Tampilkan postingan dengan label XI IPA 2 Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label XI IPA 2 Artikel. Tampilkan semua postingan

Senin, 28 November 2022

Reffany Choiru, Guru Fisika/Astronomi Terbaik Dan Menyenangkan Di MAN Insan Cendekia Kendari

 

(Sumber: Pak Reffa)



Reffany Choiru Riskiarna atau yang sering disapa Pak Reffa merupakan seorang guru yang mengajar di Sekolah MAN Insan Cendekia Kota Kendari.


Pak Reffa sudah menjadi guru fisika selama 4 Tahun. Selama mengajar beliau selalu bersikap menyenangkan dan tidak pernah meninggalkan kesan yang tidak enak dan tidak nyaman bagi para siswanya. Seringkali beliau tertawa dan bercanda kepada siswanya.


Pak Reffa pernah menjadi mahasiswa di Universitas Gadjah Mada. Beliau mengambil Jurusan Fisika dan sudah lulus S2.


Pak Reffa juga menjadi pembina olimpiade astronomi yang terdiri dari 4 orang kelas 11 MIPA dan beberapa orang kelas 10 MIPA. Dalam mengajar, terlihat para siswanya tidak merasa jenuh dan selalu memberikan semangat kepada para siswanya. Beliau juga sangat menguasai materi astronomi yang diajarkan kepada para siswa.


Tidak mengherankan kenapa Pak Reffa dianggap menjadi salah satu guru terbaik dan favorit karena perangai yang sangat menyenangkan dan pembawaan yang baik. Beliau juga sering memberi penjelasan mendalam mengenai materi yang tidak dimengerti oleh siswanya.


Harapan Pak Reffa untuk olimpiade astronomi yaitu "Semoga para peserta olimpiade astronomi di MAN Insan Cendekia Kendari bisa tembus ke nasional bahkan internasional. Semoga kedepannya lebih baik dan terus lebih baik." Ujar Pak Reffa (16 November 2022).



Penulis: Abdussalam Said Al-Mubarak (XI IPA 2)

Editor: Waode Alifya Fatimah Azzahroh

Rabu, 23 November 2022

Kesan Afiqah Dalam Mengikuti Kegiatan PIR

(Sumber: Instagram @rumahkir)

Dengan mengusung tema “Temu Ilmiah: Melihat langsung budaya riset Indonesia” yang Dimitrai oleh Rumah KIR mengajak para peneliti muda dalam mengikuti Pelatihan Ilmiah remaja (PIR) yang diadakan di Cibinong, Depok pada 27 Oktober 2022 lalu.

Afiqah (15) salah satu dari Tim KIR MAN IC Kendari juga ikut serta dalam pelaksanaan pelatihan tersebut. Siswi kelahiran tahun 2007 itu ikut bertisipasi atas kemauannya sendiri setelah mendapat infomasi dari yang pembimbingnya, 2 minggu sebelum pelatihan dimulai. Salah satu hal yang mebuat ia tertarik dari pelatihan ini adalah keinginanya untuk Kembali ke kampung halamanya di Jakarta Selatan.

 “Nyatanya hal itu tidak terlaksana setelah saya mengetahui lokasi pelatihan  yang berada di Depok, bukan Jakarta Selatan” Timpalnya. 

Selain kampung halaman, ketertarikannya untuk mengikuti acara-acara yang berlokasi di luar kota menambah minatnya dalam berpastisipasi dalam PIR ini. 


Dalam pelatihannya, Afiqah sangat menyayangkan perubahan lokasi penginapan dari pedoman yang tertera tanpa alasan yang jelas . Dalam mengikuti acara ini, menambah kesannya dalam melakukan penelitian di luar kota tempat tinggalnya daripada di karantina yang selama ini ia jalani di sekolah.


“Jujur cukup melelahkan dan memusingkan karena harus melakukan penelitian 2 hari, tapi ini sangat seru karena saya dapat berinteraksi ersama teman-teman dari daerah lain” Ucap Afiqah menutup pembicaraan.


Penulis: Rezki Alya Pasrun (XI IPA 2)

Editor: Waode Alifya Fatimah Azzahroh (XI IPA 2)

Selasa, 22 November 2022

Seorang Siswi MAN Insan Cendekia Kota Kendari Meraih Prestasi Dalam Olimpiade Kimia Tingkat Nasional

(Sumber: Dokumentasi pribadi)

Salah satu siswi asal MAN INSAN CENDEKIA KENDARI bernama Zafira Ramadina Nurulfida meraih prestasi dalam ajang olimpiade kimia tingkat nasional. Zafira atau bisa kita panggil Fira dia seorang siswi kelas 11 IPA. Zafira dikenal sebagai murid yang pandai dalam setiap mata pelajaran terutama dalam pelajaran kimia. 


Jadi mari kita cari tau bagaimana sih Zafira bisa tertarik dengan Kimia sehingga dia bisa ikut olimpiade ini dan memenangkannya? Bagaimana perjuangan/usaha yang dilakukan zafira dalam meraih prestasi?

