Tampilkan postingan dengan label XI IPA 3 Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label XI IPA 3 Artikel. Tampilkan semua postingan

Selasa, 29 November 2022

Kisah Afiqah Nazifatul Latif yang Berhasil Bertahan di Ekstrakurikuler KIR

 

Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) adalah salah satu esktrakurikuler yang menghimpun siswa dalam bidang ilmiah. Dalam ekskul ini, siswa dilatih untuk membentuk perilaku dan cara berpikir kritis serta mengolah ketajaman berpikir dalam mencari alternatif penyelesian dalam suatu permasalahan melalui pembuatan karya ilmiah.

KIR juga merupakan suatu wadah yang memfokuskan pada kompetisi dalam mengolah nalar dengan suatu kegiatan seperti menjadi jurnalis, melakukan penelitian lalu menyusunnya menjadi karya tulis ilmiah, dan lain sebagainya hingga menghasilkan suatu penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat.

Afiqah Nazifatul Latif merupakan salah satu siswi MAN Insan Cendekia Kota Kendari yang aktif dalam kegiatan esktrakurikuler KIR. Afiqah mulai aktif dalam KIR sejak kelas 10 semester 1. Awalnya ia mencoba ikut seleksi anggota ekstrakurikuler KIR dengan membuat judul, dan ternyata ia diterima menjadi anggota ekskul tersebut. Namun, setelah beberapa lama menjadi anggota KIR, Afiqah mulai merasakan ketidaktertarikan dan ingin keluar. Tetapi Alya (salah satu anggota KIR) selalu menyemangatinya untuk tetap bertahan. “Coba tunggu sampai proposalmu selesai lalu putuskan kamu mau keluar atau tidak,” ujar Alya kepada Afiqah.

Dengan bantuan dan dukungan teman-temannya selama bimbingn KIR, Afiqah mulai merasa nyaman hingga akhirnya berhasil menulis sebuah karya ilmiah. Ia juga berkata bahwa ia mendapatkan hasil yang sesuai dengan apa yang ia dan timnya harapkan dalam penelitian mereka. Selain itu Afiqah dan beberapa anggota KIR lainnya sedang merencanakan perjalanan mereka ke Jakarta pada bulan Oktober untuk melakukan pelatihan karya ilmiah.

Selama mengikuti kegiatan KIR, Afiqah juga selalu diberi motivasi oleh kakak kelasnya di ekskul ini yaitu Marsha untuk terus semangat dan serius mengikuti KIR serta mengikuti banyak lomba.

Selain aktif dalam ekstrakurikuler KIR, Afiqah juga aktif dalam beberapa kegiatan yaitu ekskul musik, OSIS, dan bimbingan olimpiade informatika.


Penulis: Widat Nayla Kadir

Editor: Chalissa

Senin, 28 November 2022

Lisya Auliyah, Siswi MAN Insan Cendekia Mengikuti Lomba Yang Diadakan Bea Cukai Dengan Banyak Rintangan

 

Bea Cukai adalah sebuah instasi pemerintah yang melayani masyarakat di bidang kepabeanan dan cukai. Bea dan cukai adalah tindakan pungutan negara terhadap barang ekspor dan impor serta barang lain dengan sifat khusus.

Dalam rangka mengenalkan tugas dan fungsinya kepada masyarakat khususnya pelajar, Bea Cukai menyelenggarakan sebuah kegiatan bertajuk Customs and Excise Festival For High School 2022 (CEFHS 2022). Jadi ada lomba olimpiade bea cukai, lomba puisi, lomba paduan english speech, lomba voice over, lomba paduan suara, dan school combat. Selain itu juga ada kegiatan food festival UMKM dan diakhiri perayaan puncak.

Dalam hal ini salah satu siswi MAN Insan Cendekia Kota Kendari yang bernama Lisya Aulia Jalil atau kerap disapa Lisya mengikuti salah satu lomba yang diadakan oleh Bea Cukai yaitu voice over. Voice over sendiri ialah pengisi suara dari video. Voice over yang diadakan oleh Bea Cukai mengangkat tema mendukung dan memotivasi agar bergabung dengan UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah).

