Tampilkan postingan dengan label XI IPA 1 Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label XI IPA 1 Artikel. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Desember 2022

Perjalanan Erika dan Indan Raih Juara 2 di PIL LSIP FKIP UHO 2022

Erika Fajriyana Nurrohmah dan Indan Delilah Adlani, tim KIR kelas 11 MAN Insan Cendekia Kota Kendari berhasil meraih juara dua di PIL LSIP FKIP UHO 2022, Pekan Ilmiah “Lingkar Studi Ilmiah dan Penalaran” yang diselenggarakan oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Halu Oleo pada bulan Agustus-November 2022 dengan tema Peran Generasi Muda dalam Meningkatkan Sumber Daya Lokal Indonesia sebagai Upaya Mendukung Tercapainya SDGs di Era Society 5.0”.

Perlombaan ini dibagi dalam dua kategori yaitu PIL LSIP FKIP UHO tingkat SMA/SMK/MA sederajat di Sulawesi Tenggara dan PIL LSIP FKIP UHO tingkat nasional yang mana para peserta merupakan para mahasiswa yang terdaftar di unversitas di Indonesia.

Meski sempat ragu karena belum pernah mengikuti lomba karya ilmiah, namun niat untuk menuntut ilmu dan keinginan meraih pengalaman pengembangan diri membuat Erika dan Indan tetap melangkah untuk mencoba.

Sesi pelaksanaan PIL LSIP FKIP UHO 2022 sendiri dilangsungkan secara online dan offline, dimulai dari sesi pendaftaran, pengumuman seleksi berkas, pengiriman abstrak, pengumuman, pengiriman proposal, pengumuman semifinal, pengiriman hasil penelitian, pengumuman finalis, presentasi dan pengumuman juara.

Sampai hari ini, minat tersebut tetap ada dan selalu ingin diasah olehnya melalui berbagai cara, salah satunya melalui PIL LSIP FKIP UHO 2022 yang diikutinya.

Di sekolah, ia mengikuti  ekskul KISs atau singkatan dari “Karya Ilmiah Siswa Madrasah”. Ekskul ini merupakan salah satu program yang dibuat oleh madrasah untuk mendukung dan mengasah kemampuan siswa/i dalam  menulis serta mengembangkan minat dan bakat siswa/I dalam meneliti. Para siswa pertama-tama akan diajar bagaimana cara menulis dan membuat proposal yang baik dan benar. Setelah itu, proposal yang telah jadi akan dikirim ke berbagai perlombaan karya ilmiah baik itu tingkat kota, provinsi, nasional bahkan international. Salah satunya adalah tim Erika dan indan dengan judul “Terapi Reminiscence sebagai Strategi Meningkatkan Harga Diri Rendah bagi Lansia di Panti Sosial Kendari”. 

Erika menyebutkan bahwa ia memiliki minat yang tinggi di bidang ilmu sosial dan humaniora, demi membangun kebermanfaatan kelak bagi sesama manusia. “Saya sangat suka berinteraksi dengan orang lain karena saya merasa itu sangat seru, menyenangkan sekaligus menantang bagi diri saya. saya harus menghadapi berbagai macam orang dengan seribu kepribadian. Oleh karena itu saya memutuskan mengambil judul ini dan membuat tim bersama Indan,” ujarnya.


Akhirnya Erika dan Indan berhasil membuktikan diri dan kemampuan mereka di PIL LSIP FKIP UHO 2022  yang diikuti oleh peserta yang berasal berbagai sekolah di Sulawesi Tenggara.

 Pada awalnya saya dan Indan sudah siap untuk berlapang dada karena tidak masuk 4 nominasi best. Tetapi, ternyata Allah berkehendak lain, Alhamdulillah kami berhasil mendapatkan juara 2 disitu kami sangat terkejut dan seakan tidak percaya bahwa kami dapat sampai di titik ini,” Ujar Erika.

Penulis: Fiqih Nur Istiqamah

Editor: Nauval Afif Muhammad

Kamis, 01 Desember 2022

 

Erika Fajriyana Nurrohmah dan Indan Delilah Adlani, tim KIR kelas 11 MAN Insan Cendekia Kota Kendari berhasil meraih juara dua di PIL LSIP FKIP UHO 2022, Pekan Ilmiah “Lingkar Studi Ilmiah dan Penalaran” yang diselenggarakan oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Halu Oleo pada bulan Agustus-November 2022 dengan tema “Peran Generasi Muda dalam Meningkatkan Sumber Daya Lokal Indonesia sebagai Upaya Mendukung Tercapainya SDGs di Era Society 5.0”.

Perlombaan ini dibagi dalam dua kategori yaitu PIL LSIP FKIP UHO tingkat SMA/SMK/MA sederajat di Sulawesi Tenggara dan PIL LSIP FKIP UHO tingkat nasional yang mana para peserta merupakan para mahasiswa yang terdaftar di unversitas di Indonesia.

Meski sempat ragu karena belum pernah mengikuti lomba karya ilmiah, namun niat untuk menuntut ilmu dan keinginan meraih pengalaman pengembangan diri membuat Erika dan Indan tetap melangkah untuk mencoba.

Sesi pelaksanaan PIL LSIP FKIP UHO 2022 sendiri dilangsungkan secara online dan offline, dimulai dari sesi pendaftaran, pengumuman seleksi berkas, pengiriman abstrak, pengumuman, pengiriman proposal, pengumuman semifinal, pengiriman hasil penelitian, pengumuman finalis, presentasi dan pengumuman juara.

Sampai hari ini, minat tersebut tetap ada dan selalu ingin diasah olehnya melalui berbagai cara, salah satunya melalui PIL LSIP FKIP UHO 2022 yang diikutinya ini.

Di sekolah, ia mengikuti  ekskul KISs atau singkatan dari “Karya Ilmiah Siswa Madrasah”. Ekskul ini merupakan salah satu program yang dibuat oleh madrasah untuk mendukung dan mengasah kemampuan siswa/i dalam  menulis serta mengembangkan minat dan bakat siswa/I dalam meneliti. Para siswa pertama-tama akan diajar bagaimana cara menulis dan membuat proposal yang baik dan benar. Setelah itu, proposal yang telah jadi akan dikirim ke berbagai perlombaan karya ilmiah baik itu tingkat kota, provinsi, nasional bahkan international. Salah satunya adalah tim Erika dan indan dengan judul “Terapi Reminiscence sebagai Strategi Meningkatkan Harga Diri Rendah bagi Lansia di Panti Sosial Kendari”. 

Erika menyebutkan bahwa ia memiliki minat yang tinggi di bidang ilmu sosial dan humaniora, demi membangun kebermanfaatan kelak bagi sesama manusia. “Saya sangat suka berinteraksi dengan orang lain karena saya merasa itu sangat seru, menyenangkan sekaligus menantang bagi diri saya. saya harus menghadapi berbagai macam orang dengan seribu kepribadian. Oleh karena itu saya memutuskan mengambil judul ini dan membuat tim bersama Indan,” ujarnya.