Pada awalnya zafira tidak pernah tertarik dengan olimpiade ini dan mata pelajaran ini, namun lama kelamaan dia merasa cukup mudah dalam memahami pelajaran ini maka dari itu zafira mendapat saran dari guru mata pelajarannya untuk mengikuti olimpiade kimia, kemudian zafira menerima saran tersebut dan mulai mengikuti olimpiade tersebut dan mulai mengikuti bimbingan olimpiade kimia. 


Seiring mengikuti bimbingan tersebut zafira semakin memahami materi yang diberikan oleh pembimbingnya. Meski sudah memahami beberapa materi tersebut, zafira tetap mempelajarinya kembali lewat web, buku, dan video sehingga bisa mendalami setiap materinya, tak hanya itu zafira juga terus berdoa dan ibadah agar diberi kemudahan dalam mengikuti olimpiade ini.

Pelaksanaan olimpiadenya ada yang online dan offline di UHO


Atas usaha/hasil kerja keras dan doanya zafira akhir bisa memenangkan olimpiade tersebut hingga sampai pada tingkat nasional bersama dengan temannya yang merupakan murid dari Man Insan Cendekia Kota Kendari  yang ikut serta dalam olimpiade tersebut.


Siswa/siswi Man insan Cendekia Kendari yang berhasil mendapat penghargaan dalam olimpiade Kimia 

  1. Zafira Ramadina Nurulfida

  2. Nazwa Auralia Pakaya

  3. Nabil Nandana



Penulis: Aliyatur Rafiqah Nur (XI IPA 2)

Editor: Waode Alifya Fatimah Azzahroh (XI IPA 2)



 

Senin, 21 November 2022

Siswa MAN IC Kendari Mewakili Sulawesi Tenggara Dalam Rangka Hari Pahlawan Di Kementrian Sosial Republik Indonesia

 

(Sumber: Dokumentasi panitia kegiatan)

MAN IC Kendari adalah salah satu sekolah yang berada di Kendari, Sulawesi Tenggara. Sekolah ini merupakan salah satu sekolah bergengsi di Sulawesi Tenggara. MAN Insan Cendekia yang didirikan atas ide Prof. Dr. Ing. BJ Habibie adalah sekolah model yang memadukan Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan pengayaan pada bidang ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai ciri khas utamanya. Dalam rangka memperingati hari Pahlawan 2022 kemarin, MAN IC Kendari mengutus 2 siswa untuk berangkat ke Kementrian Sosial Jakarta untuk mewakili Sulawesi Tenggara. Nama siswa yang telah diutus adalah Rizky Maharani Hidayat Yamin dari kelas XI IPS, dan Muh. Raf’al Nur Mahmud dari kelas XI IPS. 

Hari pahlawan diperingati setiap tanggal 10 November setiap tahunnya. Hari pahlawan tahun 2022 kini dirayakan di Kementrian Sosial. Dari masing-masing provinsi mengutus dua siswa (putra-putri) untuk berangkat ke Jakarta menghadiri perayaan Hari Pahlawan. Siswa-siswa yang telah datang ke Kementrian Sosial diajak mengunjungi monument pahlawan Nasional, berjalan-jalan ke museum, dan masih banyak tempat lainnya yang mereka kunjungi. 

Salah satu siswa MAN IC Kendari Muh. Raf’al Nur Mahmud yang menghadiri perayaan hari pahlawan kemarin mengatakan “Hari pertama disana kami melaksanakan upacara ditaman makam pahlawan utama Kalibata yang diikuti oleh seluruh peserta dengan menggunakan baju daerah dari masing-masing provinsi. Kebetulan saya menggunakan baju adat daerah Buton. Setelah mengikuti upacara, kami menuju ke gedung konvensi taman makam pahlawan utama untuk mengikuti dialog bersama ibu mentri social Ibu Tri Rismaharini, setelah banyak berdialog dengan Ibu Tri, beliau mengajak kami untuk foto bersama dari masing-masing provinsi.” Jadi disini teman kita menceritakan hari pertamanya saat perayaan hari pahlawan di Jakarta. Dan hari kedua mereka mngunjungi kantor Kementrian Sosial, mereka banyak melihat hal-hal yang sangat indah disana.

Selama berada di Jakarta mereka diberi kesempatan untuk pergi melihat-lihat tempat dimana para Jendral dibunuh, tepatnya di “Lubang Buaya”. Mereka juga mendapatkan hal unik yaitu melihat tandu yang digunakan Jendral Sudirman dalam perang Griliya melawan pasukan Belanda. Jadi, mereka selama disana banyak sekali mengunjungi museum-museum pahlawan, dan melihat peninggalan-peninggalan yang ada didalam museum.