“Tujuan saya mengikuti lomba tersebut karena mau mencari pengalaman dan tertarik dengan hadiah yang diberikan.” Ujar Lisya.

Selama mengikuti lomba tersebut, Lisya memiliki beberapa kendala yang membuatnya kesusahan dalam mempersiapkan diri “kendalanya karena adanya pemeriksaan laptop dan hp yang diadakan pembina asrama jadi sulit untuk meminta izin menggunakannya dan juga mepetnya waktu karena mengikuti LDKS atau waktu yang terbatas. Tapi walaupun begitu saya mendapat dukungan dari orang tua dan guru karena meminjamkan alat komunikasinya, serta teman-teman yang mendukung sangat berharga sekali bagi saya.” Ujar Lisya.

Lisya juga mengungkapkan bahwa merasa senang karena sekolah memberikan fasilitas yang lengkap “Persiapan dalam mengikuti lomba tersebut keren sekali, karena toh di fasilitasi sama sekolah, seperti di siapkan  ruangan ber ac, lengkap dengan fasilitas rekamannya.” Ujar Lisya diwawancarai pada saat waktu istirahat di kelas.

Penulis: Laode Firman Ghani

Editor: Chalissa

Dzaky Abdurrahman Cari CUAN Lewat Hobi Menggambar

 Menggambar adalah kegiatan-kegiatan membentuk imaji, dengan menggunakan banyak pilihan teknik dan alat dengan membuat tanda-tanda tertentu di atas permukaan media dengan mengolah goresan dari alat gambar. Gambar merupakan karya seni rupa dua dimensi yang berfungsi untuk untuk menerangkan ataupun menjelaskan sesuatu.

Di zaman sekarang sudah terdapat banyak sekali lapangan pekerjaan dan banyak sekali cara untuk menghasilkan uang/keuntungan, salah satunya adalah menggambar sebuah komik dan menjualnya. Bagi kita semua “komik” sudah tidak asing lagi di telinga kita, bahkan saat kita kecil pasti kita pernah membaca sebuah buku cerita yang berisi gambar dan dialog di dalamnya, itulah yang biasa di sebut komik.

Dzaky Abdurrahman atau yang biasa disapa jeky merupakan salah satu siswa MAN Insan Cendekia Kota Kendari yang sangat suka menggambar, dia mulai suka menggambar sejak duduk di bangku kelas 1 SMA. Hal yang membuatnya suka menggambar berawal dari ketertarikannya dengan komik yang ia baca, dia mulai tertarik untuk menggambar karena melihat gambar di komik yang ia (Dzaky) baca menurutnya cukup unik dan membuatnya tertarik untuk mulai menggambar.

“saya sangat suka mengambar karena menurut saya orang yang menggambar itu unik”. Ungkapnya di kendari pada senin (17/10/2022).

Dzaky juga menjelaskan kalau dia suka menggambar karena menyukai gambar di komik yang ia baca dan dia ingin seperti para pembuat komik yang bisa mendapatkan keuntungan (cuan) lewat menggambar.


Penulis: Fahrul Rijal Sufri

Editor: Chalissa

Minggu, 27 November 2022

Sepak Terjang Siswa MAN Insan Cendekia Kota Kendari di KSN 2022 Hingga Lolos Ke Tingkat Nasional

 

potret Nabil Hakim saat OSN

OSN (Olimpiade Sains Nasional) merupakan olimpiade tahunan tingkat SMA/sederajat yang diadaan oleh Pusat Prestasi Nasional, Kemendikbudristek Republik Indonesia, dan Ikatan Alumni TOKI (Tim Olimpiade Komputer Indonesia). Bidang informatika merupakan salah satu bidang yang dilombakan, yang menguji penyelesaian masalah (problem solving)  melalui soal-soal pemrograman (competitive programming).

Untuk dapat bertanding di OSN tingkat nasional, siswa harus terlebih dahulu ditunjuk melalui pihak sekolah untuk mengikuti OSN tingkat kota/kabupaten (OSN-K) terlebuh dahulu. Kemudian, para siswa terbaik tingkat kota/kabupaten akan ditandingkan di tingkat provinsi (OSN-P) dan kemudian lanjut ke tingkat nasional.

