembangan potensi akan membangun Self Concept yang menunjang kesehatan mental.

Konsep ini menyediakan kesempatan bagi anak didik untuk mengembangkan bakat emasnya sesuai dengan kebutuhan dan minat yang dimilikinya.Ada banyak cara untuk menjadi cerdas, dan cara ini biasanya ditandai dengan prestasi akademik yang diperoleh di sekolahnya dan anak didik tersebut mengikuti tes intelegensia.Cara tersebut misalnya melalui kata-kata, angka, musik, gambar, kegiatan fisik atau kemampuan motorik atau lewat cara sosial emosional.

Menurut Gardner (1999), manusia itu sedikitnya memiliki 9 kecerdasan. Kecerdasan manusia, saat ini tak hanya dapat diukur dari kepandaiannya menguasai matematika atau menggunakan bahasa.Ada banyak kecerdasan lain yang dapat diidentifikasi di dalam diri manusia. Sedangkan menurut Howard Gardner (1999) yang menjelaskan 9 kecerdasan ganda, apabila dipahami dengan baik, akan membuat semua orang tua memandang potensi anak lebih positif. Terlebih lagi, para orang tua (guru) dapat menyiapkan sebuah lingkungan yang menyenangkan dan memberdayakan di sekolah. Konsep Multiple Intelligence mengajarkan kepada anak bahwa mereka bisa belajar apapun yang mereka ingin ketahui.

 Penulis: La Ode Muh. Yusuf Mulkiyan

Editor: Nauval Afif Muhammad

Indoensia Siap Menjadi Bangsa Emas?

           Kemerdekaan Indonesia dijadikan suatu peristiwa sejarah yang menandakan besarnya kemungkinan akan terwujudnya Indonesia emas di tahun 2045 bagi seluruh masyarakat Indonesia. Keinginan serta cita-cita tersebut tak terlepas dari peran generasi muda. Untuk mencapai Indonesia emas di tahun 2045, dibutuhkan bekal bagi konponen-komponen yang akan memperjuangkannya. Salah satunya pendidikan yang berkualitas.

Rakyat Indonesia, terutama pemudanya perlu dibekali dengan ilmu yang akan mereka terapkan di masa yang akan datang. Hal tersebut sangat dipengaruhi oleh peran pemerintah yang menjadi pemegang kunci kelanjutan pendidikan di Indonesia. Hal ini ditandai dengan diberlakukannya undang-undang pendidikan, misalnya penerapan kurikulum merdeka. Penerapan kebijakan ini akan berdampak sangat baik bagi generasi muda sehingga terbentuknya generasi muda yang berkarakter baik, aktif, dan tanggap terhadap lingkungan. Tetapi faktanya, kebijakan ini belum dilakukan dengan baik. Banyaknya kendala yang ditemukan seperti distribusi buku yang masih amburadul, adanya tenaga ahli kurikulum yang belum beres, hingga kurangnya sosialisasi dalam penerapan kebijakan ini membuat banyak sekolah yang keteteran dalam hal pelaksanaannya. Selain itu, kebanyakan pihak memandang hal ini sebagai permasalahan yang biasa terjadi, seolah-olah memandang bahwa visi Indonesia emas itu hanya sebatas formalitas dan ucapan tanpa realisasi belaka. Kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah sangat dibutuhkan agar kebijakan yang terbentuk dapat berjalan secara efektif dan dapat menjadi kesepakatan nasional. Upaya tersebut dapat ditempuh sedini mungkin dengan pemanfaatan fasilitas dan sarana internet yang kita miliki. Media internet merupakan pusat berbagai ilmu pengetahuan. Seharusnya internet dapat di manafaatkan sekolah untuk siswanya agar dapat belajhar di manapun selagi ada internet. Namun keterbatasan internet di Indonesia masih menjadi masalah utama dalam hal ini. Seharusnya pemerintah mempersiapkan dan mefasilitasi ketersediaan internet di seluruh penjuruh Indonesia untuk menopang generasi bangsa yang unggul. Hal ini sejalan dengan perkembangan zaman sekarang yang dominan pada internet.

