Tampilkan postingan dengan label XI IPA 2 Essay. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label XI IPA 2 Essay. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Desember 2022

Patriarki : Persoalan Gender Yang Tiada Habisnya

 Saat ini Patriarki masih terus menjadi perdebatan tak berakhir di Indonesia. Tradisi yang mengarah pada

penempatan laki-laki sebagai pemegang kekuasaan masih terus Indonesia. Patriarki sendiri adalah

sebuah sistem sosial yang menempatkan laki-laki sebagai pemegang kekuasaan utama dan

mendominasi dalam peran kepemimpinan politik, otoritas moral, hak sosial dan penguasaan properti.


Dalam domain keluarga, sosok yang disebut ayah memiliki otoritas terhadap perempuan, anak-anak dan

harta benda. Adanya patriarki menimbulkan jarak yang sangat jauh antara gender yang berakibat

banyak efek pada kaum minoritas, yaitu kaum Wanita. Nyatanya kaum gender tetaplah sama sebagai

mahluk ciptaan tuhan.


Faktanya dalam sejarah, Indonesia pernah memiliki pejuang yang memperjuangkan kesamaan

kedudukan antara perempan dengan laki-laki. Dilatarbelakangi oleh pembatasan perempuan untuk

memperoleh pendidikan formal di masa lalu, Kartini mulai melakukan perjuangannya

mengkampanyekan kesetaraan gender melalui tulisan-tulisannya. Walaupun kesetaraan gender di masa

lalu tidaklah separah di masa lalu. Namun tetap saja stigma tersebut tetap tidak bisa dibiarkan begitu

saja. Oleh karena itulah mengapa persoalan patriarki telah banyak ditentang serta munculnya beberapa

pergerakan. Contohnya adalah Gerakan Feminisme, Feminisme sendiri adalah serangkaian gerakan

sosial, gerakan politik, dan ideologi yang memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk mendefinisikan,

membangun, dan mencapai kesetaraan gender di lingkup politik, ekonomi, pribadi, dan sosial.


Kebanyakan orang berpikir kesetaraan gender adalah soal setara mengenai fisik. Seperti perempuan bisa

melakukan hal berat seperti yang laku-laki lakukan. Juga pemikiran kesetaraan dalam pria dapat

memukul Wanita begiti saja. Keseteraan gender sendiri dimaksudkan dalam tuntutan para Wanita

kesamaan hak memperoleh Pendidikan, pekerjaan, serta hal lainnya tanpa adanya perbedaan.


Adanya rasa superior pada kaum pria sebagai pemegang kekuasaan membuat posisi Wanita semakin

bersalah di mata orang. Berdasar dari catata tahunan 2021 Komnas Ham Perempauan, tercatat sejumlah

8.234 kasus yang ditangani oleh lembaga layanan mitra Komnas Perempuan, jenis kekerasan terhadap

perempuan tercatat; Kasus yang paling menonjol adalah di Ranah Personal (RP) atau disebut KDRT/RP

(Kasus Dalam Rumah Tangga/ Ranah Personal) sebanyak 79% (6.480 kasus). Diantaranya terdapat

Kekerasan Terhadap Istri (KTI) menempati peringkat pertama 3.221 kasus (50%), disusul kekerasan

dalam pacaran 1.309 kasus (20%) yang menempati posisi kedua. Posisi ketiga adalah kekerasan terhadap

anak perempuan sebanyak 954 kasus (15%), sisanya adalah kekerasan oleh mantan pacar, mantan

suami, serta kekerasan terhadap pekerja rumah tangga.


Langgengnya patriarki dan stigma perempuan di mata pekerjaan domestic. Pekerjaan rumah tangga

sangatlah beragam mulai dari mengatur keuangan, kelincahan dalam mengasuh anak, menjaga

kebersihan, dan tugas lainnya. Semua hal itu dikuasai mutlak oleh perempuan. Sedangkan laki-laki

dituntut untuk mencari nafkah.


Jika dilihat ke belakang, hal itu memang wajar jika adanya pembagian tugas serta kesepekatan oleh

kedua pihak. Namun karena pemahaman hal tersebut lah yang membuat perempuan dituntut untuk

melakukan seluruh pekerjaan rumah tangga. Bahkan Ketika perempuan telah berumah tangga dan memiliki

pekerjaan, perempuan masih kerap dituntut untuk melakukan seluruh pekerjaan tanpa

mempertanyakan pihak dari laki-laki.


Keseteraan gender dalam Agama dan hukum. Banyak yang berkata bahwa agama menjadi salah satu

factor mengapa budaya patriarki kental teratanam pada kehidupan manusia. Sebagaimana tertuang

dalam Al-Quran Surah Al-Baqarah ayat 30 yang menyebutkan “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman

kepada para malaikat: Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Khalifah

pada surat tersebut bermakna menggantikan Allah dalam menegakkan kehendak-Nya. Al-Zamakhsyarî

menafsirkan makna khalifah pada surah ini tidak hanya berarti Adam (mewakili laki-laki).


Senada dengan argumen tersebut, Quraish Shihab dalam Tafsir al-Mishbah menyebutkan bahwa yang

dimaksud makhluk yang diberi tugas adalah Adam dan anak cucunya. Al-Quran sendiri pun tidak

memberi petunjuk bahwa khalifah hanya ditujukan kepada kaum laki-laki. Dalam ajaran Islam, terdapat

empat sifat yang harus dimiliki seseorang dalam melaksanakan kepemimpinan, yakni berkata dan

berbuat yang benar, dapat dipercaya, cerdas, dan tidak menyembunyikan sesuatu.


Selain itu, seorang pemimpin juga harus penuh rasa sabar dan tabah, membawa masyarakatnya kepada

tujuan yang sesuai dengan petunjuk Allah, membudayakan kebaikan, taat beribadah, optimis, dan kuat

serta terpercaya. Dari beberapa kriteria tersebut, maka konsep kepemimpinan dalam Islam dapat

dilakukan oleh siapapun baik laki-laki maupun perempuan yang memiliki kapasitas dan kapabilitas.


Dari semua itulah mengapa rantai budaya patriarki harus diputus oleh generasi sekarang. Segala hal

yang menyangkut ketidakseteraan gender harus diperjuangkan. Namun, tentu saja harus sesuai konteks

yang dimaksudkan. Dan juga kesetraan gender tidak bisa disalahgunakan dengan sewenang-wenangnya.



Penulis: Rezki Alya Pasrun

Editor: Waode Alifya Fatimah Azzahroh

Kamis, 15 Desember 2022

Krisis Pendidikan Di Indonesia



Memasuki abad ke- 21 dunia pendidikan di Indonesia menjadi heboh. Kehebohan tersebut bukan disebabkan oleh kehebatan mutu pendidikan nasional tetapi lebih banyak disebabkan karena kesadaran akan bahaya keterbelakangan pendidikan di Indonesia. Perasaan ini disebabkan karena beberapa hal yang mendasar.

Salah satunya adalah memasuki abad ke- 21 gelombang globalisasi dirasakan kuat dan terbuka. Kemajaun teknologi dan perubahan yang terjadi memberikan kesadaran baru bahwa Indonesia tidak lagi berdiri sendiri. Indonesia berada di tengah-tengah dunia yang baru, dunia terbuka sehingga orang bebas membandingkan kehidupan dengan negara lain.

Berbicara tentang pendidikan di Indonesia, tidak akan lepas dari pemikiran tentang krisis pendidikan yang di sebabkan oleh krisis ekonomi global yang terjadi.  Setelah kita amati, nampak jelas bahwa masalah yang serius dalam peningkatan mutu pendidikan di Indonesia adalah rendahnya mutu pendidikan di berbagai jenjang pendidikan, baik pendidikan formal maupun informal. Dan hal itulah yang menyebabkan rendahnya mutu pendidikan yang menghambat penyediaan sumber daya menusia yang mempunyai keahlian dan keterampilan untuk memenuhi pembangunan bangsa diberbagai bidang. Oleh karena itu, kita seharusnya dapat meningkatkan sumber daya manusia Indonesia yang tidak kalah bersaing dengan sumber daya manusia di negara-negara lain.