Penulis: Moh. Fadhil Arhab (XI IPA 2)


Gemari Luale Sebelumnya: Ini Motivasi Motia Untuk Menjadi Luale MAN Insan Cendekia Kota Kendari 2022

Luale Anandonia ialah sebutan untuk ikon MAN Insan Cendekia Kota Kendari yang berasal dari bahasa suku Tolaki. Luale Anandonia sendiri tidak hanya sebagai ikon sekolah saja, namun dengan tujuan untuk memiliki duta yang mampu untuk menjadi contoh sebagai pembicara dan membagikan informasi tentang adat dan budaya lokal khususnya budaya suku Tolaki serta potensi sekolah kepada masyarakat luas menjadi suatu hal yang penting bagi beberapa jenjang pendidikan.


Saat ini Luale MAN Insan Cendekia Kota Kendari 2022 yang terpilih ialah Motia Inetyarumbuy Iwana dari kelas XI IPA 2 ASTREGO dan Anandonia MAN Insan Cendekia Kota Kendari 2022 yang terpilih ialah Khalifatul Alief Muriadin dari kelas XI IPA 1 AVA. Berikut cerita pengalaman seorang Luale MAN Insan Cendekia Kota Kendari 2022.



(Gambar: Dokumentasi sekolah)

Motia Inetyarumbuy Iwana ialah Luale yang  terpilih sebagai ikon untuk MAN Insan Cendekia Kota Kendari. Salah satu siswi dari kelas ASTREGO ini telah memberikan cerita Lualenya kepada penulis.


Rupanya, Motia saat menduduki kelas 1 SMA ia sudah memiliki kegemaran yang menjadi motivasi dari dirinya untuk menjadi Luale. “Saat kelas X (10) saya ngefans sekali dengan Luale sebelumnya, itulah yang menjadi salah satu motivasi saya untuk menjadi Luale” ujarnya.


Awalnya ia tidak begitu tertarik, namun pada saat detik-detik pemilihan Luale Anandonia 2022, rasa keinginan dari dalam hatinya untuk menjadi seorang Luale akhirnya muncul sehingga membuatnya semangat dan terus berlatih agar mencapai keinginannya tersebut. Tidak hanya itu, bahkan dukungan dari Luale 2021 sebelumnya pula yang mendorong keinginan Motia untuk dapat menjadi Luale 2022.


Pemilihan Luale Anandonia MAN Insan Cendekia Kota Kendari 2022 dilaksanakan pada hari Ahad, 29 Mei 2022 di Aula MAN Insan Cendekia Kota Kendari.Motia sendiri sadar kalau ia tidak memiliki keunggulan yang spesifik meskipun keputusan juri telah valid untuk memilih ia sebagai Luale selanjutnya. Namun beberapa teman Motia menyadarkan ia dengan keunggulan yang ada pada dirinya.


“Beberapa teman saya, seperti Faza dan Indan pernah mengatakan ke saya bahwa “Motia, kamu itu punya potensi untuk menjadi Luale, dilihat dari usaha yang keras dari kamu seperti berlatih untuk berpidato dan lain-lain, dan kita yakin kamu pasti bisa!” ujar Motia.


Motia merasa lega setelah terpilih menjadi Luale, namun terdapat beberapa hambatan yang dialami Motia setelah menjadi Luale, diantaranya yakni terkendala dalam menjalankan program kerja yang salah satu alasannya karena pasangan Motia sendiri yakni Alief sebagai Anandonia sangat sibuk dengan aktivitas yang sedang dijalankannya pula seperti; organisasi, paskibra, dan beberapa kegiatan lainnya. Tetapi hal ini tidak membuat keduanya untuk tidak melaksanakan programnya, namun Motia juga terkadang sering berkonsultasi kepada Tim Perubahan MAN Insan Cendekia Kota Kendari yakni bu Adillah Fauziah, pak Ali Topan, dan guru lainnya. Dan ia memiliki goals yaitu ingin menjadi lebih baik lagi sebagai role model sekaligus ikon MAN Insan Cendekia Kota Kendari, serta berusaha untuk mencapai ekspektasi dari orang-orang.



Penulis: Raaziq Akbar Al-Qarni (XI IPA 2)


Kamis, 17 November 2022

Menuju Peserta Finalis LKTI SDA 2023: Bincang-Bincang Dengan Salah Satu Finalis Lomba Karya Tulis Ilmiah Yang Diadakan Oleh Bimtek SDA Kementrian PUPR


Karya tulis ilmiah merupakan kegiatan riset yang disertai dengan data-data yang valid, benar, dana nyata yang memiliki banyak manfaat untuk lingkungan dan masyarakat. Pada bulan Februari - Maret yang lalu bimtek SDA kementrian PUPR mengadakan lomba karya tulis ilmiah dengan tema penelitian “Air Tanah: memahami, memanfaatkan dan melindungi”. Dengan sasaran peserta anak SMA/SMK/MA tingkat nasional. Salah satu sekolah elit di kota Kendari yakni MAN Insan Cendekia kota Kendari  di sorot publik karena salah satu siswinya berhasil memenangkan lomba karya tulis ilmiah sebagai peserta juara ke- III dengan judul penelitian “Analisis Pemenuhan Kebutuhan Air Bersih Masyarakat Pesisir Kec. Abeli dan Nambo Kota Kendari”. kita sebut, Masya Adawiyah dan Dina Auliyah.