Buku-buku dapat diakses dalam bentuk e-book. Beberapa hal sederhana dapat menyebabkan tingginya minat pelajar dalam membaca yang dapat menjadi aspek penting untuk mondorong terwujudnya generasi Indonesia emas di tahun 2045. Merealisasikan cita-cita itu tak selalu harus dengan cara yang rumit dan membutuhkan dana yang besar. Peluang untuk mencetak generasi emas itu dapat ditempuh dengan cara memberdayakan sumberdaya yang ada dan dibutuhkan kemampuan dalam membaca kondisi dan situasi yang sedang berkembang. Misalnya pada generasi muda, mereka akan cenderung mencoba hal-hal yang unik yang dianggap baru sehingga pembuat kebijakan dalam hal ini pemerintah dapat memanfaatkan asumsi tersebut dalam menciptakan peluang sebesar-besar mungkin untuk meningkatkan minat baca generasi muda. Tingginya minat baca generasi muda akan membuat mereka kaya dengan ilmu pengetahuan sehingga mempunyai bekal yang dan persiapan yang matang untuk menjadi tonggak berdirinya Indonesia emas ditahun 2045. Dalam menciptakan pendidikan berkualitas ada beberapa pembenahan yang harus dilakukan untuk merealisasikan berbagai ide yang muncul. Pertama adalah perbaikan mutu tenaga pendidik. Tenaga pendidik inilah yang nantinya akan menjadi penentu terciptanya kesuksesan pendidikan di Indonesia. Guru yang bermutu menjadi faktor utama dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas. Banyaknya isu-isu miring terkait kinerja guru menyebabkan kinerja guru Indonesia seolah dipertanyakan sehingga saat ini guru dituntut untuk bekerja secara profesional, bukan hanya sekedar melepas kewajiban semata. Kesadaran guru untuk membantu pemerintah dalam mewujudkan cita-cita Bangsa Indonesia seperti yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945, “mencerdaskan kehidupan bangsa”, sangat dibutuhkan karena menjadi suatu kewajiban bagi guru dan tenaga pendidik lainnya untuk menjadi tonggak pergerakan kemajuan bangsa disektor pendidikan.

Kurikulum yang diterapkan haruslah dipersiapkan dengan sebaik mungkin sebelum diberlakukan secara nasional agar tidak terjadi inefisiensi terhadap keuangan negara. Selain itu kurikulum yang diterapkan sedapat mungkin berdampak positif bagi pembentukan karakter generasi muda Indonesia. Perbaikan sarana dan prasarana yang menunjang berlangsungnya proses Pendidikan juga merupakan hal penting dalam mewujudkan Indonesia emas. Misalnya perbaikan gedung sekolah, pelengkapan fasilitas laboraturium sekolah, pengadaan buku-buku dan sumber literatur lain, pengadaan alat-alat canggih berbasis teknologi, penciptaan lingkungan dan suasana belajar yang nyaman dan kondusif. Langkah nyata adalah pengadaan berbagai macam beasiswa untuk siswa berprestasi ataupun siswa yang terkendala keadaan ekonomi keluarga sehingga tidak ada lagi alasan bagi generasi muda Indonesia untuk tidak bersekolah. Adanya beasiswa ini diharapkan untuk generasi muda agar berlomba-lomba meningkatkan kualitas dirinya terutama dalam hal pendidikan. Selain itu, kemudahan untuk mengenyam pendidikan ini juga diharapkan menjadi langkah pasti bagi terwujudnya generasi emas Indonesia. Generasi muda dikenal sebagai agen of change. Segala kemajuan bangsa di masa yang akan datang ada ditangan generasi muda. Penyediaan pendidikan berkualitas ini menjadi titik terang bagi cita-cita bangsa Indonesia yang menjadikan Indonesia emas ditahun 2045. Pembenahan kualitas pendidikan di atas diharapkan mampu membentuk manusia-manusia bermutu yang mampu secara kreatif dan inovatif, berpikir tingkat tinggi, berkarakter baik, tahu dan segan terhadap bumi pertiwi, dan memiliki rasa cinta dan patriotisme terhadap bangsa Indonesia, yang artinya dapat mengombinasikan intelektual, emosional dan spiritual untuk kemudian dapat menjadi solusi atas masalah-masalah yang kian menerpa Tanah Air Indonesia. Hadirnya generasi emas yang berkualitas diharapkan mampu memegang dan mengambil kendali terhadap segala permasalahan yang ada di Indonesia serta menjadi tanda keberhasilan pendidikan Indonesia. Cita-cita ini tidak akan terwujud tanpa adanya kerja sama yang baik antar pemegang kebijakan dan pelaku kebijakan. Sumberdaya yang melimpah akan menjadi modal besar untuk keberhasilan mencerdaskan bangsa Indonesia.