Akhirnya Erika dan Indan berhasil membuktikan diri dan kemampuan mereka di PIL LSIP FKIP UHO 2022  yang diikuti oleh peserta yang berasal berbagai sekolah di Sulawesi Tenggara.

 Pada awalnya saya dan Indan sudah siap untuk berlapang dada karena tidak masuk 4 nominasi best. Tetapi, ternyata Allah berkehendak lain, Alhamdulillah kami berhasil mendapatkan juara 2 disitu kami sangat terkejut dan seakan tidak percaya bahwa kami dapat sampai di titik ini,” Ujar Erika.

Penulis: Fiqih Nur Istiqamah

Editor: Nauval Afif Muhammad

Selasa, 29 November 2022

Hidup Berasrama: Menyenangkan atau Malapetaka?

(fayyadh dan teman asramanya)

 Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia adalah Madrasah Aliyah Negeri setingkat Sekolah Menengah Atas yang menggunakan sistem asrama yang terletak di berbagai tempat di seluruh indonesia dan dibina oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Sekolah ini menerapkan prinsip keseimbangan antara penguasan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan iman dan taqwa.

Pindah ke asrama dari rumah keluarga bisa jadi sangat sulit, ini biasanya diakibatkan perubahan total lingkungan dan lingkaran sosial. Namun, dimungkinkan untuk membuat pengalaman ini lebih menyenangkan jika kita tahu apa yang harus dipersiapkan sebelumnya. Faktanya, setiap orang yang pernah tinggal di asrama mengatakan bahwa itu menantang, tetapi pada akhirnya, itu adalah pengalaman yang berharga.

Fayyadh Raya Andalusia (16) merupakan salah seorang siswa MAN Insan Cendekia Kota Kendari. Fayyadh juga turut merasakan kehidupan berasrama pada masa SMA nya. Berbeda dengan SMA atau MAN reguler yang lain, MAN Insan Cendekia Kota Kendari menerapkan sistem asrama sebagai bagian dari pembelajarannya. “Asrama MAN Insan Cendekia Kota Kendari tidak hanya merupakan sebuah tempat tinggal baru, tapi juga sebagai sekolah kedua bagi saya” ucap Fayyadh.

Aktivitas pembelajaran dikelas biasanya lebih mengenalkan ilmu pengetahuan umum, seperti matematika, sains dan sosial. Namun berbeda dengan aktivitas pembelajaran yang dilakukan di asrama. Aktivitas pembelajaran yang dilakukan di asrama lebih mengenalkan ilmu agama, akidah dan bahasa kepada siswanya. “Saya sampai lelah belajar kitab dan menghafalkan mufradat” keluh fayyadh.

Kehidupan sosial di asrama sangatlah tinggi, para siswa umumnya saling tolong menolong dan melakukan gotong royong dengan sesamanya saat di asrama. Aktivitas ini merupakan bentuk implementasi dari pembelajaran yang dilakukan di sekolah. “Terkadang saya sering sakit saat sore hingga malam, saat jam makan malam tiba, saya sering dibawakan makan malam oleh teman kamar saya” ujar Fayyadh.

Hidup di asrama memang sangat melelahkan, namun dibalik itu semua terdapat hikmah dan pelajaran hidup yang dapat dipetik didalamnya.

Penulis: Nabhil Nandana

Editor: Anggun Sasmi


Senin, 28 November 2022

Persiapan Anggun Sasmi dalam Kegiatan Best Of The Best

 

(Pemotretan Saat Pembukaan Kegiatan Best Of The Best Di SMK 3 Kota Kendari)

 

Best Of The Best adalah sebuah kegiatan pramuka yang diselenggarakan di SMK 3 Kota Kendari yang bertujuan untuk melatih generasi muda agar memaksimalkan setiap potensi yang ada di dalam dirinya, baik itu intelektual, spiritual, sosial, dan fisik.

Anggun Sasmi adalah salah satu siswi MAN IC (Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia) Kota Kendari yang mewakili gugus depan BJ Habibie dan Hasri Ainun untuk mengikuti kegiatan Best Of The Best. "Awalnya saya dipanggil oleh kak Fauzan untuk mengikuti lomba dan mencari anggota sebanyak tujuh orang untuk ikut serta di perlombaan ini" ujar Anggun di kelas saat di wawancarai. 

Setelah Anggun mendapatkan anggota, mereka semua dikumpulkan di kelas XII IPS bersama pembina pramuka yaitu Rifki Arfandi. Kegiatan ini memiliki tujuh cabang lomba yakni, memanah, bussines plan, hasta karya, mobile legend, film pendek, LCT (Lomba Cepat Tepat),dan  pionering.

''kak Rifki memilih saya mengikuti lomba hasta karya bersama Ami dan Sarah, mobile legend bersama kak Fauzan, Rehan, Rafa, dan Alfi, film pendek bersama Nadiyah dan Rehan'', ujar Anggun lagi.

Hari pertama latihan, Anggun menyiapkan konsep hasta karya yang bertema baju dari plastik. Anggun dan teman hasta karyanya diperintahkan untuk memilih diantara mereka yang menjadi model untuk  fastion show menampikan baju yang telah mereka buat, maka dari itu Ami dan Sarah menunjuk Anggun sebagai modelnya. Mereka memberi nama baju tersebut yakni scout jukurena shita wa liebe die natur (Sakutaliena). ''Saya membagi tugas pembuatan baju sakutaliena, saya sendiri membuat mahkota, ami membuat baju, dan sarah membuat hiasan pinggang, serta rok yang kami buat bersama. Pembuatan baju ini berlangsung selama tiga jam''. Kata Anggun. Dihari selanjutnya Anggun dan Nadiyah membuat konsep untuk video dokumenter yang akan mereka buat yang berjudul (Darurat Limbah) dengan akhir kata good humans are those who always try to carry out their duties to take of the earth well. "Kalau kalian penasaran sama videonya boleh dibuka link di bawah".

https://drive.google.com/file/d/12Q813bNzqho18LBclPkeFWVg_NeSpJqw/view?usp=sharing 

Setelah dzuhur Anggun, Nadiyah, Rafa, Fauzan, dan kedua pembina yaitu RifkI dan Ifa menuju pantai Batu Gong. Mereka men-take beberapa pemandangan dan mewawancarai beberapa nelayan yang tinggal di sana. ''Kami mengambil video sampai pukul 04.50, diperjalanan pulang kami ditimpa hujan deras sehingga saya dan teman-teman memutuskan untuk berteduh sejenak sampai hujan redah", Ujar anggun.

Malam hari Anggun bermain mobile legend bersama timnya, saya penulis pernah berkunjung ditempat Anggun latihan untuk ikut mabar (Main Bareng) dan mengajari Anggun bermain menggunakan hero angela. “Awalnya saya ragu untuk ikut mobile legend, karena sudah lama saya tidak bermain game itu dan takutnya menjadi beban tim saya”, Ujar Anggun lagi.