“Saat itu saya sedang mengingin kan sebuah lomba untuk di ikuti dan akhirnya ada informasi dari ibu yuni kalau lomba LKI  tentang air ini bisa saya ikuti” Masrya Adawiyah (Selasa, 18 Oktober 2022) di asrama putri. 


Marsya Adawiyah lagi belajar malam

Beberapa informasi yang diberikan oleh siswi Marsya Adawiyah mengenai lomba karya tulis ilmiah ini. Lomba karya tulis ilmiah dengan tema penelitian “Air Tanah: memahami, memanfaatkan dan melindungi” ini lomba seperti layaknya makalah dengan jumlah anggota tim minimal 1 dan maksimal 3. Siswi menginformasikan bahwa lomba ini diadakan setiap tahun dengan waktu tak tentu.


“Menurut saya pribadi, hal yang di nilai dari juri dari penelitian saya itu; pertama, sistem penulisan rapih. Kedua, kompleks. Ketiga, banyak jurnal acuan. Ke empat, penulisan seperti proposal penelitian” ~Marsya Adawiyah.


Harapan penulis semoga ada salah satu siswa/siswi MAN Insan Cendekia kota Kendari yang dapat memenangkan lomba ini ditahun berikutnya. Marsya Adawiyah memberikan nasihatnya untuk seluruh siswa/siswi Man Insan Cendekia kota Kendari mengenai ‘kunci’ ketika mengikuti lomba karya tulis ilmiah. Pertama, tentukan target. Kedua, punya rasa semangat dan niat yang kuat. Ketiga, miliki rasa penasaran yang tinggi. Keempat, buat jadwal. Dan yang terakhir, cari pembimbing.


Penulis: Alya Febriana Cipta (XI IPA 2)




 

Rabu, 16 November 2022

JAMET WOLIO: SOSOK DIBALIK KEDISIPLINAN SISWA MAN INSAN CENDEKIA KOTA KENDARI

 

Source:https://kkn.iainkendari.ac.id/komentar/AKFT20205240280783467


Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia merupakan Madrasah Aliyah yang pertama kali dibangun di Serpong pada tanggal 21 September 1996, dan disusul dengan Gorontalo setahun setelahnya. Kemudian lahirlah Insan Cendekia lain yang tersebar di seluruh penjuru Nusantara yang sekarang berjumlah sekitar 23 Madrasah.

Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia menggunakan sistem kurikulum di atas Standar Kurikulum Nasional ( Kurikulum Percepatan ). Maka tak heran jika pada tahun 2022 sebanyak sembilan belas MAN Insan Cendekia dari seluruh Indonesia dapat menempati 1000 besar sekolah terbaik se-Indonesia menurut LTMPT ( Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi) yang didasarkan pada nilai UTBK.

Selain prestasi yang membanggakan, siswa Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia juga memiliki sikap mandiri dan kedisiplinan yang tinggi dikarenakan sekolah ini menerapkan sistem sekolah berasrama atau boarding school.

Salah satu Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia yang tergolong “sukses” adalah MAN IC Kota Kendari. MAN IC Kota Kendari tergolong sukses karena menjadi sekolah terbaik ke-190 secara nasional, dan menjadi sekolah terbaik pertama se-Sulawesi Tenggara.

Selain di bidang akademik, MAN IC Kota Kendari juga berhasil mendidik siswanya menjadi lebih bijak dalam manajemen waktu, serta disiplin dalam melakukan segala sesuatu. Hal ini  tentunya tidak terlepas dari peran pembina asrama, baik pembina asrama putra maupun pembina asrama putri.

Salah satu sosok pembina yang menekankan kedisiplinan adalah Ustadz Jamet Wolio, S.Pd. Pria yang kerap disapa Ustadz Jamet oleh kalangan siswa maupun guru tersebut merupakan seorang pembina asrama putra  MAN IC Kota Kendari yang bergabung sejak tanggal 4 Januari 2022. Selain menjadi pembina asrama, ia juga kerap kali mengisi kegiatan asrama dengan  menjadi guru tahfidz, tahsin, dan lain sebagainya.

Sebelum bergabung di MAN IC Kota Kendari, Ustadz Jamet yang merupakan lulusan Inatitut  Agama Islam Negeri (IAIN) Kota Kendari jurusan Pendidikan Bahasa Arab ( 2017-2020 ) itu  pernah menjadi seorang guru Bahasa Arab dan Tahfidz di Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu Al-Qalam Kota Kendari sekaligus guru les pribadi di IAIN Kota Kendari.