Penulis: LM. Khalis Adhipramana

Editor: Nauval Afif Muhammad

Rokok: musibah ataukah berkah?

 Rokok. Siapa yang tidak tahu dengan si kecil berasap yang berasal dari tembakau. Si kecil ini bisa kita dapatkan di toko-toko, baik toko kecil sampai toko yang besar seperti swalayan. Si kecil ini dikemas oleh kertas yang berbentuk kotak, dan di desain sedemikian rupa agar mudah di bawa kemana-mana. Selain itu iklan rokok yang ada juga dibuat menarik dan tidak menunjukkan sedikitpun bahwa itu adalah iklan rokok.

Padahal, pada kemasan rokok yang ada di manapun, sudah bertuliskan “Merokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, dan gangguan kehamilan”. Tetapi apalah daya tulisan itu. tulisan itu hanyalah sebagai hiasan belaka. Para konsumen bahkan mengabaikan akibat yang ditimbulkannya meskipun sudah tau akan ada musibah dibalik itu.

Dikatakan musibah, karena sudah banyak fakta yang mnyebutkan bahwa asap pembakaran batang rokok telah mengakibatkan sekitar 85% kanker paru-paru dan juga berhubungan dengan berbagai macam penyakit kanker. Dengan merokok kita sama saja membunuh secara perlahan-lahan diri kita sendiri. Karena didalam satu batang rokok mengandung sekitar 4000 racun yang akan masuk kedalam tubuh kita.

Tidak hanya merokok merugikan diri sendiri, tetapi juga bagi orang lain yang menghirup asap dari perokok. Orang yang menghirup asap rokok ini dinamkan perokok pasif. Justru perokok pasiflah yang akan mendapatkan dampak yang lebih buruk dari perokok aktif. Mari kita bayangkan, jika ada seorang ayah yang merokok di depan anaknya berarti sama saja sang ayah memberikan asupan racun kepada anaknya sendiri.

Seiring berjalannya waktu, jumlah perokok aktif di Indonesia semakin meningkat. Bahkan banyak anak kecil yang sudah mengkonsumsi rokok. Sungguh mengenaskan, Dengan meningkatnya jumlah perokok aktif, berarti juga meningkatnya jumlah perokok pasif di Indonesia. Dan ini akan memperburuk kesehatan masyarakat Indonesia sendiri. Karena semakin banyak orang yang akan menderita penyakit kanker.

Tetapi dengan adanya para produsen rokok di Indonesia, tentunya juga memberikan banyak keuntungan bagi rakyat Indonesia sendiri. Karena pabrik-pabrik rokok itu membutuhkan karyawan yang tidak sedikit. Karena Indonesia merupakan mangsa pasar yang besar bagi industri rokok baik lokal maupun internasional. Kita bisa menemui banyak produsen rokok dari sabang sampai merauke. Banyak laba yang didapatkan para produsen dari hasil penjualan rokok karena jumlah konsumen rokok di Indonesia sangatlah banyak. Selain itu, negara juga menikmati devisa dari rokok. Pajak yang diberikan untuk menjual rokok sangatlah tinggi. Dan dari uang itulah Indonesia bisa memenuhi kebutuhan negara ini.

Jika kita menentang penjualan rokok di Indonesia apakah kita tega melihat banyak sekali orang yang kehilangan pekerjaan? Proses pembuatan rokok itu membutuhkan banyak orang. Mulai dari penanaman tembakau, orang yang memetiknya, orang yang mengangkutnya, orang yang mengolah menjadi rokok sampai menjadi gulungan tembakau yang dibungkus oleh kertas. Dengan banyaknya orang yang di pecat, berarti juga akan ada banyak anak kecil yang kekurangan biaya untuk sekolah. Karena dari rokok lah para produsen sejak jaman dahulu kala mengais rejeki untuk menghidupi keluarganya.