Penyebab rendahnya mutu pendidikan di Indonesia antara lain adalah masalah efektifitas, efisiensi dan standardisasi pengajaran. Hal tersebut masih menjadi masalah pendidikan di Indonesia pada umumnya. Adapun permasalahan khusus dalam dunia pendidikan yaitu: rendahnya sarana fisik, rendahnya kualitas guru, rendahnya kesejahteraan guru, rendahnya prestasi siswa,  rendahnya kesempatan pemerataan pendidikan, rendahnya relevansi pendidikan dengan kebutuhan serta mahalnya biaya pendidikan.

Cara melaksanakan pendidikan di Indonesia sudah tentu tidak terlepas dari tujuan pendidikan di Indonesia, sebab pendidikan Indonesia yang dimaksud di sini ialah pendidikan yang dilakukan di bumi Indonesia untuk kepentingan bangsa Indonesia.

Seperti yang telah kita ketahui, kualitas pendidikan di Indonesia semakin memburuk. Hal ini terbukti dari kualitas guru, sarana belajar, dan murid-muridnya. Guru-guru tentuya punya harapan terpendam yang tidak dapat mereka sampaikan kepada siswanya. Untuk saat ini dapat dikatakan bahwa guru-guru di Indonesia tergolong kurang kompeten. Banyak orang yang menjadi guru karena tidak diterima di jurusan lain atau kekurangan dana. Kecuali guru-guru lama yang sudah lama mendedikasikan dirinya menjadi guru. Selain berpengalaman mengajar murid, mereka memiliki pengalaman yang dalam mengenai pelajaran yang mereka ajarkan. Belum lagi masalah gaji guru. Jika fenomena ini dibiarkan berlanjut, tidak lama lagi pendidikan di Indonesia akan hancur mengingat banyak guru-guru berpengalaman yang pensiun.

Pemerintah Indonesia sudah berusaha untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan berbagai kebijakan yang di buat, tapi hal tersebut belum juga mampu menaikan mutu pendidikan di Indonesia. Meskipun belum mampu meningkat secara signifikan. Namun sedikit demi sedikit mutu pendidikan akan meningkat jika pemerintah menjalankan kebijakan dengan sebenar-benarnya tanpa ada penyimpangan. Tapi faktanya pemerintah masih belum mampu menjalankan kebijakannya dengan sempurna.

Hal tersebut semakin menurunkan tingkat anak-anak yang mampu bersekolah ke tingkat yang lebih tinggi lagi. Kompas, rabu 11 maret mencatat sekitar 1,2 juta siswa di Jawa Barat putus sekolah karena amsalah biaya dan terbatasnya sarana pendidikan. Sementara di NTTtercatat ada sekitar 40.000 siswa tidak melanjutkan sekolah karena masalah biaya. Berdasarkan data statistik Depdiknas tahun 2006-2007 selisih antara jumlah siswa lulusan SMA/SMK Negeri dan swasta dan mahasiswa baru di PT negri dan swasta sekitar 56,9% . Dengan kata lain hanya 43,1% saja lulusn SMA dan SMK yang melanjutkan ke PT.

Sarana pembelajaran juga turut menjadi faktor semakin terpuruknya pendidikan di Indonesia, terutama bagi penduduk di daerah terbelakang. Namun, bagi penduduk di daerah terbelakang tersebut, yang terpenting adalah ilmu terapan yang benar-benar dipakai buat hidup dan kerja. Ada banyak masalah yang menyebabkan mereka tidak belajar secara normal seperti kebanyakan siswa pada umumnya, antara lain guru dan sekolah.

Penyebab rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia secara umum yakni yang pertama efektifitas pendidikan di Indonesia. Efektifitas pendidikan di Indonesia sangat rendah. Setelah praktisi pendidikan melakukan penelitian dan survey ke lapangan, salah satu penyebabnya adalah tidak adanya tujuan pendidikan yang jelas sebelm kegiatan pembelajaran dilaksanakan. Hal ini menyebabkan peserta didik dan pendidik tidak tahu “goal” apa yang akan dihasilkan sehingga tidak mempunyai gambaran yang jelas dalam proses pendidikan.

Selama ini, banyak pendapat beranggapan bahwa pendidikan formal dinilai hanya menjadi formalitas saja untuk membentuk sumber daya manusia Indonesia. Tidak perduli bagaimana hasil pembelajaran formal tersebut, yang terpenting adalah telah melaksanakan pendidikan di jenjang yang tinggi dan dapat dianggap hebat oleh masyarakat. Anggapan seperti itu jugalah yang menyebabkan efektifitas pengajaran di Indonesia sangat rendah.

Yang kedua, efisiensi pengajaran di Indonesia. Efisien adalah bagaimana menghasilkan efektifitas dari suatu tujuan dengan proses yang lebih ‘murah’. Dalam proses pendidikan akan jauh lebih baik jika kita memperhitungkan untuk memperoleh hasil yang baik tanpa melupakan proses yang baik pula. Beberapa masalah efisiensi pengajaran di dindonesia adalah mahalnya biaya pendidikan, waktu yang digunakan dalam proses pendidikan, mutu pegajar dan banyak hal lain yang menyebabkan kurang efisiennya proses pendidikan di Indonesia. Yang juga berpengaruh dalam peningkatan sumber daya manusia Indonesia yang lebih baik.

Yang ketiga, standarisasi pendidikan di Indonesia. Dunia pendidikan terus berudah. Kompetensi yang dibutuhka oleh masyarakat terus-menertus berunah apalagi di dalam dunia terbuka yaitu di dalam dunia modern dalam ere globalisasi. Kompetendi-kompetensi yang harus dimiliki oleh seseorang dalam lembaga pendidikan haruslah memenuhi standar.

Masalah-masalah lainnya yang menjadi penyebabnya yaitu:

(1). Rendahnya sarana fisik,

(2). Rendahnya kualitas guru,

(3). Rendahnya kesejahteraan guru,

(4). Rendahnya prestasi siswa,

(5). Rendahnya kesempatan pemerataan pendidikan,

(6). Rendahnya relevansi pendidikan dengan kebutuhan,

(7). Mahalnya biaya pendidikan.

 

Adapun solusi yang dapat diberikan dari permasalahan di atas antara lain dengan mengubah sistem-sistem sosial yang berkaitan dengan sistem pendidikan, dan meningkatkan kualitas guru serta prestasi siswa.

Selain itu, upaya pemerintah lainnya dalam engatasi permasalahan pendidikan di Indonesia adalah menaikan subsidi pendidikan, dengan dinaikannya subsisdi pemerintah berharap semua anak Indonesia dapat bersekolah tanpa memikirkan biaya yang mahal lagi. Tapi pada kenyataannya subsisdi tersebut tidak merata pembagiannya, alhasil masih banyak anak-anak di daerah pedalaman yang belum mampu bersekolah. Disinilah tugas anak bangsa untuk membantu persebaran mengawasi subsidi biaya pendidikan ke seluruh daerah yang ada di Indonesia.

Perkembangan dunia di era globalisasi ini memang banyak menuntut perubahan kesistem pendidikan nasional yang lebih baik serta mampu bersaing secara sehat dalam segala bidang. Salah satu cara yang harus di lakukan bangsa Indonesia agar tidak semakin ketinggalan dengan negara-negara lain adalah dengan meningkatkan kualitas pendidikannya terlebih dahulu.

Dengan meningkatnya kualitas pendidikan berarti sumber daya manusia yang terlahir akan semakin baik mutunya dan akan mampu membawa bangsa ini bersaing secara sehat dalam segala bidang di dunia internasional.