”Alhamdulillah saya mendapatkan juara satu disemua lomba yang saya ikuti, yaitu lomba hasta karya, film pendek, dan mobile legend. Saya pribadi sangat bangga, terlebih lagi film pendek yang kami buat dikirim ke prancis”, penutup Anggun.

 


 

Penulis: Almirdan Faiz Saputra Naja

Editor: Anggun Sasmi

Minggu, 27 November 2022

LM. Khalis Adhipramana : peneliti muda yang menjadi ketua KISs (Kelompok Ilmiah Siswa madrasah) MAN Insan Cendekia Kota Kendari


Karya Ilmiah merupakan karya tulis yang dibuat untuk memecahkan suatu permasalahan dengan landasan teori, fakta dan data hasil penelitian serta berisi solusi mengenai isu yang diangkat. Ajang lomba yang mengangkat karya ilmiah di tingkat provinsi maupun nasional sudah sering dijumpai saat ini, diantaranya adalah OPSI (Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia), LKIR (Lomba Karya Ilmiah Remaja), MYRES (Madrasah Young Researcher Supercamp), NYIA (National Young Inventors Award) dan lain sebagainya. Selain itu, karya ilmiah saat ini bukan hanya dinaungi oleh lembaga saja, tak jarang sekolah menengah di seluruh Indonesia pun mendirikan kelompok ilmiah remaja (KIR).

Salah satunya adalah MAN Insan Cendekia Kota Kendari yang juga mendirikan KISs (Kelompok Ilmiah Siswa madrasah). Pada awalnya KISs tidak memiliki seorang pemimpin atau ketua, tetapi di tahun 2022 KISs resmi memiliki ketua. Selain itu, menjadi seorang pemimpin dari sebuah organisasi pastinya merupakan suatu kebanggaan. Hal ini yang dirasakan oleh salah seorang siswa MAN Insan Cendekia Kota Kendari yaitu LM. Khalis Adhipramana (XI IPA 1) yang saat ini menjabat sebagai ketua KISs  MAN Insan Cendekia Kota Kendari.

Sebelum menjabat sebagai ketua KISs, LM. Khalis Adhipramana atau yang kerap dipanggil Khalis merupakan salah satu siswa yang aktif berkontribusi dalam KISs sejak kelas X hingga kelas XI saat ini. Topik penelitian yang diangkat oleh Khalis adalah di bidang sosial budaya tentang kearifan lokal suku Bajo di Wakatobi.

“Saya ingin menjadikan KIS MAN Insan Cendekia Kota Kendari bukan hanya kelompok menulis saja, tetapi juga lebih banyak prakteknya” ujar Khalis di kelas XI IPA 1. Hal tersebut merupakan salah satu motivasi Khalis untuk menjadi ketua KIS. Selain itu, Khalis juga mengatakan bahwa ada orang-orang penting yang terlibat selama proses penelitiannya hingga menjadi ketua KISs, antara lain teman-teman, guru dan yang utama adalah orang tua. “Saya ingin membanggakan orang tua saya dengan penelitian yang saya lakukan” jelasnya.

Khalis juga memberikan beberapa kiat-kiat untuk teman-teman yang ingin melakukan penelitian. “Saran dari saya, teman-teman harus rajin membaca kalau ingin meneliti. Dan salah satu hambatan yang mungkin dialami itu adalah stuck atau kekurangan ide, oleh karena itu saran dari saya juga adalah teman-teman bisa berkelompok dalam meneliti agar ide yang diperoleh lebih banyak”.

“Semoga mereka tetap optimis dan konsisten dalam kir dan meneliti karena saya berharap penelitian mereka bermanfaat untuk kedepannya. Dan yang membuat kita optimis, konsisten dan tetap berusaha itu adalah motivasi kita sendiri. Jadi silahkan menentukan motivasi kenapa anda mengikuti KISs” pesan Khalis untuk teman-teman KISs.

“Saya merasa senang menjadi ketua KISs MAN Insan Cendekia Kota Kendari dan saya harap KISs dapat menjadi organisasi yang saling menyemangati layaknya sebuah keluarga” tutupnya.

Selamat kepada LM.  Khalis Adhipramana yang telah menjabat sebagai ketua KISs MAN Insan Cendekia Kota Kendari dan sukses selalu untuk KISs MAN Insan Cendekia Kota Kendari.

Salam peneliti.


Penulis: Erika Fajriyana Nurrohmah

Editor: Anggun Sasmi

Selasa, 22 November 2022

PEMENANG NOMINASI KATEGORI TERKEBO ICCA 2022



ICCA (Insan cendekia choice award) merupakan program kerja tahunan divisi lima OSIS MAN Insan Cendekia Kota Kendari. Program kerja ini bertujuan untuk menciptakan hubungan kekeluargaan di antara siswa MAN Insan Cendekia Kota Kendari.

 “ICCA ini merupakan suatu kegiatan kreatif untuk mengetahui sifat siswa siswi MAN Insan Cendekia Kota Kendari dan menciptakan hubungan kekeluargaan dan sikap solidaritas serta saling mengenal keberagaman sifat siswa siswi MAN Insan Cendekia Kota Kendari.”Ujar Nur Azizah selaku anggota OSIS divisi lima pada tanggal 18 Oktober 2022 di koridor ASMATRI

Insan Cendekia choice award memiliki banyak sekali nominasi-nominasi keren yang di hadirkan untuk lebih mengenal sifat-sifat yang dimiliki siswa MAN Insan Cendekia Kota Kendari. Salah satu nominasi nya yaitu yang terkebo. Di mana nominasi ini jatuh kepada Waode Alifiya atau sering di panggil olive. Perolehan nominasi ini ia dapatkan setelah melalui proses voting yang di lakukan oleh seluruh siswa MAN Insan Cendekia Kota Kendari.

“Terima kasih sudah memilih saya. Walaupun saya agak malu karena di antara banyak nominasi. Kenapa harus saya yang dipilih jadi yang terkebo.”ujar olive saat di wawancarai di koridor Asrama Putri MAN Insan Cendekia Kota Kendari

Olive juga menambahkan “Saya di pilih sebagai yang terkebo mungkin karena saya sering kedapatan tidur di kelas dari online sampai sekarang. Pokok nya kalau sudah ngantuk bisa tidur di mana saja.”

Karena nominasi ini olive merasa termotivasi untuk tidak mengantuk lagi dikelas.sehingga ia mulai melakukan berbagai cara untuk mengurangi kantuk nya. “Sekarang saya mulai aktif dikelas, Lebih peduli dengan tugas-tugas yang di berikan. Saya juga mulai duduk dibagian tengah tidak duduk di bagian belakang lagi serta berusaha semampu saya untuk menahan kantuk.”