Ustadz Jamet mengaku ia awalnya berencana untuk bekerja di sebuah perusahaan pertambangan di daerah Sulawesi Tenggara, namun ia lebih dulu bertemu Ustadz Agustan yang merupakan Wakil Ketua Madrasah bidang Keasramaan MAN Insan Cendekia Kota Kendari yang menawarkan kepadanya untuk menjadi pembina asrama putra di MAN Insan Cendekia Kota Kendari.

Pada awalnya Ustadz Jamet merasa kurang percaya diri ketika mendapat tawaran sebagai pembina asrama di MAN IC Kota Kendari dikarenakan ia tidak mempunyai pengalaman kerja sebagai pembina asrama dan ditambah lagi ia bukan merupakan lulusan pesantren sehingga ia merasa asing dengan suasana berasrama. Namun, hal itu tidak menjadi hambatan yang berarti bagi Ustadz Jamet. Dengan rasa penasaran ingin mencari pengalaman baru, ia pun menerima tawaran tersebut tanpa bimbang sedikitpun.

Setelah menjalani beberapa bulan sebagai pembina asrama putra MAN IC Kota Kendari, Ustadz Jamet sudah mulai merasa nyaman dan terbiasa dengan aktivitas kehidupanya sebagai pembina asrama. Sejak ia menjadi pembina asrama MAN IC Kota Kendari, mulai terlihat perubahan sikap dan sifat dari warga asrama yang lebih berani dalam mengekspresikan diri. Hal ini tidak terlepas dari sikap beliau yang terbuka dan selalu melontarkan candaan kepada siswa binaannya serta sering kali memberikan kalimat yang memotivasi siswa agar lebih giat dalam menuntut ilmu.

Selain itu, Ustadz Jamet mengaku memiliki beberapa cara guna menumbuhkan rasa kedisiplinan warga asrama putra MAN IC Kota Kendari ,” Caranya itu dengan menyusun program pembinaan yang harus dilakukan, bekerja sama dengan Ustadz Sumarlin ( pembina asrama yang lain ) mengenai pembinaan asrama, menyusun jadwal pembinaan seperti contohnya tahsin dan tahfidz, serta bekerja sama dengan pengurus asrama untuk menjaring dan memberi hukuman kepada siswa yang melanggar ” Ujar Ustadz Jamet ( 19 Oktober 2022 )

Meskipun terbilang sangat berhasil dalam menjadi pembina asrama, Ustadz Jamet masih memiliki cita-cita yakni menjadi seorang guru Bahasa Arab di MAN Insan Cendekia Kota Kendari. Ia mengatakan jika sampai akhir  tahun ini masih belum ada pendaftaran sebagai guru Bahasa Arab di MAN Insan Cendekia Kota Kendari, maka ia akan mengejar tujuan awalnya yakni bekerja di perusahaan yang bergerak dalam bidang pertambangan maupun menjadi seorang pembina asrama di salah satu Universitas ternama yang bertempat di pulau Jawa. 


Penulis: Muh. Fauzan Hermawan Mas'ud (XI IPA 2)



 


Selasa, 15 November 2022

BERAWAL DARI PENASARAN, SISWA INI TERPILIH MENJADI KETUA OSIS

 

Ketua OSIS periode 2022/2023 (kiri) dan Ketua OSIS periode 2021/2022 (kanan)
(Gambar: Dokumentasi sekolah)



Berawal dari penasaran Raaziq Akbar al-Qarni atau biasa dipanggil Raaziq adalah salah satu siswa MAN Insan Cendekia Kota Kendari yang duduk di bangku kelas XI IPA 2 Astrego (Astra Fulqentius Hugo) baru saja terpilih menjadi ketua OSIS MAN Insan Cendekia kota Kendari. 

Pemilihan ketua OSIS MAN Insan Cendekia Kota Kendari dilakukan secara demokrasi untuk menjadi wadah bagi kandidat calon pasangan ketua OSIS yang harus memenuhi berbagai persyaratan. Persyaratan tersebut bukan hal mudah. Kandidat akan mengikuti tahapan-tahapan sampai acara pemilihan.

Berdasarkan data dari narasumber, Raaziq mengatakan bahwa ia belum pernah merasakan kegiatan berorganisasi sebelumnya sejak menempuh Sekolah Menengah Pertama. 

“Saya ingin memanfaatkan kesempatan dengan menjadi Ketua OSIS, untuk melatih kepemimpinan agar kedepannya lebih baik,” ujarnya (Selasa 18 Oktober 2022). Keinginan untuk selalu mencoba inilah dapat menjadi salah satu motivasi siswa-siswi lainnya untuk berani.

Terpilih menjadi Ketua OSIS bukanlah hal yang dapat dianggap mudah bagi banyak orang karena sesungguhnya bahkan narasumber sendiri menghadapi banyak kesulitan. “Pemilihannya agak terlambat jadi waktunya mepet. Ini menjadi challenge bagi saya, karna waktu tidak teratur, butuh kesabaran yang lebih karena banyak hatters jadi harus sabar-sabar saja, karena berpengaruh dengan kinerja kedepannya,” jawabnya. Selain itu, Kesulitan lainnya adalah setelah pemilihan Raaziq harus  memutuskan orang-orang yang membantunya menjalankan tugas terutama sebagai wakil. 