Selain itu, kontribusi produsen rokok kepada Indonesia juga banyak. Karena, banyak produsen rokok besar di Indonesia yang memberikan beasiswa untuk anak Indonesia. Bahkan ada yang mempunyai sekolah yang menampung siswanya dengan bebas biaya sampai selesai sekolah.

Kita harus menentangnya atau menerimanya? Mungkin kali ini yang bisa kita lakukan adalah menyikapinya dengan bijaksana. Karena kita sudah tau mana yang baik untuk kita atau tidak.

Penulis: Nabhil Nandana

Editor: Nauval Afif Muhammad

MILENIAL PERANGI SAMPAH PLASTIK


Sampah menjadi isu Internasional. Selama ini kita hanya berkutat mempermasalahkan isu sampah yang ada di bumi. Mungkin saja tidak sampai berpikiran bahwa ada isu sampah yang juga perlu menjadi perhatian. Yaitu sampah Antariksa.

Kita tahu, kini era dan jamannya teknologi mendominasi kehidupan sehari-hari. Setiap jam, manusia bergantung dengan elektronik dan teknologi canggih. Contoh sederhana, kita selalu berkomunikasi menggunakan internet, dalam ekonomi kita juga bertransaksi menggunakan m-banking, hingga dalam penyimpanan uang di bank-pun juga bergantung dengan teknologi.

Di mana semua aktivitas tersebut membutuhkan satelit di luar angkasa sana. Tanpa sadar, banyaknya satelit yang diterbangkan terjadi sampah antariksa. Belum lagi Negara-negara maju, yang mereka bersaing di bidang teknologi. Maka sudah hal yang biasa mereka menerbangkan satelit ke luar angkasa untuk sebuah misi Negara ataupun misi manusia.

Ketika roket itu diterbangkan angkasa, mereka akan menghasilkan sampah. Satu satelit saja, bisa meninggalkan beberapa sampah, sebelum akhirnya satelit intinya dari material atau badan roket. Dengan kata lain, isu sampah internasional tingkat tinggi tidak hanya mempermasalah sampah plastik atau sampah yang ada di bumi. Tetapi juga sudah mengalami kecemasan sampah di antariksa. Mungkin sudah banyak orang yang tahu bahwa bumi kita dikelilingi ratusan satelit.

Orbit bumi dikelilingi banyak sekali satelit bekas roket dan pecahan-pecahan lain. Ketika di orbit terlalu banyak sampah, maka risiko terjadinya tabrakan antar satelit semakin besar. Jadi setiap terjadi satu tabrakan, dapat menimbulkan serpihan angkasa yang meningkatkan kemungkinan tabrakan-tabrakan lainya. Terjadinya kasus inilah yang kemudian disebut dengan Sindrom Kessler.

Kepadatan sampah antariksa inilah yang menjadi kekhawatiran bagi misi luar angkasa di masa depan. Di masa depan, tentu jika tidak dibersihkan akan semakin banyak sampah di luar angkasa. Sehingga setiap kali ingin menerbangkan roket, harus dinavigasi melalui koridor sempit yang dikelilingi sampah satelit.

Koordinator ESA, Thomas Reiter menegaskan bahwa sampah yang begitu banyak di orbit akan banyak bertabrakan. Jadi, hampir tidak mungkin menggunakan orbit diketinggian 400 sampai 1200 km. Padahal, sekarang hidup manusia sangat bergantung dengan kerja satelit. Satelit sangat membantu dibanyak bidang, mulai dibidang perekonomian, studi iklim, navigasi pesawat terbang, kemajuan teknologi mesin dan banyak lainnya.

Tidak banyak orang tahu bahwa sampah antariksa menjadi kekhawatiran bagi Negara-negara maju. Karena masa aktif atau usia satelit yang diterbangkan hanya beroperasi selama 7 tahun sampai 10 tahun. Setelah itu, satelit-satelit tersebut harus segera diganti dengan yang baru. Jika tidak diganti dengan satelit baru, akan ketinggalan jaman.