 

Refrensi

http://m.kompasiana.com

http://www.republika.co.id/berita/jurnalisme-warga/wacana/12/12/mesyme-masalah-pendidikan-di-idonesia

http://seputarpendidikan003.blogspot.com/2013/06/masalah-pendidikan-di-indonesia.html

http://sitichotijah269.wordpress.com/tugas-kuliah/tugas-internet-desing/artikel-masalah-pendidikan-di-indonesia/

http://www.kampusnews.com/jaringopini-apa-harapan-untuk-pendidikan-indonesia-ke-depannya/

 

penulis : Muhammad Fauzan Hermawan Mas'ud

editor  : Afiqah Nazifatul Latif

 

 

 

 

Minggu, 11 Desember 2022

Etilen Glikol dan Dietilen Glikol Penyebab Kasus Gagal Ginjal Akut Anak di Indonesia

 


       Penyakit influenza atau yang biasa disebut flu merupakan penyakit saluran pernapasan yang disebabkan karena adanya infeksi saluran pernapasan oleh virus influenza (Lubis, 2022). Penyakit ini termasuk jenis penyakit yang sering menyerang manusia, diperkirakan menyebabkan 3 sampai 5 juta kasus berat dan sekitar 250.000 sampai 500.000 kematian setiap tahun.

           Influenza merupakan penyakit musiman yang umumnya terjadi saat musim dingin. Di Indonesia, influenza banyak terjadi saat musim hujan dan musim pancaroba (pergantian musim) (Nitiyoso, 2018). Virus influenza merupakan virus yang sangat mudah menyebar terutama melalui batuk dan bersin. Gejala influenza yaitu meliputi badan pegal, tenggorokan sakit, batuk dan bersin, demam, dan pusing. Penderita influenza bisa sembuh dengan sendirinya dalam waktu satu sampai dua minggu, dengan banyak beristirahat, banyak minum, dan disarankan minum obat untuk menurunkan gejala (Tahira, Putri, & Prifiantari, 2022).

        Saat ini sudah terdapat banyak variasi obat influenza, terdapat dalam bentuk pil dan sirup dengan berbagai rasa. Tetapi, belakangan ini muncul kasus terkait obat influenza sirup anak di Indonesia. Kasus gagal ginjal akut menimpa ratusan anak di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir (Ika, 2022).

     Gagal ginjal merupakan suatu kondisi ketika terjadi gangguan pada ginjal, ditandai dengan abnormalitas struktur ataupun fungsi ginjal (Aisara, Azmi, & Yanni, 2018). Pada kasus gagal ginjal akut ini, umumnya menyerang anak di bawah 5 tahun. Tercatat hingga 24 Oktober 2022, angka kematian anak atas gangguan ginjal akut telah mencapai 245 kasus dengan angka kematian di atas 57% atau sebanyak 141 orang (Indonesia, 2022). Setelah diteliti lebih lanjut, ditemukan bahwa penyebab kasus gagal ginjal akut tersebut ada kaitannya dengan kandungan obat sirup influenza untuk anak.

         Obat berbentuk cair memiliki pasti bahan pelarut polietilen glikol dan polietilen oksida. Keduanya memiliki batas aman secara internasional dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Namun, terdapat pelarut yang tidak diperkenankan penggunaannya ke manusia, yaitu Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG). Etilen glikol dan dietilen glikol merupakan jenis pelarut yang biasanya digunakan untuk industri. Efek samping jika manusia mengonsumsinya akan membuat pusing, muntah, dan kemungkinan terburuknya adalah gangguan ginjal (Humas, 2022).

        Etilen glikol dan dietilen glikol adalah jenis senyawa pelarut ­­­­yang memiliki efek toksik atau beracun jika dikonsumsi melebihi batas aman. Etilen glikol dan dietilen glikol merupakan pelarut berwujud cair yang tidak berwarna, tidak berbau, dan memiliki rasa manis (Agustin, 2022). Kedua zat tersebut biasanya digunakan untuk kepentingan non-oral. Etilen glikol umumnya digunakan sebagai bahan utama produk cairan radiator, untuk meningkatkan titik didih dan menurunkan titik beku (antifreeze) yang bersirkulasi melalui radiator otomotif (Makarim, 2022). Sementara itu, dietilen glikol biasanya digunakan dalam industri kosmetik. Dari sini diketahui bahwa etilen glikol dan dietilen glikol bukan bahan yang wajar untuk dikonsumsi (Sumartiningtyas, 2022).

        Namun, kelarutan dan rasa manis keduanya kerap disalahgunakan untuk pelarut obat sebagai pengganti propilen glikol dan polietilen glikol (Maulana, 2022). BPOM telah merilis daftar obat sirup yang mengandung etilen glikol dan dietilen glikol melebihi batas wajar:

1.     1.  Termorex Sirup produksi PT Konimex

2.     2.  Flurin DMP Sirup produksi PT Yarindo Farmatama

3.      3. Unibebi Cough Sirup produksi Universal Pharmaceutical Industries

4.      4. Unibebi Deman Sirup produksi Universal Pharmaceutical Industries

5.      5. Unibebi Demam Drops produksi Universal Pharmaceutical Industries (Wikanto, 2022)

        Ketika etilen glikol dan dietilen glikol masuk ke tubuh, keduanya mengalami oksidasi oleh enzim sehingga menjadi glikol aldehid. Setelah itu dioksidasi kembali menjadi asam glikol oksalat kemudian membentuk menjadi asam oksalat. Asam oksalat jika sudah mengkristal akan berbentuk seperti jarum tajam. Asam oksalat memiliki kelarutan yang kecil, menyebabkan ketika bertemu kalsium akan membentuk garam yang sulit untuk larut sehingga asam oksalat tersebut akan ke ginjal dan kristal tajamnya akan mencederai ginjal. Jika kondisi ini terjadi pada anak-anak yang memiliki ukuran ginjal lebih kecil akan menimbulkan dampak yang sangat parah. Tidak hanya memapar di ginjal, efeknya juga bisa sampai ke jantung dan memicu kematian yang cepat (Maulana, 2022).

        Dengan ini, industri pembuatan obat harus lebih perhatian terhadap komposisi yang digunakan. Jangan sampai obat yang seharusnya menyembuhkan jadi membunuh.


Daftar Pustaka

Agustin, S. (2022, Oktober 24). Mengenal Etilen Glikol dan Dietilen Glikol serta Dampaknya. Retrieved from Alodokter: https://www.alodokter.com/mengenal-etilen-glikol-dan-dietilen-glikol-serta-dampaknya

Aisara, S., Azmi, S., & Yanni, M. (2018). Gambaran Klinis Penderita Penyakit Ginjal Kronik yang Menjalani Hemodialisis di RSU Dr. M. Djamil Padang. Jurnal Kesehatan Andalas, Vol. 7, No. 1, 42-50.

Humas. (2022, Oktober 26). Obat Sirup Faktor Gagal Ginjal Akut Anak-Anak, Ini Kata Dokter RS UMM. Retrieved from UMM Kompas: https://www.umm.ac.id/id/arsip-koran/kompascom/obat-sirup-faktor-gagal-ginjal-akut-anakanak-ini-kata-dokter-rs-umm.html

Ika. (2022, Oktober 21). Guru Besar UGM Beri Tanggapan Soal Penggunaan Obat Sirup yang Diduga Picu Gagal Ginjal Akut. Retrieved from Universitas Gadjah Mada: https://www.ugm.ac.id/id/berita/23082-guru-besar-ugm-beri-tanggapan-soal-penggunaan-obat-sirup-yang-diduga-picu-gagal-ginjal

Indonesia, C. (2022, Oktober 24). Terungkap! Ini Kenapa Obat SirupSekarang Jadi Bermasalah. Retrieved from CNBC Indonesia: https://www.cnbcindonesia.com/news/20221024195904-4-382207/terungkap-ini-kenapa-obat-sirup-sekarang-jadi-bermasalah

Lubis, E. S. (2022). Apa Itu Influenza. Retrieved November 29, 2022, from https://prodiaohi.co.id/apa-itu-influenza

Makarim, F. R. (2022, Oktober 25). Hal yang Terjadi saat Etilen Glikol Terserap dalam Tubuh. Retrieved from Halodoc: https://www.halodoc.com/artikel/hal-yang-terjadi-saat-etilen-glikol-terserap-dalam-tubuh

Maulana, A. (2022, Oktober 19). Mengapa Dietilen Glikol dan Etilen Glikol Memicu Gagal Ginjal? Retrieved from Universitas Padjajaran: https://www.unpad.ac.id/2022/10/mengapa-dietilen-glikol-dan-etilen-glikol-memicu-gagal-ginjal/

Nitiyoso, N. (2018). Antivirus untuk Influenza. Continuing Medical Education, 45(4), 261-264.