Olive juga memiliki pesan untuk teman-teman di luar sana yang mungkin bernasib sama dengan nya.”Gunakan waktu mu dengan baik jangan terlalu kecapean dan kalau mau istirahat usahakan ditempat yang pas”

Penulis: Awlya Dwi Astuti

Editor: Anggun Sasmi

Diam Menjadi “Tukang Tidur”, Bergerak Membawa Nama Sekolah ke Ranah Nasional

 Rafa Imaduddin Fadholi, siswa kelas XI IPA 1, MAN Insan Cendekia Kota Kendari ini kerap diberi julukan “Tukang Tidur” oleh teman-teman sekelasnya. Tanpa disangka-sangka, si “Tukang Tidur” ini berhasil membawa nama MAN Insan Cendekia Kota Kendari dalam mewakili Olimpiade Bahasa Arab tingkat Nasional Se-Indonesia.

Semua ini berawal ketika jam belajar mengajar berlangsung, Bapak Agustan selaku guru Bahasa Arab MAN IC, datang ke kelas XI IPA 1 dalam rangka menawarkan siswa-siswi yang berminat mengikuti seleksi Olimpiade Bahasa Arab antar kelas, untuk mewakili sekolah di tingkat kota.

Rafa yang dikenal pintar dalam bidang studi tersebut, kala itu tak berminat untuk mengajukan diri. Namun, Pak Agustan yang sudah mengetahui kemampuan Rafa langsung saja menunjuknya agar ikut seleksi Olimpiade Bahasa Arab.

Seperti yang sudah di harapkan, Rafa lolos seleksi sekolah, dan pergi mewakili Man Insan Cendekia dalam Olimpiade Bahasa Arab pada hari Sabtu pada bulan Juli, dengan berbasis online di Laboratorium Terpadu Man Insan Cendekia Kota Kendari.

Walau hanya diberi kesempatan karantina selama 1 minggu saja, “Alhamdulillah, saya diberi rezeki sama Allah”, kata Rafa. Si “Tukang Tidur” ini berhasil meraih juara 2 dalam Olimpiade Bahasa Arab tingkat Kota Kendari.

Dengan masa karantina yang sama ―yakni seminggu, Rafa lagi-lagi diberi rezeki oleh Allah. Ia berhasil meraih juara 3 Olimpiade Bahasa Arab tingkat Provinsi Sulawesi Tenggara yang lagi-lagi berbasis online di Pesantren Ummusabri pada bulan September.

Setelah lolos Olimpiade Bahasa Arab, Rafa mulai mempersiapkan diri untuk mengikuti lomba yang akan dilaksanakan secara offline di PPPPTK Bahasa di Jakarta Selatan. Namun ia hanya diberi kesempatan untuk karantina selama 4 hari saja.

“Tanggal 4 – 6 November saya wakili Sulawesi Tenggara untuk lomba di Jaksel,” tutur Rafa. “Dan waktu lomba disana saya belum dikasih rezeki sama Tuhan, tapi tidak apa-apa, yang penting saya dapat pengalaman dan hikmahnya.” lanjutnya.

Selama mengikuti lomba, Rafa memotivasi dirinya dengan janji dari Tantenya yang mengatakan akan memberikannya Iphone jika mendapatkan medali emas ataupun perak. Selain itu, ia juga ingin melihat dunia luar.

Walau gagal, Rafa mengaku sangat senang karena bisa mendapatkan banyak pengalaman, dan bertemu banyak sekali teman baru disana. Terlebih lagi, ia mendapatkan teman sesama Insan Cendekia dari berbagai provinsi.

Rafa mengaku bisa berbahasa Arab dikarenakan keahlian yang ia punya memang berada pada bidang Billingual. Juga, “ini hidayah Tuhan,” kata Rafa.

Pesan Rafa untuk para pembaca, “Hidup itu tidak memerlukan motivasi, sebenarnya. Karena motivasi akan datang dengan sendirinya, dan itu muncul dari diri kita sendiri.”

Penulis: Nadiyah Azizah Ramadhani

Editor: Anggun Sasmi

Senin, 21 November 2022

Kisah Farid Bahren, Lulus Seleksi Peserta Didik Baru MAN IC Kota Kendari Tahun 2022/2023



Kendari – Farid Bahren resmi dinyatakan sebagai salah satu peserta didik MAN Insan Cendekia Kota Kendari. Madrasah yang berdiri sejak tahun 2016 silam ini telah memiliki tujuh angkatan di tahun 2022.

Pengalaman Farid Bahren sebagai peserta didik baru MAN Insan Cendekia Kota Kendari(12/11/2022).

Farid Bahren merupakan salah satu peserta didik dari angkatan ketujuh MAN Insan Cendekia Kota Kendari. Ia sekarang menduduki bangku kelas sepuluh. Siswa yang biasa dipanggil Farid ini memiliki beragam cerita sebelum mendaftar maupun awal pertama kali menjadi siswa resmi MAN IC Kota Kendari.

“Awal saya mendaftar MAN IC sebenarnya ada lucu-lucunya juga. Nah, yang kenalkan saya tentang MAN IC Kendari pertama kali itu kakak saya, yang dulunya pernah tes mendaftar seleksi peserta didik baru di IC tapi tidak lulus. Saya yang merasa tidak pintar dan tidak bodoh juga tentu awalnya merasa tidak yakin akan lulus di MAN IC. Ayah saya juga ingin saya ikut tes seleksi saja, dan kalaupun tidak lulus jadikan itu sebagai pelajaran untuk saya. Jangankan keluarga ataupun teman, saya sendiri saja kaget pas tahu saya bisa lulus.” Ungkapnya dalam sebuah wawancara diruang Ekskul Jurnalistik ICK, 12 November 2022.

Saat pertama kali masuk di MAN IC Kota Kendari, semua peserta didik baru kelas sepuluh termasuk Farid Bahren mengikuti program tahunan MAN IC Kota Kendari, yakni Masa Ta’aruf Siswa Madrasah atau yang biasa dikenal dengan singkatan MATSAMA. Program MATSAMA ini bertujuan untuk saling mengenalkan antar satu peserta didik baru dengan peserta lainnya. Selain itu, pada MATSAMA ini pula mereka diajak untuk berkeliling di lingkungan MAN IC Kota Kendari dan mengenali tempat maupun fasilitas-fasilitas yang telah disediakan untuk para siswa.

Selama MATSAMA, tentu Farid merasa culture shock karena memiliki banyak teman yang berbakat dan mahir di berbagai bidang. Ia juga merasa kehidupan di MAN IC Kota Kendari yang berasrama tersebut serba produktif. Tentu saja berbanding terbalik dengan kebiasaan Farid di rumah yang hanya bermain HP seharian, makan-tidur, hidup santai dan bergaul dengan teman-teman sebayanya.

Farid Bahren sempat merasa menyesal ketika masuk di MAN IC. Ia dulunya berniat mmendaftar ke MAN 1 Kendari karena memiliki banyak teman lama yang masuk di sana. Namun, orang tua dan teman-teman Farid mendukungnya agar mengikuti seleksi masuk di MAN IC Kota Kendari serta sebagai pelajaran untuknya.