“Sebenarnya ada tiga calon untuk jadi wakil ketua OSIS. Pertama Ashadi Ahsan sebagai kandidat nomor urut 1 dari IPS, tapi katanya dia fokus ke bimbingan olimpiade yang sedang diikutinya. Terus yang kedua, ada Afif Nauval sebagai ketua Angkatan dan banyak ditakuti yang lain, tapi katanya dia tidak mau. Yang terakhir, ada Achmad Khalil dari IPA 3 karena dia orangnya juga tegas, dan banyak relasi diluar dan itu yang dibutuhkan.”

Kinerja ketua OSIS terpilih, Raaziq telah ia buktikan dengan mengadakan peringatan G30SPKI dalam kurun waktu satu minggu setelah terpilih. Dan sampai saat ini, narasumber bersama dengan anggotanya sebelum pelantikan telah mengadakan lebih dari tiga kegiatan sekolah di MAN Insan Cendekia Kota Kendari. Ia mengatakan bahwasannya telah menjalin silahturahmi dengan ketua OSIS MAN Insan Cendekia Kota Pekalongan yaitu Intan.

Sekarang, Raaziq dan para anggota yang dipilih dengan tanggung jawab masing-masing dalam membantunya menjalankan keperiodean OSIS sedang menunggu acara pelantikan OSIS masa bakti 2022-2023 agar kinerja OSIS lebih terstruktur dan terarah.

Raaziq selaku ketua OSIS terpilih mengatakan bahwa ia berharap, “Semoga OSIS periode ini bisa menjadi lebih baik, dan menjadikan kesalahan sebelumnya menjadi pembelajaran meskipun hakikatnya manusia tidak luput dari kesalahan.”



Penulis: Motia Inetyarumbuy Iwana (XI IPA 2)



Senin, 14 November 2022

Penggunaan E-Commerce Terhadap Kebiasaan Belanja Siswa SMA

 

(Gambar: Dokumentasi pribadi)


E-commerce adalah adalah sebuah media yang digunakan untuk melakukan interaksi pertukaran barang, transaksi online, antara penjual dan pembeli melalui internet. E-commerce ini digunakan untuk mempermudah transaksi antara produsen dengan konsumen tanpa adanya kontak langsung. Contoh dari e-commerce yang digunakan adalah Shopee, Tokopedia, Bukalapak, Lazada, Amazone, dan lain-lain.

Zaman sekarang banyak sekali remaja yang lebih memilih menggunakan E-commerce sebagai media untuk belanja. Apalagi baru-baru ini kita dilanda Covid-19 sehingga kita dilarang untuk keluar rumah yang mengharuskan kita untuk membeli kebutuhan secara online. E-commerce ini juga membantu mempermudah kita dalam berbelanja tanpa harus keluar rumah barang yang ingin kita beli bisa dibeli secara online dan sangat praktis, karena barang yang kita beli akan diantar oleh kurir kerumah kita.

Ada salah satu teman kita yang sering sekali menggunakan e-commerce sebagai media belanjanya. Jadi, salah satu teman kita yang bernama Alisya ini sering sekali menggunakan e-commerce sebagai media dia untuk berbelanja, dia berkata “Saya sering sekali menggunakan e-commerce sebagai media berbelanja saya, karena lebih banyak pilihan dan lebih praktis. Awalnya memang sebelum mengenal e-commerce saya belanjanya secara langsung, tapi semenjak saya mengenal e-commerce saya lebih memilih e-commerce sebagai media berbelanja saya. Dan kalau saya berbelanja melalui e-commerce saya bisa menemukan barang yang tidak ada ditoko-toko langsung, dengan hanya klik-klik menggunakan handphone saya sudah bisa mendapatkan barangnya tanpa harus keluar rumah. Saya juga lebih suka belanja di e-commerce karena banyak diskon, voucher gratis ongkir, dan harganya lebih murah di banding dengan beli secara langsung. Jadi saya ketagihan untuk menggunakan e-commerce sebagai media berbelanja saya selain lebih praktis, juga banyak sekali keuntungan yang saya dapatkan”. Jadi ternyata teman kita Alisya lebih memilih menggunakan e-commerce karena lebih praktis dan banyak keuntungannya.

Tapi siapa sangka bahwa ternyata ada juga teman kita yang jarang menggunakan e-commerce sebagai salah satu media transaksi belanja. Jadi, salah satu teman kita yang bernama Nabil ini ternyata jarang menggunakan e-commerce karena memiliki alasan, dia berkata “Saya jarang menggunakan e-commerce sebagai media transaksi saya karena takut kena tipu, saya juga lebih suka membeli barang secara langsung karena bisa melihat-lihat langsung barang yang akan dibeli”. Jadi alasan dia untuk tidak melakukan transaksi belanja online adalah karena takut adanya penipuan.