Sumartiningtyas, H. K. (2022, Oktober 22). Diduga Jadi Penyebab Gagal Ginjal Akut Anak, Kenapa Etilen Glikol dan Dietilen Glikol Ada dalam Obat Sirup? Retrieved from Kompas.com: https://www.kompas.com/sains/read/2022/10/22/190200423/diduga-jadi-penyebab-gagal-ginjal-akut-anak-kenapa-etilen-glikol-dan?page=all

Tahira, A., Putri, R. S., & Prifiantari, S. (2022). Menerapkan Pemahaman Penyakit Influenza pada Anak Usia Dini. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, Vol. 7, No. 1, 41-50.

Wikanto, A. (2022, November 2). Daftar Obat Sirup Dilarang & Ditarik BPOM Bertambah, Cek Obat yang Aman Anak. Retrieved from Nasional Kontan: https://nasional.kontan.co.id/news/daftar-obat-sirup-dilarang-ditarik-bpom-bertambah-cek-obat-yang-aman-anak




Penulis: Afiqah Nazifatul Latif

Editor: Afiqah Nazifatul Latif


Sabtu, 10 Desember 2022

Kesadaran Masyarakat Indonesia Mengenai Sampah Rumah Tangga


Dalam kehidupan sehari hari, tak jarang kita melihat sampah di lingkungan kita. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sampah merupakan barang atau benda yang dibuang karena tidak terpakai lagi, sedangkan sampah rumah tangga merupakan segala sesuatu yang telah habis nilai gunanya setelah dimanfaatkan dalam kegiatan sehari-hari di dalam rumah tangga.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengakui bahwa pada tahun 2020 total produksi sampah di Indonesia telah mencapai 67,8 juta ton sampah. Artinya, terdapat sekitar 185.753 ton sampah setiap harinya dan 60 persen diantaranya merupakan sampah rumah tangga yang dihasilkan oleh 270 juta penduduk. Angka tersebut merupakan angka yang cukup besar, apabila tidak mendapatkan penanganan yang segera, maka timbunan sampah yang dihasilkan dapat menimbulkan pencemaran lingkungan serta pemanasan global yang lebih parah (Setiawan, 2021).

Untuk mengurangi dampak kerusakan lingkungan, masyarakat Indonesia dapat meminimalisir timbunan sampah dengan berbagai cara, adapun cara meminimalisir sampah yang paling dikenal masyarakat luas yaitu dengan metode 3R (reduce, reuse, recycle). Arti dari reduce yaitu mengurangi sampah atau mengurangi penggunaan produk yang nantinya berpotensi menjadi sampah. Kemudian terdapat reuse, yaitu menggunakan kembali barang yang sudah digunakan, contohnya menggunakan kembali botol sabun mandi dan membeli produk isi ulangnya. Terakhir ada recycle, atau mendaur ulang suatu barang sehingga menjadi barang baru yang biasanya memiliki nilai ekonomis (Aqua, 2021).

Adapula perbuatan kecil yang dapat mengurangi timbunan sampah yaitu dengan memilah sampah atau memisahkan sampah berdasarkan jenisnya, terdapat sampah organik atau sampah yang mengandung sel hidup, biasanya sampah organik ini digunakan sebagai pupuk. Adapula sampah non-organik atau sampah yang dapat didaur ulang, contohnya seperti kertas, plastik, kaleng, dan lain sebagainya. Dengan pemilahan sampah yang mereka gunakan, maka masyarakat dapat memisahkan sampah yang tidak layak digunakan kembali maupun sampah yang dapat didaur ulang atau digunakan kembali.

Namun, walaupun terdapat banyak cara untuk mengurangi timbunan sampah di Indonesia, kesadaran masyarakat mengenai lingkungannya masih kurang. Sebagian besar masyarakat bahkan tidak menyadari pentingnya menjaga lingkungan dari sampah. Hal ini ditandai dengan banyaknya masyarakat yang membuang sampah tidak pada tempatnya, kurang bijak menggunakan plastik atau barang lain sehingga menghasilkan sampah, serta kebiasaan buruk lainnya.

Bahkan, membuang sampah pada tempatnya saja masih belum cukup untuk meminimalisir tumpukan sampah di Indonesia, karena pada dasarnya seluruh sampah akan dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan menumpuk disana. Oleh karena itu, pemilahan sampah sangat berpengaruh untuk memisahkan jenis sampah yang masih layak digunakan dan yang sudah tidak layak digunakan.

Studi yang dilakukan oleh Unilever Indonesia bersama Sustainable Waste Indonesia (SWI) dan Indonesian Plastic Recyclers (IPR), mengenai pengolahan sampah di pulau jawa menunjukkan hasil yang memprihatinkan. Penelitian yang dilakukan sepanjang Oktober 2019 hingga Februari 2020 tersebut menyimpulkan, masyarakat perkotaan Pulau Jawa menghasilkan sekitar 189.000 ton per bulan atau 6.300 ton per hari sampah plastik. Dari jumlah tersebut hanya sekitar 11,83% sampah yang dikumpulkan kemudian didaur ulang, sedangkan sekitar 88,17% sampah lainnya masih diangkut ke TPA dan berserakan disana (Femina, 2020).

Data Survei Kesadaran Manajemen Sampah Waste4Change 2019 yang melibatkan 429 responden di DKI Jakarta dan sekitarnya mengungkapkan saat ini baru 49,2% rumah tangga yang memilah sampah,sementara 50,8% rumah tangga lainnya tidak memilah sampah (Handayani, 2020).

Adapun penelitian yang dilakukan di Provinsi Sumatra Utara, disebutkan bahwa Pemerintah Provinsi Sumatra Utara baru bisa menangani 11% dari total volume sampah 3,69 juta ton per tahun. Artinya 89 persen sampah di Sumut tak terkelola (Nur Alfi, 2020).

Sampah yang menumpuk merupakan sesuatu yang dapat dihindari, namun apabila hal tersebut sudah terjadi, maka diperlukan penanganan seperti daur ulang sampah. Adapun pencegahan untuk hal tersebut, yaitu dengan menggunakan kembali barang, menggunakan barang dengan bijak, membangun bank sampah atau mengirim sampah ke bank sampah. 


Daftar Pustaka

Aqua, b. b. (2021, Juni 23). Apa Itu 3R ()Reduce, Reuse, Recycle): Pengertian dan Contohnya. Retrieved November 29, 2022, from Bijak Berplastik: https://bijakberplastik.aqua.co.id/publikasi/edukasi/apa-itu-3r-reduce-reuse-recycle-pengertian-dan-contohnya/

Femina. (2020, agustus 24). Masyarakat Pulau Jawa Hasilkan 189.000 Ton Sampah Plastik Per Bulan, Hanya 11,83% yang Didaur Ulang. Retrieved november 30, 2022, from femina: https://www.femina.co.id/trending-topic/masyarakat-pulau-jawa-hasilkan-189-000-ton-sampah-plastik-perbulan-hanya-11-83-yang-didaur-ulang

Handayani, I. (2020, Desember 17). Kesadaran Masyarakat Kelola Sampah Rendah. Retrieved november 29, 2022, from investor.id: https://investor.id/national/231383/kesadaran-masyarakat-kelola-sampah-rendah#:~:text=mengungkapkan%20saat%20ini%20baru%2049%2C2%25%20rumah%20tangga%20yang,berbagai%20pihak%20baik%20konsumen%2C%20masyarakat%2C%20pemerintah%20dan%20industri.

Nur Alfi, A. (2020, februari 16). 89 Persen Sampah di Sumut tak Terkelola. Retrieved november 30, 2022, from sumatra: https://sumatra.bisnis.com/read/20200216/533/1202014/89-persen-sampah-di-sumut-tak-terkelola#:~:text=Oleh%20karena%20itu%2C%20Pemprov%20Sumatra%20Utara%20tengah%20mencari,Namun%2C%20sampah%20yang%20terkelola%20di%20Sumut%20baru%2011%25.