“Ini kan udah SMA, nah sayang sekali gitu kan kalo masa-masa remaja kita di sia-siakan, tidak bisa bawa-bawa motor, asyik main game, bergaul tanpa beban dengan teman, kapan lagi kan kalo bukan masa-masa sekarang.”

Disisi lain, ia juga senang bisa bergabung menjadi bagian dari keluarga besar MAN IC Kota Kendari, sekolah terbaik se-provinsi Sulawesi Tenggara.

“Sebenarnya saya juga tetap senang masuk di IC, karena bisa mandiri, buktinya saya bisa berasrama di MAN IC, bisa banyak belajar dengan teman, bisa jadikan kakak-kakak kelas sebagai referensi belajar. MAN IC juga mempunyai fasilitas yang lebih memadai dan tentunya saya juga bangga karena bisa bersekolah di MAN IC Kendari yang terkenal sebagai sekolah unggulan terbaik Sultra,” Tutupnya.

Penulis: Aulia Ulil Azmi

Editor: Anggun Sasmi

Memimpin Menuju Perubahan Raharja Bersama Achmad Khalil

 

Kepemimpinan merupakan kemampuan seorang pemimpin yang dapat mengendalikan, memengaruhi fikiran, perasaan atau tingkah laku seseorang untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Dalam kepemimpinan, terdapat dua macam kepemimpinan genial (cerdas), yaitu kepemimpinan genial (cerdas) saja, dan kepemimpinan yang bisa membawa perubahan (dalam arti positif).

            MAN Insan Cendekia memiliki organisasi yang mampu mengangkat seseorang atau siswa-siswa dalam menunjukkan bakat kepemimpinan mereka. Salah satu organisasi yang mampu memenuhi hal tersebut adalah OSIS.

            OSIS MAN Insan Cendekia  Kota Kendari merupakan organisasi resmi yang memiliki siswa-siswa berkompeten dalam mewujudkan suatu perubahan besar yang
mampu meningkatkan minat, dan bakat serta potensi hampir seluruh siswa di MAN Insan Cendekia Kota Kendari. Hal tersebut dapat terwujud dikarenakan yang memimpin OSIS khususnya di periode tahun 2022-2023 merupakan siswa berbakat dalam membawa perubahan.

Achmad Khalil yang kerap dipanggil Turu merupakan salah satu Badan Pengurus Harian (BPH) OSIS, lebih tepatnya seorang Wakil Ketua OSIS (Waketos). “Jujur bergabung dengan OSIS sebenarnya saya benar-benar tidak mengingkan posisi atau jabatan yang ada di dalamnya. Saya sendiri tidak masalah jika berperan sebagai anggota dalam organisasi ini. Yang terpenting adalah saya bisa bergabung dengan OSIS karena apa yang kita dapat di dalamnya tak lain yang terpenting adalah pengalaman,” ungkap Achmad Khalil saat diwawancara di koridor kelas. “Pengalaman yang saya maksud yakni pengalaman dalam memimpin. Dimana kita belajar untuk bertanggung jawab, mengordinir ataupun membagi banyak tugas adalah langkah awal kita dalam memimpin,” tegasnya.

Tepat seperti yang dikatakan Achmad Khalil, kepemimpinan sejati bukanlah untuk meraih gelar atau jabatan, melainkan mampu mengemban tanggung jawab, juga me-manage segala hal demi membawa perubahan yang sejahtera. Tetapi, perjalanan masih begitu panjang. Maka dari itu, perjalanan tidak akan selalu berjalan sesuai dengan yang diharapankan, yaitu akan datang yang namanya “masalah”. Contohnya jika ada anggota OSIS yang memiliki kinerja buruk dalam menjalankan tugas.

“OSIS telah memerkirakan bentuk-bentuk masalah yang akan dihadapi ke depannya, contoh jika salah satu anggota tidak menjalankan tugasnya dengan baik. Sebelum merekrut anggota-anggota yang akan menjadi bagian dari OSIS, kami memberikan beberapa tes yang dapat memerlihatkan pada kami kualitas calon anggota OSIS baru, sehingga dengan ini kami bisa lebih menjamin kualitas dari tiap-tiap anggota OSIS. Jikalau memang ada yang seperti itu, kami akan mencari tahu penyebab dari buruknya kinerja anggota OSIS, lalu kami akan mendukung dan memberikannya kesempatan untuk memperbaiki kesalahan sebelumnya. Jika memang tidak adanya perubahan yang diperlihatkan, maka dengan terpaksa kami harus mengeluarkannya,” ujar Turu dengan raut wajah serius.

Turu melanjutkan, “OSIS periode kami di dalamnya banyak mencontohkan cara menjadi seorang pemimpin. Ya, tujuan terbesar kami adalah ingin memberikan pembelajaran, juga kesan serta bekas yang dalam pada siswa yang akan melanjutkan dan membawa OSIS di periode selanjutnya. Semua yang kami lakukan di samping membangun dan membawa nama sekolah MAN Insan Cendekia menjadi lebih baik, kami juga ingin agar yang melanjutkan tekad kepemimpinan terutama dalam OSIS adalah bibit yang nantinya dapat menuntun siswa lain menuju perubahan raharja".

Ungkapan yang dilontarkan oleh seorang Achmad Khalil sebagai Wakil Ketua OSIS sangat bijak dan kritis. Dalam ungkapan tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa OSIS bersama Achmad Khalil memiliki tujuan yang sangat mulia. Hal itu adalah menumbuhkan bibit-bibit kepemimpinan demi kesejahteraan ke depannya. Seperti kata Neale Donald Walsch bahwa pemimpin sejati bukan orang yang mempunyai banyak pengikut, tapi yang menciptakan paling banyak pemimpin. 

Penulis: Muhammad Afif Nauval

Editor: Nauval Afif Muhammad

FADRONICK: TERBANG HINGGA LANGIT JAKARTA

 


National Young Inventors Award (NYIA) merupakan ajang kompetisi bagi remaja dalam melakukan inovasi dan invensi di bidang teknologi yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Pada tahun ini, terdapat satu tim dari MAN Insan Cendekia Kota Kendari yang menjadi finalis dalam kompetisi NYIA ke-15 ini, yakni Marsa Adawiyah (XII IPA 3) dan Dina Aulyah S. Riastami (XII IPS) dengan judul karya, “FADRONICK : Rancang Bangun Prototipe Quadcopter Drone dengan Sistem Flame Detector Berbasis Algoritma YOLOv4 sebagai Media Informasi Bencana Kebakaran”.

“Awalnya saya diberi tahu oleh salah satu guru, beliau bilang mungkin bagus jika ada yang mengikuti perlombaan ini, banyak hadiahnya, akhirnya saya mencari tahu lebih dalam lagi dan dalam juknisnya harus bikin drone, ternyata bisa ber-tim. Saya mengajak Dina dan dia mau, saya juga bertanya-tanya kepada teman angkatan saya, siapa yang mengerti robotik. Awalnya saya mau mengajak Hanif tapi dia olim dan dia menyarankan Aqil, Iqbal.” Ujar Marsa pada tanggal 17 Oktober 2022  ketika saya bertanya mengenai awal mula pembuatan drone ini di Asrama Putri MAN Insan Cendekia Kota Kendari.