Akan tetapi teman-teman tidak perlu takut karena tidak semua transaksi belanja secara online itu penipuan. Karena justru banyak hal positifnya juga jika berbelanja melalui e-commerce. Penggunaan e-commerce itu pasti memiliki dampak baik maupun buruk. Tergantung dari kita sebagai penggunanya bagaimana cara kita mengontrol diri dalam menggunakan sesuatu sesuai dengan kebutuhannya. 

Jadi, dalam pola belanja siswa SMA tergantung dari siswa tersebut ada yang lebih memilih menggunakan e-commerce sebagai medianya dalam belanja, ada juga yang turun langsung ke tempat belanjanya agar bisa melihat-lihat langsung. Dan semua itu punya keuntungan atau mungkin kerugian masing-masing, tergantung dari kenyamanan dari kita lebih nyaman belanja secara langsung atau melalui media. 

Memang penggunaan e-commerce ini mempengaruhi kebiasaan belanja siswa SMA, seperti perkataan dua siswa diatas yang satunya lebih memilih belanja di e-commerce dan yang satunya lebih memilih belanja secara langsung. dan memang e-commerce sangat berpengaruh karena merubah pola belanja remaja seperti siswa SMA bernama Alisya. Yang awalnya sebelum mengenal e-commerce dia selalu pergi belanja barang kebutuhannya secara langsung, akan tetapi setelah adanya e-commerce dia menjadi jarang keluar rumah dan lebih memilih tinggal dirumah dan menunggu barangnya sampai. 



Penulis : Kamalia Kurniasari (XI IPA 2)



Rizky Maharani : Siswi MAN Insan Cendekia Kota Kendari yang Mewakili Provinsi Sulawesi Tenggara dalam Kegiatan Parlemen Remaja Tingkat Nasional

 

(Gambar: Dokumentasi pribadi)


Parlemen Remaja adalah salah satu kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh DPR RI sebagai media untuk remaja Indonesia belajar mengenai bagaimana politik yang benar dan baik serta bagaimana rasanya kerja sebagai anggota DPR yang sesungguhnya. Salah satu siswi MAN Insan Cendekia Kota Kendari bernama Rizky Maharani mewakili Sulawesi Tenggara dalam kegiatan Parlemen Remaja tingkat nasional. Kegiatan ini diselenggarakan di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, yang berlangsung selama 4 hari yaitu mulai dari tanggal 10 Oktober-14 Oktober 2022. 

Rizky mengatakan bahwa ia ingin mengikuti kegiatan parlemen remaja karena sesuai dengan passion dan minatnya. Dia juga mengatakan bahwa ia termotivasi dari orang tua, serta orang-orang hebat disekitarnya seperti kakak kelas, dan teman-temannya. Adapun tujuan ia mengikuti kegiatan bergengsi ini tak lain dan tak bukan ialah untuk membanggakan kedua orang tuanya. 

Persiapan yang harus Rizky siapkan untuk mengikuti kegiatan ini antara lain essay, video kampanye, dan CV (Curriculum Vitae). Teman-teman mungkin penasaran kan bagaimana Rizky membagi waktunya untuk melakukan persiapan tersebut di sela-sela kegiatan sekolahnya yang padat? Biasanya Rizky mulai mempersiapkan segala persiapan yang dibutuhkan saat ia tiba di sekolah. Dia juga menyempatkan diri untuk melakukan semua persiapan pada saat ada jam mata pelajaran yang kosong, hingga saat jam istirahat di sekolah pun ia gunakan untuk melakukan persiapan tersebut. Walaupun harus melalui persiapan yang lama dan cukup berat, namun dengan usaha keras serta doa orang tua, ia berhasil dan terpilih sebagai perwakilan provinsi Sulawesi Tenggara dalam kegiatan Parlemen Remaja ini.   

“Mungkin dalam hidup ini, ada naik dan turunnya. Mungkin saat ini kita sedang turun, tapi percaya saja kalau hidup itu berputar. Ada saat dimana kita akan naik ke atas. Jadi ketika kita lagi terpuruk saat ini yang mungkin karena gagal, tetap semangat karena yang terbaik pasti akan datang. Jadi tetap semangat, dan berusaha, serta berikhtiar kepada Allah swt.” ujar Rizky (Senin, 17 Oktober 2022)


Penulis : Farras Rhulis Anta Veil


Tenun Sultra Ramah Lingkungan di Indonesia Fashion Week 2019

 Indonesia Fashion Week 2019 telah sukses di gelar Jakarta Convention Centre pada tanggal 27 - 31 Maret 2019. Seperti tahun-tahun sebelumnya, pekan mode ini diselenggarakan oleh Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI). IFW 2019 kembali mengangkat kebudaan Indonesia sebagai visi besarnya. Tema yang diambil adalah 'Cultural Values'. Secara khusus, tahun ini IFW menggaungkan budaya Kalimantan seperti kain tenun, sonket.