Setiawan, A. (2021, februari 23). Membenahi Tata Kelola Sampah Nasional. Retrieved november 29, 2022, from indonesia.go.id: https://www.indonesia.go.id/kategori/indonesia-dalam-angka/2533/membenahi-tata-kelola-sampah-nasional

 


 

Penulis: Zafira Ramadina Nurulfida

Editor: Afiqah Nazifatul Latif

 

 

Kamis, 08 Desember 2022

Memantau Pudarnya Pesona Academy Respect, and Academy Honesty dalam Kehidupan Bersekolah di Indonesia


Pendidikan Menurut UU Sisdiknas adalah “Usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya sendiri untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara (Pndkarakter; 2012). Pendidikan menurut UNESCO “education is now engaged is preparing-ment for a life society which does not yet exist” (bahwa pendidikan itu sekarang adalah untuk mempersiapkan manusia bagi suatu tipe masyarakat yang masih belum ada), jadi menurut UNESCO sistem pendidikan mungkin saja berubah sesuai dengan perkembangan masyarakat dan pengalihan nilai kebudayaan (transfer of culture value). Oleh sebab itu, pendidikan saat ini tidak dapat dilepaskan dari pengaruh pendidikan masa lalu, kebutuhan sekarang, maupun masa depan.

Peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia selalu dilakukan oleh pemerintah demi mencapai tujuan pendidikan yang maksimal dan telah diamanatkan pada Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Berbagai program terus direalisasikan oleh pemerintah agar dapat mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan, seperti penyempurnaan orientasi pendidikan merdeka belajar, kurikulum merdeka dan penguatan profil pelajar Pancasila. Bentuk-bentuk peningkatan kualitas pendidikan tersebut diharapkan mampu membentuk karakter peserta didik Indonesia yang lebih baik kedepannya, Snyder et al., (2012). Tentunya peningkatan karakter juga harus diimbangi dengan penerapan strategi pembelajaran yang mempu mengembangkan nilai-nilai dari profil pelajar Pancasila. Penerapan strategi yang kreatif dan inovatif dalam pelaksanaan pendidikan dapat menjembatani terwujudnya sekolah yang berprestasi, (Seechaliao, 2017). Sehubungan dengan itu, untuk mewujudkan nilai-nilai karakter Pancasila Pemerintah juga terus memperbaharui standar pendidikan dengan dikeluarkannya Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2022 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan (2022). Tapi pada dasarnya semua peraturan yang dikeluarkan pemerintah semata-mata hanyalah bertujuan agar pendidikan Indonesia terus meningkat dan maksimal.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menyatakan bahwa transformasi pendidikan dapat dimulai dengan menempatkan kembali karakter sebagai ruh atau dimensi terdalam pendidikan nasional yang berdampingan dengan intelektualitas yang tecermin dalam kompetensi. Dengan karakter kuat beserta kompetensi yang tinggi, akan bisa menghasilkan pendidikan yang baik. Ada lima nilai utama karakter yang saling berkaitan membentuk jejaring nilai karakter yang perlu dikembangkan sebagai prioritas. Salah satunya nilai karakter integritas, yaitu mendasari perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan diri sebagai orang yang akan selalu dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan.

Tinjauan integritas dalam konteks pendidikan dikenal dengan sebutan integritas akademik (academic integrity). Istilah integritas akademik banyak digunakan sebagai proxy untuk perilaku siswa, terutama yang berkaitan dengan plagiarism dan kecurangan (Macfarlane dkk, 2012). The International Center for Academic Integrity (ICAI, 2014) mendefinisikan integritas akademik sebagai komitmen pada lima nilai-nilai fundamental yaitu: kejujuran (honesty), kepercayaan (trust), keadilan (fairness), menghargai (respect), dan bertanggung jawab (responsibility). Dengan adanya kelima nilai ini, ditambahkan keberanian (courage) untuk bertindak dalam menghadapi kesulitan yang merupakan hal mendasar bagi akademik. Selanjutnya, The Center Academic Integrity Fisher College di Boston (Gabriella dkk. 2012) menjelaskan integritas akademik adalah sebuah komitmen, bahkan dalam menghadapi kesulitan, yang memiliki lima nilai dasar yaitu kejujuran, kepercayaan, keadilan, menghargai, dan tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut mengalirkan prinsip perilaku yang memungkinkan komunitas akademik untuk menerjemahkan ide, pikiran, atau cita-cita ke dalam tindakan. Namun, masih terdapat banyak kasus dalam kehidupan bersekolah di Indonesia yang berhubungan dengan pudarnya nilai-nilai integritas beberapa diantaranya;

Academy Respect yaitu aksi bullying. Menurut Astuti (2008) pelaku bullying biasanya agresif baik secara verbal maupun fisikal, ingin popular, sering membuat onar, mencari-cari kesalahan orang lain, pendendam, iri hati, hidup berkelompok dan menguasai kehidupan sosial di sekolahnya. Selain itu pelaku bullying juga menempatkan diri di tempat tertentu di sekolah atau di sekitarnya, merupakan tokoh popular di sekolahnya, gerak geriknya sering kali dapat ditandai dengan sering berjalan di depan, sengaja menabrak, berkata kasar, dan menyepelekan/ melecehkan. Riauskina, Djuwita, dan Soesetio mendefinisikan school bullying sebagai “Perilaku agresif yang dilakukan berulang-ulang oleh seorang atau sekelompok pelajar yang memiliki kekuasaan, terhadap pelajar lain yang lebih lemah, dengan tujuan menyakiti orang tersebut”. Aksi lainnya adalah masalah perselisihan di sekolah yang merupakan kelanjutan dari krisis rasa menghargai antar sesama siswa. Pihak yang merasa hebat menjadi berselisih dengan kelompok siswa yang merasa dirugikan.

Academy Honesty yaitu aksi ketidakjujuran akademik/menyontekPerilaku menyontek atau disebut juga dengan ketidakjujuran akademik, menjadi isu yang sangat diperhatikan oleh para

dosen/guru dan praktisi pendidikan. Hal ini dikarenakan beberapa penelitian yang secara konsisten menunjukkan jumlah siswa dan mahasiswa yang melakukan kecurangan akademik (Smith dkk, 1998; Grijalva dkk, 2006). 72,6% siswa telah menyontek pada ujian dengan pilihan ganda (Semerci, 2006). 41,1% saling memberitahu, dan 38,4% melihat jawaban temannya. Salah satu penyebab ketidakjujuran adalah dorongan eksternal dan internal (Mazar, dkk 2008). Dorongan eksternal berupa harapan akan keuntungannya. Individu menyontek karena mengharapkan keuntungan dalam bentuk nilai yang akan diperolehnya akan menjadi lebih baik. Kedua adalah dorongan internal berupa konsep kejujuran dalam dirinya. Perilaku menyontek berkaitan dengan keputusan seseorang untuk jujur didasari oleh penghargaan dalam dirinya. Dalam hal ini, secara internal individu akan senantiasa dihadapkan pada pilihan untuk memperoleh keuntungan dari menyontek atau mengembangkan konsep diri yang positif untuk jujur. Hal ini karena perilaku menyontek sebagai perilaku tidak jujur sangat berhubungan dengan konsep diri individu tentang nilai kejujuran dalam dirinya, maka salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah pentingnya pengembangan kejujuran akademik siswa.

Berbagai faktor yang datang bisa menjadi alasan untuk individu melakukan pelanggaran akademik, baik itu dari dalam maupun dari luar diri siswa. Motivasi dari dalam diri sangat diperlukan agar seorang individu untuk tetap berkomitmen dalam memelihara integritas akademiknya.

Diharapkan setiap sekolah di Indonesia memberikan bimbingan moralitas dan pendidikan karakter untuk siswanya. Perlu adanya kerja sama harmonis antara siswa dan guru bimbingan Konseling. Serta, pentingnya peran guru di sekolah untuk memantau sikap siswa di luar maupun di dalam kelas untuk tercapainya tujuan pendidikan yang maksimal dengan nilai karakter integritas.