Kemunculan satelit baru inilah yang menjadi isu dan problem baru lagi. Karena akan menambah jumlah sampah antariksa. Maka, para ilmuwan kini sedang berfikir dan mengembangkan cara lain, bagaimana mengurangi sampah. Menurut Thomas Reiter banyak ide brilian yang lahir, tapi tidak ada langkah konkret mengurangi sampah antariksa tersebut.

Maka kini para ilmuwan pun tengah mengembangkan bagaimana cara agar satelit yang tidak lagi beroperasi bisa kembali lagi ke bumi, dengan cara manuver rumit. Sayangnya, setiap satelit yang pulang ke bumi akan terbakar karena gesekan atmosfer dan akhirnya pecah. Tetapi ada struktur bagian dalam yang disebut pitan yang tidak akan hancur, dan biasa nya pitan itu akan jatuh ke bumi.

Meskipun sudah ada upaya, upaya ini belumlah menjadi solusi fundamental. Tetap saja sampah antariksa di luar angkasa masih banyak. Jika dilihat, bumi pun tampak dikelilingi material kecil. Kesimpulannya, ditengah kemudahan teknologi dan kepraktisan hidup manusia, ada dampak negatif yang manusia timbulkan, dimana ini pula yang menjadi tanggungjawab kita bersama. Dan semoga, dengan lahirnya masalah dan isu ini, semakin banyak regenerasi yang lahir memberi solusi.

Penulis & Editor : Anggun Sasmi

 

Senin, 12 Desember 2022

Dampak Mengonsumsi Es Batu secara Berlebihan bagi Kesehatan

 Es batu merupakan bahan pelengkap minuman dingin seperti es buah,es dawet,cincau dan sebagainya yang berasal dari air yang dibekukan di dalam lemari pendingin.es batu biasanya di konsumsi ketika cuaca sedang panas.kebiasan makan es batu ini dipercaya dapat menghilangkan rasa haus dan membuat tubuh terasa lebih segar sehingga banyak orang yang gemar untuk mengonsumsinya.

Akan tetapi,jika kita terlalu sering mengonsumsi es batu dalam jumlah yang banyak makan akan mendatangkan berbagai masalah kesehatan bagi tubuh. apalagi jika intensitas makan es batu makin tinggi ketika dipicu oleh suatu stress.

Namun bukan hanya karena kebiasaan saja,makan es batu juga dapat di sebabkan oleh berbagai kondisi tertentu yang kita alami. Kondisi-kondisi yang dimaksud,di antaranya:

·       Dehidrasi

Ketika tubuh kekurangan cairan, dehidrasi kemungkinan besar bisa terjadi. Masalah ini bisa menyebabkan seseorang mengalami kehausan, pusing, urine berwarna gelap, dan kebingungan. Makan es batu dilakukan untuk meredakan dehidrasi. Kebiasaan ini dapat mendinginkan mulut dan tenggorokan, serta membantu menurunkan suhu tubuh pada hari yang terik. 

·       Anemia defisiensi besi

Makan es secara berlebihan seringkali dikaitkan dengan anemia defisiensi besi. Anemia defisiensi besi terjadi ketika tubuh tidak memiliki cukup zat besi dalam darah sehingga jumlah sel darah merah tak mencukupi. Padahal zat besi sangat penting untuk membangun sel darah merah yang sehat. 

Hal ini juga membuat sel-sel darah merah tak dapat membawa oksigen yang cukup. Gejala yang dapat dirasakan ketika mengalami Anemia defisiensi besi, yaitu kelelahan, pucat, pusing, palpitasi jantung, tangan dan kaki dingin, sesak napas, sakit dada, hingga lidah bengkak. Sebuah studi menunjukkan bahwa 13 dari 81 orang yang menderita anemia defisiensi besi menunjukkan gejala pagophagia (gemar makan es).

Sementara, beberapa penelitian percaya bahwa mengunyah es batu bisa memicu lebih banyak darah yang dikirim ke otak pada penderita anemia defisiensi besi. Hal ini membuat kadar oksigen dalam otak juga meningkat sehingga terjadi peningkatan kewaspadaan dan kejernihan dalam berpikir.