Salah satu putri terbaik Sulawesi Tenggara di kancah desainer, Risza Novinaty. Berhasil mencuri perhatian publik dengan penggunaan limbah botol plastik sebagai bahan utama dalam rancangan tenun yang Ia tampilkan di Indonesia Fashion Week 2019.

Risza Novianti atau yang lebih dikenal dengan nama Risza “Icha” Novianty lahir Di Kendari, Sulawesi Tenggara pada tanggal 24 november 1989. Ia sedari kecil sejatinya telah meminati seni desain namun baru mendalami bidang tersebut ketika Ia menyelesaikan pendidikan S1-nya di Universitas Telkom, Ia melanjutkan pendidikannya di Holmes Institute Of Master Design, Australia. Setelah lulus ia aktif mengikuti berbagai even fashion design di Indonesia. 

Karyanya dalam pegelaran Fashion Modern Ethnic bertema Kemilau Sulawesi Tenggara, bekerja sama dengan pemerintah kabupaten Bombana dan Buton sukses mencuri perhatian, Moronene di Wolio (Bombana di Tanah Buton) adalah Tema yang dibawa oleh SAO dengan 9 jenis desain di pergelaran Fashion paling bergengsi di Indonesia. Risza menggabungkan motif kain tenun dan batik bombana dengan Buton, serta pewarna alami dari Pulau Buton. Ia memilih tema ini karena menurutnya 2 motif tenun dari dua daerah ini sangat cocok untuk digabungkan dan ditampilkan.



 
x


https://www.gettyimages.in/detail/news-photo/models-showcase-designs-on-the-runway-during-the-sao-by-news-photo/1138664440


Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah karya desain baju modern casual tenun yang dipadukan dengan kain daur ulang sampah plastik, dengan warna dasar yang digunakan berasal dari pewarna alami. Tak hanya itu Ia juga bekerja sama dengan Bank Sampah Ternate untuk Mengolah limbah plastik di Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Timur, menjadi berbagai aksesoris seperti anting dan kalung. “ Saya cukup exciting dalam pembuatan desain ini, karena belum banyak tenun berbahan dasar plastik “ ujar Risza via telepon pertanggal 18 oktober 2022. 

Untuk mengubah plastik menjadi benang, SAO menggunakan teknologi berkualitas tinggi dari Thailand, hal tersebut membuat harga dari tenun ini menjadi cukup mahal. Penggunaan bahan dasar plastik sebagai bahan dasar dari kain tenun diprediksi akan membuat pemakai akan merasa panas, namun ternyata tidak. “ Kami kira akan panas karena terbuat dari plastik, namun ternyata nayaman-nyaman saja “ujar Risza via telepon pertanggal 18 oktober 2022. 

Proses pembuatan tenun ini tidaklah mudah, Risza bersama timnya dapat menyelesaikan tenun ini melalui proses panjang selama 3 bulan. Tentunya dengan persiapan yang matang dipadukan dengan skill para crew tim SAO membuat mereka dapat menyelesaikan pembuatan kain tenun ini dengan baik. ” Pertama pastinya saya sebagai fashion designer akan berkonsultasi dengan team dekranasda kabupaten untuk menyepakati tenun apa yg akan kita tampilkan. Setelah itu saya melakukan riset mengenai arti dari motif tenun itu sendiri , setelah itu mulai merancang sketsa Design dan mulai di proses produksi dari pembuatan pola, sewing hingga finishing proses ini dilakukan selama 3 bulan sebelum ditampilkan ke IFW “ujar Risza via telepon pertanggal 18 oktober 2022. 

Suksenya SAO menampilkan desain baju modern casual tenun ramah linkungan, dengan tema Moronene di Wolio yang sukses mencuri perhatian di IFW 2019, membuat Risza berharap motif-motif tenun dari Sulawesi Tenggara dapat dikenal dikancah Nasional maupun Internasional. “ Sebagai salah satu  designer yang besar di Sulawesi Tenggara tentunya saya memiliki harapan yang besar, agar motif2 kain tradisional Sulawesi tenggara bisa dikenal dikancah nasional dan internasional, dan pegelaran IFW ini salah satu pintu besar untuk memperkenalkan motif-motif kain tradisional sultra. Kami para designer Sultra akan terus berkarya dan memberikan yang terbaik untuk mempromosikan motif-motif kain tradisional Sultra  tapi tentunya harus sejalan dengan dukungan dari Pemprov dan semua masyarakat dari Sulawesi Tenggara.” ujar Risza via telepon pertanggal 18 oktober 2022.


Penulis : A. Ahmad Abrar Sao-Sao (XI IPA 2)


       

Resensi Lagu Pluto Projector By Rex Orange County

  Artis: Rex Orange County Dirilis: 2019 Album: Pony Genre: Alternatif/Indie Rsensi Lagu: Lagu ‘Pluto Projector’ milik Rex Orange ...