Daftar Pustaka

Christina, K. (2017). UPAYA MENINGKATKAN INTEGRITAS DAN FOKUS DALAM . Vol.2, No.1 JURNAL IDEGURU , 63-70.

Fitri, S. (2016). Peran Kejujuran Akademik (Academic Honesty) dalam Pendidikan Karakter. Vol 6 No 1 Jurnal Khatulistiwa – Journal of Islamic Studies, 87-100.

Halim, R. A. (2017). P E N D I D I K A N K A R A KTE R A DA L A H . Vol. 1, No. 1, 113-128.

Nunuk, S. (2015). KASUS BULLYING DALAM KALANGAN PELAJAR . Vol 5 No.2 Jurnal Ilmiah Hukum Dirgantara – Fakultas Hukum Universitas Suryadarma, 57-70.

Ruzika, H. (2021). PENTINGNYA INTEGRITAS AKADEMIK. Vol. 1, No. 2 Journal of Education and Counseling, 115 - 124.

Sulastri Sulastri, S. S. (2022). Penguatan pendidikan karakter melalui profil pelajar pancasila . Vol.7, No.3 JRTI (Jurnal Riset Tindakan Indonesia), 413-420.

ZAKIYAH ELA ZAIN, H. S. (2017). FAKTOR YANG MEMPENGARUHI REMAJA DALAM MELAKUKAN . Vol 4 No: 2 Jurnal Penelitian & PPM, 129 - 389.


Penulis: Motia Inetyarumbuy Iwana
Editor: Waode Alifya Fatimah Azzahroh


 

Minggu, 04 Desember 2022

HARI KEMERDEKAAN INDONESIA

 Negaraku Indonesia adalah negara kepulauan yang sangat luas, dengan jumlah penduduk tidak kurang dari 273 juta jiwa, kaya akan keberagaman, setiap daerah memiliki adat budanya masing-masing, beragam macam bahasa daerah dan lainnya. Kini negaraku Indonesia hidup dengan tenang dan bebas melakukan yang kita inginkan. Kita tidak perlu lagi khawatir dengan penjajah yang merusak rumah dan menyiksa kita.

Tapi demi mendapat kedamaian dan kebebasan tersebut tidaklah mudah, butuh perjuangan yang sangat sulit untuk mendapatkannya. 

Kesengsaraan dan siksaan beratus-ratus tahun dari penjajah yang menimpa bangsa Indonesia saat itu melahirkan orang-orang pilihan, yaitu mereka yang jiwanya terpanggil untuk membebaskan bangsa ini dari belenggu penjajahan yang kita sebut sebagai pahlawan.


Para pahlawan rela berkorban demi membebaskan Negara ini dari para penjajah, 

Merka rela bertumpah darah dan nyawanya semua dilakukan demi kebebasan Negeri ini, menghilangkan kekerasan atau kesengsaran negeri ini saat itu.


Jumat, 17 Agustus 1945 adalah momen paling bersejarah bagi bangsaku. Saat itu ratusan ribu orang berkumpul di sebuah pekarangan,dan mengisi jalan untuk mendengarkan Proklamasi, tanda keberhasilan perjuangan bangsa ini untuk merebut kembali kemerdekaannya, setelah ratusan tahun dalam belenggu kolonialisme. 

Untuk meraih semuanya amat perlu perjuangan, kucuran darah, nyawa melayang apapun rela dikorbankan, hingga akhirnya hasil hembusan nafas para pejuang terbayarkan, pejuang proklamator yang mencurahkan ide di satu pengumuman kemerdekaan singkat namun penuh arti.

Kemerdekaan bukanlah sekedar lepas dari jajahan bangsa asing/penjajah dan bukan akhir perjuangan. Tapi makna kemerdekaan sebenarnya ialah  sebagai suatu kebebasan. Bangsa Indonesia menyatakan dirinya merdeka dan harus bebas dari segala macam penindasan dan penguasaan asing. Dengan demikian, bangsa

Indonesia bebas untuk menentukan nasibnya sendiri, berdaulat dan bertanggung jawab.

kemerdekaan indonesia adalah Puncak Perjuangan Bangsa Indonesia. Indonesia yang telah berjuang mati-matian, mulai dari kedatangan belanda sampai pada penjajahan Jepang akhirnya sampai pada puncaknya pada saat proklamasi perjuangan itu dilakukan.


kemerdekaan indonesia adalah jembatan emas atau jalan menuju masyarakat yang adil, makmur dan juga sejahtera. Dengan demikian, kemerdekaan bukan berarti perjuangan telah selesai tetapi justru baru akan dimulai dengan tantangan yang berbeda. Dan masih banyak makna kemerdekaan lainnya.


Perjuangan merebut kemerdekaan bangsa, sangatlah berat. Kita harus selalu mengingat pesan proklamator Sukarno bahwa merebut kemerdekaan itu sangat berat, tapi jauh lebih berat lagi mengisi dan mempertahankan kemerdekaan tersebut. “Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menghargai jasa para pahlawanya”


Sebagai rakyat dan pelajar Indonesia kita harus menanamkan/meneladani sikap para pahlawan dengan cara cinta tanah  air, rasa cinta tanah air harus dipupuk sejak dini, misalnya bangga dengan bangsa sendiri, mempelajari sejarah perjuangan para pahlawan, mencintai/menggunakan produk dalam negeri, mengharumkan nama bangsa dan lain sebagainya


rela berkorban bukan untuk kepentingan sendiri/golongan tapi demi kepentingan bersama,  Sama halnya dengan para pahlawan, mereka rela berkorban mempertaruhkan nyawanya untuk mempertahankan kemerdekaan. 


pantang menyerah saat mengalami suatu kegagalan kita jangan menyerah begitu saja tapi harus bangkit dari kegagalan tersebut dan belajar atau memperbaiki kesalahan 

rajin belajar merupakan salah satu contoh meneladani jasa para pahlawan karena kita sebagai generasi muda adalah penerus bangsa. Maka dari itu kita harus mengejar cita-cita bangsa, sehingga perjuangan para pahlawan tidak sia-sia


saling menghormati dan menghargai perbedaan suku, budaya, agama, ras, daerah, dan lain-lain karena untuk mencapai kemerdekaan,  juga dengan adanya sikap saling menghormati dan menghargai maka akan terciptanya kehidupan yang aman dan tentram tidak ada lagi kekacauan yang terjadi di Negara ini itulah mengapa kita perlu untuk menjunjung tinggi semboyan “Bhinneka Tunggal Ika” artinya berbeda-beda tetap satu.

Jadi jangan anggap Negara ini merdeka jika masih terjadi banyak kekacauan atau perkelahian, korupsi, dan lainnya di Negara ini. Kemerdekaan bukan hanya lepas dari masa penjajahan bangsa asing atau bukan berarti perjuangan telah selesai tetapi justru baru akan dimulai dengan tantangan yang berbeda. 

Penjajah bukan hanya berasal dari bangsa asing yang datang ke suatu Negara kemudian merebut segalnya tapi penjajah juga berasal dari Negara sendiri yang menghancurkan Negaranya sendiri.


“Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menghargai jasa para pahlawanya”




Penulis: Aliyatur Rafiqah Nur
Editor: Waode Alifya Fatimah Azzahroh

Gravity Storage: Penyimpanan Energi Bberskala Besar Penunjang Akselerasi Penggunaan Kendaraan Lis

 

I.        PENDAHULUAN

Pencemaran udara terjadi karena masuknya zat baru atau berbeda yang dapat menggangu lingkungan sekitar. Berdasarkan Undang-Undang Pokok Pengolahan Lingkungan Hidup No. 4 Tahun 1982, pencemaran lingkungan atau polusi adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat energi, dan komponen lain ke dalam lingkungan, atau berubahnya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia oleh proses alam sehingga kualitas lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai peruntukkannya (Abidin, dkk., 2019). Data Kementerian ESDM mencatat, bahwa pada tahun 2016 sektor transportasi di Indonesia yang menjadi penyebab pencemaran udara mencapai 1,28 juta ton CO2 dengan rata-rata peningkatan 6,7% per tahun (Wijaya, dkk., 2021), yang bila dibandingkan dengan jumlah kendaraan BBM pada tahun 2018 hanya mencapai 146 juta.