·       pica

 Pica adalah gangguan makan di mana seseorang secara kompulsif memakan sesuatu yang sebenarnya bukan makanan. Memiliki kebiasaan makan es batu atau salju juga merupakan salah satu jenis pica yang disebut dengan istilah pagophagia. 

Masalah ini merupakan gangguan mental yang seringkali terjadi secara bersamaan dengan kondisi kejiwaan dan kecacatan intelektual lainnya, seperti autisme atau skizofrenia. Bahkan kondisi ini juga dapat berkembang selama masa kehamilan. Orang dengan pagophagia dapat mengonsumsi beberapa kantong es setiap hari.

·       Masalah emosional

Beberapa masalah emosional juga bisa membuat orang gemar makan es batu. Misalnya saja, orang yang mengalami stres bisa lebih tenang dengan mengunyah es batu. Selain itu, perilaku obsesif komplusif (OCD) juga bisa menjadi penyebabnya. Ini merupakan kondisi kesehatan mental yang mengarah pada perilaku kompulsif atau pikiran obsesif.

Adapun dampak yang ditumbulkan akibat keseringan mengonsumsi dan mengunyah es batu secara berlebihan adalah merusaknya email gigi yang meyebabkan retakan pada gigi.

Email gigi merupakan bagian gigi yang paling kuat untuk membentuk lapisan terluar dari setiap gigi dan melindungi lapisan dalam dari kerusakan. Ketika email terkikis, gigi pun bisa menjadi sangat sensitif terhadap zat-zat yang panas dan dingin. Selain itu, hal ini juga bisa meningkatkan risiko gigi Anda berlubang secara signifikan.

Selain itu, masalah lain yang dapat terjadi akibat terlalu sering makan es batu, yaitu berkaitan dengan pengolahan dan penyimpanan es batu yang tidak higienis atau tidak sesuai dengan standar pembuatan es batu.

Standar pembuatan es batu telah di atur dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes), yaitu air atau bahan baku pembuatan es batu harus tidak berbau, tidak berwarna, tidak berasa, dan tidak boleh mengandung bakteri.karena Keberadaan bakteri menyebabkan rendahnya kualitas es batu yang berasal dari berbagai hal seperti: bahan baku (air) dan alat-alat yang digunakan dalam proses pemecahan es batu. Jika air yang digunakan untuk membuat es batu adalah air non PDAM dimana kondisi air tersebut terlalu sering dibiarkan kontak dengan udara luar, hal ini memungkinkan air terkontaminasi bakteri melalui udara. Lalu dengan alat pemecah es yang digunakan untuk menghancurkan tidak terjamin kebersihannya maka akan mempengaruhi juga kualitas Es batu. Hal ini menyebabkan es batu tidak memenuhi standar pembuatan.

Saat mengonsumsi es batu yang tidak sesuai dengan standar pembuatan akan menimbulkan berbagai bakteri dan virus masuk ke dalam tubuh sehingga menyebabkan masalah-masalah kesehatan, seperti diare, hepatitis a, kolera, dan lainnya.

Oleh karena itu untuk menghindari terjadinya masalah-masalah tersebut kita harus menghentikan kebiasaan mengonsumsi es batu secara berlebihan. Jika kebiasaan ini disebabkan oleh dehidrasi atau kepanasan, maka kita hanya perlu menahan diri untuk menghentikannya dan menggantinya dengan minum air putih saja. 

Namun, jika masalah ini disebabkan oleh anemia defisiensi besi, kita bisa mengonsumsi makanan yang banyak mengandung zat besi atau suplemen zat besi dengan resep dokter untuk meringankan gejala. Jangan sampai mengonsumsi obat-obatan tersebut tanpa arahan dokter karena dosis yang terlalu tinggi bisa mendatangkan masalah lainnya.

Sementara, jika penyebabnya adalah pica, dokter mungkin akan merekomendasikan terapi dalam kombinasi dengan obat antidepresan atau antikecemasan. Apabila penyebabnya sudah teratasi, maka kebiasaan makan es batu pun dapat terhenti.