“Aqil tidak mau, ternyata ada Ribhi yang mau dan dia bilang kalau dia belum terlalu mahir juga. Saya ajak Iqbal tapi dia tidak mau, kan kalau begitu jika tidak ada kemauan tidak bisa juga. Saya bujuk-bujuk terus Iqbal sampai dia mau. Di situ saya juga mencari sendiri pembimbing, saya tanya Kak Umi dan dia menyarankan sama Kak Mail padahal di situ posisinya Kak Mail beda kota tapi untungnya dia lagi libur jadi kita cari-cari waktu disitu untuk bimbingan.” Lanjut Marsa.

Pada awalnya, pembuatan drone ini ditujukan untuk salah satu perlombaan yang diselenggarakan oleh Kementrian Pertahanan dan Keamanan, di mana dalam aturannya karya yang dihasilkan haruslah dalam bentuk teknologi berupa drone dan dapat diikuti oleh semua golongan, mulai dari dosen hingga pelajar. Dalam perlombaan ini, Marsa dan Dina membuat drone bernama “FADRONICK (Fire Alarm Detection Drone Insan Cendekia Kendari)” sebagai media informasi bencana kebakaran pendeteksi api yang idenya diperoleh dari jurnal-jurnal. Namun ternyata, mereka belum mendapatkan kesempatan untuk menang pada perlombaan tersebut.

Menurut Marsa, hambatan yang dirasakan adalah ketika kerja sama tim, di mana dalam satu tim itu terdiri dari beberapa anggota dengan watak yang berbeda, sehingga harus saling mengerti antar anggota. Selanjutnya adalah dana, dana itu tidak selamanya ada ketika dibutuhkan sehingga mereka memutuskan untuk memakai dana sendiri terlebih dahulu. Yang terakhir yaitu dalam memahami sistem, di mana dalam dunia robotik itu banyak istilah-istilah yang menurut Marsa agak sulit untuk dipahami dikarenakan juga Marsa baru saja menggeluti dunia robotik tersebut.  

Dari kegagalannya pada perlombaan kementerian tersebut, ternyata Marsa dan Dina mendapat kesempatan untuk menjadi finalis pada kompetisi NYIA ke-15 yang diselenggarakan oleh BRIN. Hal tersebut dikarenakan motivasi yang mereka miliki untuk pantang menyerah dan selalu memasang target serta mencari tujuan.

“Saya lagi dikelas saat membuka pengumumannya, saya tidak menyangka, saya bingung kalau terlalu berharap, tapi saya bangga.” Jelas Marsa ketika ditanya mengenai perasaannya ketika melihat pengumuman NYIA.

Hal-hal yang mereka siapkan saat ini untuk presentasi dan pameran NYIA ke-15 di Jakarta yakni selalu menjaga kesehatan dan karantina untuk penguasaan materi, alat, dan lain lain. Harapan dan tujuan mereka kedepannya adalah mendapatkan sertifikat nasional dan yang paling utama adalah hasil karya mereka yang berdampak dan dapat berguna untuk masyarakat. Marilah kita doakan agar Marsa dan Dina dapat mendapatkan hasil yang terbaik di kompetisi NYIA 2022 pada 24 hingga 28 Oktober ini.

Penulis: Zahra Nurul Haniyyah

Editor: Anggun Sasmi

Menilik cerita dan perjuangan Rizky Maharani menjadi peserta terbaik parlemen remaja 2022



Salah satu siswa MAN Insan Cendekia Kota Kendari yaitu Rizky maharani atau biasa akrab dengan panggilan kiky atau risman, baru saja pada tanggal 10 samapai 14 Oktober 2022 ini telah mengikuti kegiatan parlemen remaja (PARJA). Dimana PARJA ini sendiri diselenggarakan oleh DPR RI untuk menambah wawasan generasi muda mengenai dunia politik dan bagaimana cara kerja DPR sesungguhnya.

“Awalnya Saya merasa terpuruk juga galau karena tidak bisa bersaing dengan teman – teman Saya yang hebat seperti Kei yang sudah ke Bali, dll. Lalu saya kapan?, nah kemudian Saya juga sangat termotivasi dengan Kakel yaitu Ka faris yang sangat keren dan hebat karena ikut PARJA tahun 2020, Selain itu saya juga ingin membanggakan ortu saya dengan mengikuti Parlemen Remaja ini.” Ujar Rizky Maharani mengenai alasannya mengikuti PARJA, disebuah ruang belajar asrama (16/10/2022).

Motivasi yang didapatkan Rizky Maharani tersebut, ternyata ada salah satu yang begitu membuatnya benar-benar ingin mengikuti Parlemen Remaja ini, yaitu ia kepikiran atau tidak enak dengan orang tua nya yang mencita-citakan atau ingin Kiky menjadi anggota DPR. Walaupun cita-cita awal kiky yang sering berubah-ubah seperti ingin menjadi presiden, menteri pendidikan dan katanya yang terakhir yaitu ingin menjadi Badan Inteligen Negara(BIN).

Rizky maharani yang pada tahun sebelumnya pernah terpikir untuk mendaftar namun tidak jadi karena menurutnya ribet apalagi online, lalu kiky pun terpikir mau ikut PARJA tahun ini dengan info yang sudah ditahu sebelum pendaftaran dibuka yaitu (19 juli – 19 agustus). Untuk proses pendaftaran yang panjang dilewati oleh kiky yaitu pembuatan essai, video, dan cv. “setelah berniat mau ikut pak rangga bahkan KS dan guru – guru yang lainnya juga ajak saya untuk ikut.” Ujar Rizky Maharani saat waktu belajar malam (16/10/22).

Dengan perjuangan dan bakat yang memang dimiliki oleh Rizky Maharani akhirnya menghasilkan buah yang dinantikan yaitu lolos menjadi parlemen remaja. Perasaan yang dirasakan Rizky tentu saja tidak perlu ditanyakan, karena sudah tentu ia merasa sangat senang dan sangat bersyukur sekali kepada Allah yang membalas perjuangannya selama ini. “Allah tidaka akan pernah mengecewakan hambanya yang berusaha.” Lanjut Rizky Maharani.

Saat mengecek pengumuman di intagram saat dikelas langsung kaget dan menangis di ruang guru sampai heboh, banyak yang mengatakan selamat kepadanya. Hal tersebut membuat Rizky Maharani tambah semangat, apalagi teman kelasnya yang begitu mendukungnya dan ikutan senang dengan hasil perjuangan Rizky Maharani selama ini.

Begitu saja cerita perjuangan Rizky Maharani hingga lolos menjadi peserta terbaik parlemen remaja 2022, mau tahu lanjutannya? Tanya langsung aja ye, dia free kok di kelas XI IPS , sipsip sksk.