Peningkatan jumlah unit kendaraan tiap tahunnya di Indonesia mengakibatkan peningkatan produksi emisi. Pada tahun 2050, diperkirakan jumlah emisi yang diproduksi oleh kendaraan BBM meningkat dua kali lipat dari tahun-tahun sebelumnya apabila tidak dilakukan tindakan mulai dari sekarang (Yong, dkk., 2015). Dengan peningkatan penghasilan emisi kendaraan BBM maka pemerintah menawarkan solusi berupa pengalihan kendaraan BBM menjadi kendaraan listrik dengan tujuan menuju Indonesia bebas emisi pada kendaraan BBM, dibuktikan pada Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai atau Battery Electric Vehicle (Dani, 2020).

Kendaraan listrik merupakan inovasi terbaru yang dipercaya dapat mengurangi tingkat produksi emisi pada kendaraan BBM dengan tiga komponen ramah lingkungan, yaitu baterai, motor eletrik, dan charger. Menurut data Rencana Umum Energi Nasional (RUEN), pada tahun 2050 Indonesia wajib mencapai sebanyak 2.200 unit kendaraan listrik roda empat dan 2,1 juta unit kendaraan listrik roda dua (Nur dan Kurniawan, 2021). Pertanyaannya, apakah hanya dengan mengatasi pengurangan emisi pada kendaraan BBM dapat benar-benar membuat Indonesia menjadi lebih hijau? Perlu diingat bahwa gas buang atau emisi dapat disebabkan oleh 3 hal, yaitu transportasi, pembangkit listrik, dan industri pabrik. Menurut (Fakhrizal, 2022), seiring dengan perkembangan teknologi dan pertumbuhan penduduk, maka penggunaan energi listrik akan lebih besar dan manusia lebih bergantung pada energi listrik. Hingga saat ini penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) menjadi kontributor pembangkitan terbesar di Indonesia dengan kapasitas pemasangan mencapai 32,920 MW di tahun 2020 (Badan


Pusat Statistik, 2021). Sedangkan emisi yang dihasilkan oleh PLTU sebesar 122,5 juta ton CO2 atau 70% dari seluruh emisi pembangkit listrik (Arinaldo, dkk., 2019).

Terdapat banyak jenis pembangkit listrik yang dapat menjadi alternatif lainnya selain PLTU dengan emisi terbesar, diantaranya seperti Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG), Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU), Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP), Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH), Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB), serta Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). PLTS merupakan pembangkit listrik yang ramah lingkungan, dapat mengurangi biaya penggunaan listrik harian, serta dapat memonitoring penggunaan listrik melalui aplikasi. Menurut data dari (Setiawan, 2022), kapasitas pemasangan PLTS saat ini di Indonesia mencapai 62 MW dengan emisi yang dihasilkan oleh mencapai 20,32% (Sulistiawati dan Yuwono, 2019).

Indonesia yang mengalami peningkatan penggunaan energi listrik di masa depan membutuhkan penyimpanan energi berskala besar untuk mengurangi kemungkinan terjadinya oversupply, yaitu dengan menggunakan penyimpanan energi listrik berskala besar berupa menara di ruang lapang yang dapat mengubah energi potensial gravitasi menjadi energi listrik, merupakan konsep dari Gravity Storage.

 

II.     PEMBAHASAN

Pengalihan kendaraan BBM menjadi kendaraan listrik akan mengakibatkan penggunaan energi listrik lebih besar (oversupply). Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang saat ini mendominasi di Indonesia juga menyebabkan produksi emisi meningkat. Atas permasalahan tersebut, diperlukan peralihan PLTU menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). PLTS adalah pembangkit listrik yang mengubah energi surya menjadi energi listrik. Pembangkitan listrik dengan energi surya dapat dilakukan secara langsung menggunakan fotovoltaik atau secara tidak langsung dengan pemusatan energi surya. Dalam kajian ini, penulis menggunakan PLTS yang memakai fotovoltaik (Wikipedia, 2017).

Selain itu, penerapan penyimpanan energi listrik berskala besar akan sangat dibutuhkan untuk kedepannya. Penyimpanan energi listrik berskala besar diantaranya yaitu Lithium Ion, Flow, Hydrogen, Pumped Storage Hydro, dan Gravity Storage. Diantara penyimpanan energi tersebut, Gravity Storage menjadi teknologi penyimpanan energi berskala besar yang paling tahan lama, paling ekonomis, dan memiliki efisiensi siklus yang tinggi (80% - 90%) jika dibandingkan dengan penyimpanan energi skala besar lainnya (40% - 80%). Gravity Storage merupakan konsep penyimpanan energi dengan cara mengubah energi potensial gravitasi menjadi energi listrik. Gravity Storage juga menggunakan sumber daya alami sehingga tidak menghasilkan polusi udara dan tidak memiliki risiko kebakaran yang disebabkan oleh zat kimia. Selain itu, penyimpanan energi ini memiliki kemampuan beradaptasi geografis yang baik, memungkinkan pengoperasian yang andal di lingkungan panas maupun lembab (Tong, dkk., 2022). Sehingga Gravity Storage merupakan tempat penyimpanan energi skala besar yang paling tepat untuk digunakan.


Gravity Storage telah diterapkan di beberapa negara; Swiss memulai proyek Gravity Storage sejak tahun 2018 dan pada Juli 2020 baru saja menyelesaikan pembangunannya. Kini Swiss sedang dalam tahap pengujian akhir dan uji coba perangkat lunak (Vault, 2021). Sedangkan di China menerapkan Gravity Storage dengan menggunakan balok seberat 30 ton pada menara derek 6 lengan (Bellini, 2022).

Untuk menghasilkan energi listrik dari Gravity Storage, diperlukan energi potensial gravitasi untuk memindahkan massa ke arah yang berlawanan dengan gravitasi bumi. Dinyatakan dengan persamaan:

ΔE = m x g (h1-h2)

Keterangan:

E = jumlah total energi yang dihasilkan ( N) m = massa benda (kg)

g = percepatan benda akibat gravitasi (m/s2) h1 = ketinggian awal benda (m)

h2 = ketinggian akhir benda (m)

Perubahan energi secara langsung berhubungan dengan massa yang berpindah secara vertikal; semakin tinggi massa yang diangkat, semakin banyak energi potensial gravitasi yang tersimpan. Perubahan energi juga berhubungan langsung dengan massa suatu benda; semakin berat massanya, semakin besar perubahan energinya (Wikipedia, 2022).

Gravity Storage bekerja dalam bentuk menara, terdiri dari massa berat, roda gigi, tali kawat, generator, inverter, dan sistem pembangkit listrik yang dalam hal ini menggunakan tenaga surya. Gambar 1 menunjukkan rancangan sistem Gravity Storage. Pada saat cuaca cerah, panel surya menerima radiasi matahari sehingga elektron bergerak dan menghasilkan arus listrik pada sel panel. Arus listrik menghasilkan daya pada terminal sel surya. Inverter mengubah arus searah menjadi arus bolak-balik untuk digunakan dalam jaringan. Energi listrik dari proses ini kemudian digunakan dalam mesin listrik, mengubah energi listrik menjadi energi mekanik yang bekerja pada pengangkatan massa berat melalui pusat kendali sistem katrol. Ketika massa berat naik, energi potensialnya meningkat dan saat mencapai bagian atas, energi tersebut kemudian disimpan sebagai energi potensial gravitasi (Ruoso, dkk., 2019).

Gambar 1. Menara Gravity Storage (Irving, 2020)

 

Ketika permintaan energi meningkat dalam periode tanpa matahari, seperti malam, maka akan terjadi pelepasan energi. Massa dilepaskan turun


dan generator merubah energi potensial gravitasi menjadi energi listrik. Energi yang dihasilkan dari Gravity Storage adalah bentuk energi terbarukan (Wikipedia, 2022).