Kesehatan Mental : Pengendaliannya di Era Globalisasi

Kesehatan mental sering kali ramai diperbincangkan dan menjadi trending topik di sosial media. Bahkan beberapa tahun terakhir semua masyarakat dipaksa untuk beradaptasi dengan situasi yang baru, apalagi setelah pandemi Covid-19 (Corona Virus Diseases-19). Di mana pada saat itu lingkup aktivitas dan bersosialisasi secara tatap muka sangat terbatas. Hal tersebut berpotensi menimbulkan dampak jangka panjang pada kesehatan mental masyarakat.

            Menurut WHO (World Health Organization), kesehatan mental adalah suatu kondisi kesejahteraan (well-being) seorang individu yang menyadari kemampuannya sendiri, dapat mengatasi tekanan kehidupan yang normal, dapat bekerja secara produktif dan mampu memberikan kontribusi kepada komunitasnya. Hal itu berarti kesehatan mental berpengaruh terhadap fisik seseorang dan akan mengganggu produktivitasnya. Apabila kesehatan mental seseorang terganggu, ia akan mengalami gangguan suasana hati, kemampuan berpikir, serta gangguan emosi yang dapat mengarah pada perilaku buruk.

            Gangguan kesehatan mental ini dapat dirasakan oleh siapa saja, terutama banyak dirasakan oleh anak usia remaja saat ini. Umumnya, gangguan kesehatan ini muncul karena tekanan yang hadir dari kegagalan individu dalam memenuhi kebutuhan atau keinginannya. Namun dapat terjadi juga karena tekanan dalam bidang akademik, perundungan (bullying), faktor keluarga, permasalahan ekonomi, dan lain-lain. Menurut paparan dari WHO pada tahun 2019, gangguan kesehatan mental ini lebih sering muncul karena beberapa hal sebagai berikut:

1.     Ketakutan dan kecemasan mengenai kesehatan diri maupun kesehatan orang lain yang disayangi.

2.     Perubahan pola tidur dan pola makan.

3.     Sulit tidur dan konsentrasi.

4.     Menggunakan obat-obatan.

            Tercatat menurut data Riskesdas (Riset Kesehatan Dasar) Tahun 2018 bahwa sekitar  6,1%  dari  jumlah  penduduk Indonesia atau setara dengan 11 juta orang  mengalami gejala-gejala  depresi  dan  kecemasan dan pada usia remaja (15-24 tahun) memiliki persentase depresi sebesar 6,2%. Depresi berat ini mengakibatkan penderitanya mengalami kecenderungan untuk menyakiti diri sendiri (self harm) hingga bunuh diri dan sebesar 80 – 90% kasus bunuh diri merupakan akibat dari depresi dan kecemasan. Menurut ahli suciodologist 4.2% siswa di Indonesia pernah berpikir untuk bunuh diri.

            Depresi merupakan gangguan suasana hati (mood) yang ditandai dengan perasaan sedih yang mendalam dan kehilangan minat terhadap hal-hal yang disukai. Depresi dapat bermula dari stres dan cemas berkepanjangan yang menyebabkan terhambatnya aktivitas dan menurunya kualitas fisik. Untuk mengurangi stress, yang paling utama dilakukan adalah mengetahui penyebab timbulnya stress. Dengan mengetahui penyebabnya, maka akan memudahkan untuk menentukan cara menguranginya.

            Pencegahan depresi ini dapat dilakukan dengan pengelolaan stres. Pengelolaan stres masing-masing individu berbeda, ada yang mengelola stres dengan melakukan kegiatan yang disukai seperti hobi, melakukan kegiatan refreshing, mendekatkan diri dalam konteks spiritual keagamaan, hingga bercerita kepada orang lain untuk mengurangi beban stress. Di era digital sekarang ini, mendengarkan musik juga dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi stress.

            Musik merupakan karya seni berupa bunyi atau suara yang memiliki nada, irama dan keselarasan. Di era globalisasi ini, musik semakin berkembang dan selalu berdampingan dengan manusia di kehidupan sehari-hari, utamanya para kaum remaja yang saat ini memiliki minat yang tinggi terhadap musik. Beberapa fungsi musik dalam kehidupan yakni:

1.     Musik menutupi bunyi dan perasaan yang tidak menyenangkan.

2.     Musik dapat memperlambat dan menyeimbangkan gelombang otak.

3.     Musik mempengaruhi pernapasan.

4.     Music mempengaruhi denyut jantung, denyut nadi, dan tekanan darah.

5.     Musik mengurangi ketegangan otot dan memperbaiki gerak serta koordinasi tubuh.

6.     Musik dapat mengatur hormon yang berkaitan dengan stress.

7.     Musik dapat memperkuat ingatan dan pelajaran.

8.     Musik dapat meningkatkan produktivitas.

9.     Musik meningkatkan penerimaan tak sadar terhadap simbolisme.

10.  Musik dapat menimbulkan rasa aman dan sejahtera.

10.