Penulis: Lisya Auliyah Jalil

Editor: Anggun Sasmi

Nabil Nahmuddin Seorang Siswa Man insan Cendekia Kota Kendari Yang Menyukai Dunia Gym



 Nabil Nahmuddin merupakan seorang siswa MAN Insan Cendekia kota Kendari yang  duduk di kelas 10 IPS. Nabil mulai terjun ke dunia per-gymman sejak ia masih berumur 11 tahun. Saat masih duduk di bangku SMP, beliau ini melakukan kegiatannya secara rutin.

Namun semenjak ia lolos di MAN Insan Cendekia kota Kendari, yang dimana sekolah ini mengasramakan siswa-siswinya agar bisa lebih fokos dalam belajar, sehingga waktu untuk melakukan rutinitasnya tersebut menjadi terbatas mengingat juga padatnya kegiatan-kegiatan yang ada di sekolah barunya tersebut. Akan tetapi hal itu tidak membuat semangatnya hilang, ia sering melakukan rutinitasnya tersebut ketika ia mempunyai waktu luang.

Awal mula Nabil melakukan kegiatan ini Saat ia masih berumur 11 tahun, Nabil melakukan kegiatannya tersebut di tempat yang bernama ananda gym yang dikelolah oleh keluarganya sendiri yang berada di Jl.Erlangga No. 100, Wameo, Batupoaro, Kota Bau-Bau, Sulawesi Tenggara.

“hal yang memotivasi saya melakukan kegiatan ini secara rutin karena paman saya yang bernama Leo menjadi patokan utama dari tujuan saya untuk membentuk badan, saya ingin menjadi sepertinya” ujar Nabil, Sabtu 15 Oktober 2022.

Tujuan utama Nabil melakukan kegitan tersebut sebenarnya hanya untuk sekedar menyehatkan tubuh.Namun,ketika ia menyadari bahwa terdapat perlombaan yang biasa diadakan untuk atlet-atlet gym(binaragawan) ia betekad untuk mengikuti dan menjuarai perlombaan tersebut.

Penulis: Muhammad Dzaky Abdurrahman

Editor: Anggun Sasmi

Olimpiade dan KIS pencetak prestasi terbasar MAN IC Kendari



KIS Menjadi pabrik prestasi kedua setelah Olimpiade  di Man Insan Cendekia kota Kendari, namun bukan karena KIS hanya menjadi pencetak prestasi ke 2 tidak menjadikannya special, KIS telah mencetak banyak penghargaan dan penghargaan-penghargaan dari prestasi lomba-lomba hasil Karya tulis siswa telah menghiasi ruangan PTSP Sekolah.

KIS terbentuk atas kerja sama antara MAN IC kota Kendari dengan Lembaga pembinaan karya tulis yaitu Rumah KIR sejak MAN IC kota Kendari dipimpin oleh Dr. Muh. Naim S.Pi M.Pd dengan tujuan membentuk Pelajar MAN IC Kendari menjadi penemu hebat yang mampu menemukan ilmu yang memiliki terobosan baru seperti Bapak BJ.Habibie.

Namun tahukah kalin bahwa KIS berhasil memikat siswa-siswi MAN IC Kendari untuk bergabung kedalam tim KIS, mereka memamerkan berbagai keseruan dalam berkarya untuk menciptakan sesuatu hal yang baru dan juga KIS berhasil menyabet gelar pabrik prestasi paling diminati oleh siswa.

Namun disini yang menjadi tinjauan besar kita ialah perbandingan siswa penekun KIS dan Olimpiade, dan saya sebagai penulis mangambil salah satu siswi MAN IC sebagai narasumber yaitu saudari Wa Ode Rahyani Azizah Azka H. dengan alasan karena saudari merintis kedua bimbingan prestasi tersebut yaitu menjadi penulis sekaligus peneliti di KIS dan menjalani juga Olimpiade Fisika sekaligus.

Dalam interview pertanyaan paling umum yang mungkin dilontarkan oleh orang-orang yaitu “manakah yang anda lebih pilih, mengikuti Olim atau KIS?”. Dan dalam kutipan saudari Azizah seakan-akan menjawab pertanyaan tersebut ialah “Saya mengkuti bimbingan KIS dan menjadi penulis karena menulis ialah passion saya, dimana saat menulis di situ Otak, Jiwa, dan Raga saya berimajinasi mengalir dan mengikuti alur waktu”, namun berbeda dengan perasaan saudari tentang rintisan Olimpiadenya dimana ia merasa lebih sulit menjalaninya dimana untuk merintis olimpiade umumnya orang orang membutuhkan Otak yang kondisinya brainstorm(Kritis dan teliti) dan aktivitas tersebut dapat menguras tenaga juga, sehingga aktivis yang merintis olimpiade lebih membutuhkan fisik dan ketahanan tubuh yang lebih kuat.

Walaupun begitu ia tetap merintis keduanya untuk mencetak berbagai prestasi yang dimana presentase kemungkinan untuk mendapatkan prestasi dengan merintis 2 bidang jika dilihat dalam potensi saudari azizah memiliki presentase lebih besar dibandingkan hanya merintis satu bidang, namun mungkin berbeda lagi masing-masing kemapuanorang yang hanya bisa terfokus pada satu tautan sehingga orang-orang yang memiliki potensi seperti saudari Azizah ada hanya segelintir.

Untuk memberikan motivasi dalam menghadapi bidang prestasi olimpiade dimana aktivisnya membutuhkan brainstrom dan mengakibatkan terkurasnya energi, saya sebagai penulis artikel kebetulan mengikuti Olimpiade yang satu bidang dengan saudari berbagi pengalaman untuk menghadapi keresahan brainstorm dengan cara jalani dengan rileks dan santai supayai braistrom tidak berleihan sehingga menyebabkan stress, namun tetap pada prinsip belajar.

Dengan ini semoga kita dapat bersemangat dalam menuntut ilmu dan berimajinasi namun tetap memegang prinsip belajar, maupun Olim dan KIS memiliki persamaan yang sangat identik dimana prestasi ini jika di jalani, didapat, maupun dicetak nama kalianlah sebagai pejuang prestasi akan famous pada waktunya.

Penulis: Ahmad Fatih

Editor: Anggun Sasmi

SOSOK FIRA, SISWA BERRESTASI MEWAKILI SULAWESI TENGGARA PADA BIDANG KIMIA.



Kompetisi Sains Nasional atau yang akrab dengan sebutan (KSN) merupakan ajang kompetisi tahunan dalam bidang sains dari segala jenjang mulai sekolah dasar hingga sekolah menengah atas. KSN pada jenjang sekolah menengah atas  terdapat sembilan bidang perlombaan, yakni bidang matematika, fisika, biologi, kimia, ekonomi, geografi, kebumiaan, astronomi, dan informatika. Semua jenis bidang ini diperlombakan pada  kompetisi sains nasional yang di adakan setiap tahunnya.