Energi listrik yang dihasilkan akan dialirkan melalui tiang listrik ke rumah penduduk, sehingga mereka bisa mengisi ulang kendaraan listrik ataupun untuk kebutuhan listrik lainnya menggunakan listrik dari Gravity Storage. Gambar 2. menunjukkan alur proses Gravity Storage.







Gambar 2. Skema Gravity Storage

 

Gravity Storage akan menyediakan pengalihan sumber daya menjadi energi listrik yang luar biasa. Tetapi akan dibutuhkan banyak menara Gravity Storage yang menyebabkan dibutuhkannya pula lahan yang luas. Gambar 3 menunjukkan lahan menara Gravity Storage. Selain itu penggunaan tiang listrik yang banyak juga akan mengeluarkan banyak biaya, dan untuk benar-benar merealisasikan ide ini, butuh usaha yang serius dari pemerintah.

Gambar 3. Lahan Gravity Storage (Lane, 2022)

 

Solusi atas masalah yang akan terjadi jika dilakukan pengalihan kendaraan BBM menjadi kendaraan listrik yaitu dengan menggunakan Gravity Storage. Jika penggunaan kendaraan BBM diganti menjadi kendaraan listrik, akan timbul penggunaan listrik yang lebih banyak dan akan terjadi emisi karbon. Dengan Gravity Storage, hal tersebut bisa dihindari. Gravity Storage yaitu konsep penyimpanan energi berskala besar dan tahan lama dari sumber daya, sehingga tidak akan menyebabkan emisi karbon ataupun risiko berbahaya lainnya seperti kebakaran yang disebabkan


oleh zat kimia. Karena itu penulis memilih Gravity Storage sebagai solusi atas permasalahan yang akan terjadi.

 

III.     KESIMPULAN DAN SARAN

Kendaraan listrik tidak ramah lingkungan. Fakta bahwa setiap proses pemenuhan sumber daya kendaraan listrik di Indonesia masih mengandalkan pembangkit listrik dengan produksi emisi yang mencapai 122.5 juta ton CO2. Ditambah lagi pengalihan kendaraan BBM menjadi kendaraan listrik akan mengakibatkan penggunaan energi listrik lebih besar (oversupply). Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang saat ini mendominasi di Indonesia juga menyebabkan produksi emisi meningkat. Dari permasalahan tersebut, disimpulkan bahwa PLTU perlu dialihkan ke Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Selain itu akan dibutuhkan juga penerapan penyimpanan energi listrik jangka panjang dan berskala besar untuk kedepannya. Atas permasalahan tersebut, Gravity Storage menjadi solusi dari pencegahan terjadinya oversupply di masa depan. Dibandingkan dengan penyimpanan energi lainnya, diketahui bahwa Gravity Storage lebih ramah lingkungan. Terlebih bila divariasikan dengan PLTS yang nol emisi.

Ide solusi atas permasalahan dalam kajian ini perlu dilakukan riset lebih lanjut. Penulis berharap adanya bantuan dari peneliti untuk dilakukannya riset atas ide ini. Penulis juga mengharapkan peran yang sangat besar dari pemerintah, Perusahaan Listrik Negara (PLN), serta inventor Indonesia atas ide ini.


DAFTAR PUSTAKA

Abidin, Jainal., Hasibuan, Ferawati Artauli., 2019 . Pengaruh Dampak Pencemaran Udara Terhadap Kesehatan Untuk Menambah Pemahaman Masyarakat Awam Tentang Bahaya Dari Polusi Udara. Prosiding Seminar Nasional Fisika Universitas Riau IV.

Arinaldo, Deon., Mursanti, Erina., Tumiwa, Fabby., 2019. Implikasi Paris Agreement terhadap Masa Depan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Batubara di Indonesia. Institute for Essential Services Reform (IESR), 1-12.

Badan Pusat Statistik, 2021. Kapasitas Terpasang PLN menurut Jenis Pembangkit Listrik (MW), 2018-2020. Badan Pusat Statistik. Diakses pada November 17, 2022,            dari https://www.bps.go.id/indicator/7/321/1/kapasitas-terpasang-pln- menurut-jenis-pembangkit-listrik.html

Bellini, Emiliano., 2022. Energy Vault to Deploy 2 GWh of Gravity Storage in China. pv magazine. Diakses pada 17 November 2022, dari https://www.pv- magazine.com/2022/09/16/energy-vault-to-deploy-2-gwh-of-gravity-storage-in- china/

Dani, A. W., 2020 . Kajian Tentang Uji Jalan Kendaraan Listrik Dengan Studi Kasus Perjalanan Bandung Jakarta. Jurnal Teknologi Elektro, Vol. 11(No. 2), hal. 64-71.

Energy Vault., 2021. EV1 Commercial Demonstration Unit. Energy Vault. Diakses pada 17 November 2022, dari https://www.energyvault.com/cdu

Fakhrizal, Muhammad Miftah., 2022. Euforia Kendaraan Listrik, Apakah Sehijau yang Kita Pikirkan?. Kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.

Diakses pada 17 November 2022, dari https://www.its.ac.id/news/2022/03/11/euforia-kendaraan-listrik-apakah-sehijau- yang-kita-pikirkan/

Irving, Michael., 2020. Prototype Gravity-Based Energy Storage Systen Begins Construction.         New                           Atlas.   Diakses  pada          17                           November          2022,        dari https://newatlas.com/energy/gravitricity-gravity-renewable-energy-storage- system/

Lane, Alasdair., 2022. Can Gravity Batteries Solve Our Energy Storage Problems?.        BBC.      Diakses                         pada        17                November                         2022,       dari https://www.bbc.com/future/article/20220511-can-gravity-batteries-solve-our- energy-storage-problems

Nur, A. I. & Kurniawan, A. D., 2021. Proyeksi Masa Depan Kendaraan Listrik di Indonesia: Analisis Perspektif Regulasi dan Pengendalian Dampak Perubahan Iklim yang Berkelanjutan. Jurnal Hukum Lingkungan Indonesia, Vol. 7(No. 2), hal. 197 - 220.

Ruoso, Ana Cristina., Caetano, Nattan Roberto., Rocha, Luiz Alberto Oliveira., 2019. Storage Gravitational Energy for Small Scale Industrial and Residential Applications. Journal Inventions. hal. 1-13.


Setiawan, Verda Nano., 2022. Duh, Pembangunan PLTS Atap 450 MW Tahun Ini Ditunda.    CNBC     Indonesia.     Diakses     pada     November     17,     2022, dari https://iesr.or.id/v2/publikasi_file/PLTU-dan-Paris-Agreement.pdf

Sulistiawati, Eka., Yuwono, Bambang Endro., 2019. Analisis Tingkat Efisiensi Energi                                                                                Dalam

Penerapan Solar Panel Pada Atap Rumah Tinggal. Prosiding Seminar Intelektual Muda #2, Peningkatan Kualitas Hidup dan Peradaban Dalam Konteks IPTEKSEN, 325-330.

Tong, Wenxuan., Lu, Zhengang., Chen, Weijiang., Han, Minxiao., Zhao, Guoliang., Wang, Xifan., Deng, Zanfeng., 2022. Solid Gravity Energy Storage: A Review. The Journal of Energy Storage, hal. 1-30.

Wikipedia., 2022. Gravity Battery. Wikipedia. Diakses pada 16 November 2022, dari https://en.wikipedia.org/wiki/Gravity_battery#Mechanisms_and_parts

Wikipedia., 2017. Pembangkit Listrik Tenaga Surya. Wikipedia. Diakses pada 17 November     2022,                                                                   dari https://id.wikipedia.org/wiki/Pembangkit_listrik_tenaga_surya


         Penulis: Alya Febriana Cipta

         Editor: Alya Febriana Cipta  


Resensi Lagu Pluto Projector By Rex Orange County

  Artis: Rex Orange County Dirilis: 2019 Album: Pony Genre: Alternatif/Indie Rsensi Lagu: Lagu ‘Pluto Projector’ milik Rex Orange ...