            Musik sebagai Bahasa universal dalam seni dan sains merupakan salah satu solusi yang ampuh untuk menghilangkan stress. Musik memang tidak dapat dimengerti dengan mudah oleh semua manusia, namun musik memiliki kekuatan untuk membuat pendengarnya merasakan perasaan dan menenangkan pikiran, jiwa, dan tubuh.

            Oleh karena itu, salah satu alasan mengapa seseorang mendengarkan musik adalah untuk mengatur emosi dan suasana hati. Musik sangat cocok untuk mengelola atau mengatur emosi dan stres dalam kehidupan sehari-hari karena memiliki kapasitas untuk mengalihkan perhatian dan melibatkan pendengaran dalam berbagai cara kognitif dan emosional. Musik  positif  memiliki  pengaruh  positif  terhadap  kontrol  emosi  dan  dapat  lebih mengarahkan  pada  emosi  positif  seperti  harapan,  kegembiraan,  dan  kedamaian,  sebaliknya  musik  negatif meningkatkan emosi, ketidakberdayaan seperti kecemasan dan kebosanan.

            Contohnya ketika mendengarkan musik bernada lembut. Musik dengan nada tersebut dapat membuat tubuh jadi lebih rileks serta menurunkan tekanan darah, detak jantung, dan kadar hormon stress. Tak hanya musik bernada lembut saja, musik dengan genre lain pun bisa digunakan untuk mengatasi stres. Musik pop, hip-hop, edm, dan musik dengan nada bersemangat lainnya misalnya. Musik dengan genre tersebut bisa  membuat pendengarnya merasa bersemangat, mengembalikan mood mereka, bahkan sampai berkeinginan untuk menari dan bersenang-senang. Ada juga musik-musik santai dan tenang yang bisa membantu remaja untuk fokus belajar atau melakukan sesuatu, seperti musik ber genre jazz, ballad, orchestra, dan musik dengan alunan nada yang tenang lainnya.

            Kesehatan mental merupakan aspek penting yang sangat sensitif dalam pribadi seseorang. Keadaan kesehatan mental yang baik akan tercermin melalui kegiatan kesehariannya. Namun, tak bisa dipungkiri bahwa gangguan kesehatan mental bisa saja terjadi tanpa memandang usia. Dan akan sangat mudah dialami oleh seorang remaja. Remaja pada hakikatnya memiliki jiwa yang labil sehingga mudah tergoyahkan dengan masalah yang menimpanya. Hal ini menjadi salah satu faktor pendukung terjadinya gangguan mental pada seorang remaja. Gangguan mental yang tidak ditangani dengan cepat akan memicu ke tindakan terburuknya yaitu bunuh diri. Oleh karena itu, diperlukan cara untuk mengatasi gangguan mental pada seseorang, salah satunya adalah melalui musik. Kekuatan yang dimiliki musik untuk mengontrol pikiran dan suasana hati seseorang dapat mencegah timbulnya gejala awal depresi yaitu stress. Dengan mendengarkan musik yang bernada positif, maka dapat membuat pendengarnya terbawa suasana dan pikirannya menjadi positif juga. Yang membuat ia lupa akan masalahnya dan suasana hatinya menjadi lebih senang sehingga dapat terhindar dari gejala awal gangguan kesehatan mental.

Penulis: Zahra Nurul Haniyyah 

Editor: Nauval Afif Muhammad

Resensi Lagu Pluto Projector By Rex Orange County

  Artis: Rex Orange County Dirilis: 2019 Album: Pony Genre: Alternatif/Indie Rsensi Lagu: Lagu ‘Pluto Projector’ milik Rex Orange ...