Salah satu siswa MAN Insan Cendekia Kota Kendari bernama Zafira Ramadina Nurulfida atau yang akrab dengan sebutan yaitu Zafira, merupakan salah satu perwakilan tim olimpiade kimia Man Insan Cendekia Kendari. Dari lima orang perwakilan tiap bidangnya, ia merupakan salah satu siswa yang berhasil berkompetisi di kompetisi sains nasional pada bidang kimia.  Zafira merupakan siswi yang kini duduk di bangku kelas  XI SMA itu  telah menekuni pelajaran kimia sejak ia duduk di bangkuk kelas X SMA. Dia juga sudah mengikuti beberapa lomba di berbagai universitas seperti GIK (Gebyar Inovasi Kimia) dan COMIC (Competition Of Chemistry) yang diadakan Universitas Halu Oleo Kendari. Dari berbagai lomba yang ia ikuti, itu sebagai awal pendorong semangatnya dalam kompetisi lainnya.

Awalnya ia tidak memiliki motivasi yang jelas dalam menekuni bidang kimia ini, melainkan hanya dari guru yang mengarahkan dia dalam bidang kimia. Seiring berjalannya waktu membuat Zafira optimis dalam menekuni bidang kimia. “Awalnya saya tidak memiliki passion di bidang ini, tetapi karena arahan dari guru pembibing yang berawal dari nilai saya yang cukup memuaskan pada tes yang telah saya ikuti yakni postes,  sehingga guru mata pelajaran kimia memasukkan saya kedalam tim olimpide kimia man insam cendekia kota kendari”, kata Zafira saat diwawancara.

Hingga kini ia tetap melanjutkan minatnya karna yakin bahwa inilah potensi yang dimiliki olehnya. berkat arahan gurunya, ia dapat menemukan potensi dirinya dan berhasil mengasah potensi tersebut. Zafira berharap agar dapat terus bersaing dan mengembangkan potensi dibidang ini. Ia akan terus berusaha agar ke depannya dapat menjadi lebih baik dan mampu membanggakan nama baik sekolah dan provinsi di kancah internasional.

Zafira juga memberikan pesan kepada teman temannya untuk terus berusaha dan mencoba ketika ingin mencapai sesuatu. “Semoga Teman- teman saya dan adik kelas saya bisa terus berusaha juga mengembangkan dirinya, saya harap mereka tidak mudah menyerah ketika gagal atau menghadapi kesulitan karna semua ada jalan keluarnya.” Ujarnya, Selasa 18 Oktober 2022.

Zafira membagikan beberapa tips untuk bisa berada di posisi tersebut. “ cara itu sebenarnya tidak bisa dikatakan spesial, itu hanya sebatas usaha dan ikhtiar yang tidak bisa dinilai. Tipsnya yaitu yang pasti ridho orang tua. Saya selalu minta doa kepada orang tua saya karena itu merupakan sebuah hal yang penting, yang kedua itu berdoa dan ia juga selalu berpuasa nazar ketika mau mengikuti lomba serta selalu menyempatkan setiap harinya untuk latihan soal kimia selama 30 menit tiap harinya” tuturnya

Zafira mengatakan bahwa yang ia peroleh ini merupakan sebuah keberuntungan karena ia merasa belum terlalu puas dengan proses yang ia lakukan sehingga hal ini menjadi pelajaran buat tahun selanjutnya agar ditingkatkan lagi. Ia mempunyai keinginan besar untuk mengikuti IchO (International Chemistry Olympiad) bertaraf internasional.

Penulis: Aulia Syahda Dwi Cahyani

Editor: Anggun Sasmi

Karya Ilmiah vs Olimpiade




Karya ilmiah adalah karya tulis yang berisi paparan suatu pembahasan secara ilmiah yang dilakukan oleh seorang penulis atau peneliti, sedangkan Olimpiade yaitu ajang kompetisi tahunan dalam bidang sains bagi para siswa SD, SMP, dan SMA serta yang sederajat di seluruh Indonesia. Di MAN Insan Cendekia Kota Kendari keduanya menjadi ekstrakurikuler tambahan serta memiliki tim khusus.

Di MAN Insan Cendekia kota Kendari keduanya sangatlah bergengsi. Bagi siswa yang masuk ke tim KIR dan olimpiade, mereka sangat disegani oleh siswa lain. Namun, siswa hanya diperbolehkan mengikuti salah satu dari keduanya. Siswa yang sudah masuk ke tim KIR, dia tidak boleh mengikuti ekstrakurikuler lainnya apa lagi masuk ke tim olimpiade begitu pula dengan siswa yang sudah masuk ke tim Olimpiade, dia tidak boleh mengikuti ekstrakurikuler apapun bahkan tidak boleh ikut dalam organisasi sekolah, hal ini disebabkan keduanya memerlukan fokus yang banyak. Oleh karenanya, siswa yang masuk ke dua ekstrakurikuler ini bisa dibilang cerdas.

“Menurutku KIR dan Olimpiade itu sama susahnya sih, keduanya butuh fokus yang mendalam dalam mengikuti bimbingan dan pelatihannya” ujar Rahman La beu di ruang kelas 11 ips ( 16/10/22 ). Rahman La beu adalah seorang siswa MAN Insan cendekia Kota Kendari yang sekarang menduduki bangku kelas 11. Dia salah satu anggota tim KIR dan terpilih juga untuk masuk ke tim olimpiade, akibatnya dia menghadapi masalah dalam pemilihan ekstrakurikuler KIR dan Olimpiade.




Rahman masuk ke tim KIR di bangku kelas 10 yang dimana saat itu dia masih sekolah online. Dia bercerita Ketika itu sekolah mengadakan seleksi tim KIR sekolah dan alhamdulillah saya lulus masuk ke tim KIR. Lanjut Rahman, pada bulan september sekolah mengadakan seleksi tim Olimpiade besar besaran, dan dia mengikuti tes tersebut untuk bisa masuk ke Tim Olimpiade Geografi karena sejak awal dia pengen masuk ke tim itu. Hari pengunguman telah tiba dan akhirnya Rahman lulus di tim Olimpiade. Akhirnya Rahman masuk ke tim KIR dan Olimpiade.

Setelah beberapa hari pengunguman berlalu rahman memutuskan untuk keluar dari tim KIR, banyak hal yg menyebabkan dia keluar dari sana salah satunya karena merasa lelah, bosan mengerjakan proposal penelitian. " Banyak orang mengatakan meneliti itu asik, tapi bagiku meneliti kurang asik dan faktanya ikut olimpiade lebih keren. Jadi pilihlah bidang yang kau minati karena minat itu susah dicari." 

Penulis: Laode Yusuf Mulkiyan Ramadan


Resensi Lagu Pluto Projector By Rex Orange County

  Artis: Rex Orange County Dirilis: 2019 Album: Pony Genre: Alternatif/Indie Rsensi Lagu: Lagu ‘Pluto Projector’ milik Rex Orange ...