Dalam hal ini, Nabil Hakim Al Fikri siswa asal MAN Insan Cendekia Kota Kendari berhasil menjadi siswa terbaik pada ajang perlombaan KSN-P yang berhasil keluar sebagi juara 1 tingkat provinsi bidang informatika yang kemudian berhak untuk lanjut ke tingkat nasional. Nabil Hakim Al Fikri mengungkapkan bahwa salah satu kunci utama dalam mengerjakan soal-soal ialah sabar, konsisten, dan dibutuhkan persiapan yang matang.

“intinya kunci agar berhasil mendapatkan juara ialah sabar, konsisten, dan persiapan yang matang”jelasnya

Dalam mengikuti perlombaan dibutuhkan ketekunan, kerja keras, dan motivasi yang kuat.

“Motivasi saya dalam mengikuti perlombaan ini ialah, agar saya dapat banyak pengalaman. Dari situ saya termotivasi untuk mengikuti lomba bukan hanya itu, ikut lomba berarti membiasakan diri kita bersaing, berpikir, dan berusaha lebih. Meskipun memang, gagal tak bisa dipungkiri. Tapi darisitu, lama kelamaan kita paham apa saja hal yang perlu dikoreksi dari diri kita.” Ucapnya.

Penulis: Achmad Khalil Azdzakwan

Editor: Chalissa

Jumat, 25 November 2022

KISAH ABDUSSALAM SAID YANG SUKSES MERAIH MEDALI EMAS BIDANG KEBUMIAN PADA AJANG KOMPETISI SAINS NASIONAL TINGKAT KOTA

 

(pas foto: Abdussalam Said)

    Kompetisi sains nasional adalah kompetisi yang rutin di lombakan setiap tahunnya dan di selenggarakan oleh pusat prestasi nasional(PUSPRESNAS) dan Kementrian Pendidikan dan budaya (KEMENDIKBUD). Kegiatan ini dilaksanakan secara online, sekitar 500 siswa yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut . Banyak bidang yang di lombakan seperti Matematika,Fisika,Kebumian dll.

    Abdussalam said atau kerap di sapa Sagan (Said Ganteng)  di tunjuk untuk mewakili sekolah pada bidang Kebumian. Tapi mempelajari tentang bumi dan semesta sudah menjadi hobi nya, dengan semangat belajar yang tinggi dan tekad yang kuat, Said berhsil menyabet juara 1 pada bidang kebumian, dan membawanya melangkah ke tingkat provinsi. “perbanyak Latihan soal,sholat tahajjud,dan senantiasa berbakti kepada orang tua katena ridha allah tergantung ridha orang tua,dan juga taka da yang tak mungkin jika kita berusaha”ujarnya di aula asrama pada 18 November 2022.


Penulis: Muh. Abyan Ridha Tahir

Editor: Chalissa 


Rabu, 23 November 2022

Kisah Perjuangan Nabhil Nandana Sampai Bisa Mendapatkan Mendali Perunggu di KSM Nasional

 

(Sumber: dokumentasi pribadi)


Kompetisi Sains Madrasah atau biasa disebut dengan KSM merupakan lomba yang diadakan oleh Kementrian Agama Republik Indonesia. KSM 2022 dibuka untuk Satuan Pendidikan baik dari Madrasah (MI,MTs,MA) ataupun dari Sekolah (SD/SMP/SMA Sederajat). Lomba ini memiliki 6 mapel yang akan dilombakan yaitu kimia, matematika, biologi, fisika, ekonomi, dan geografi.  Dari 6 mapel lomba ini hanya ada beberapa orang yang lolos sampai ke tingkat provinsi dari perwakilan siswa(i) MAN Insan Cedekia Kota Kendari. Pelaksanaan KSM 2022 tingkat kota dan provinsi diadakan di MAN 1 Kendari. Setelah selesai KSM tingkat provinsi dan mendapatkan kabar mengenai siapa saja yang lolos ke tingkat nasional, ternyata hanya ada 3 orang perwakilan dari MAN Insan Cendekia Kota Kendari yang lolos hingga ke tingkat nasional. Salah satu dari perwakilan tersebut ada Nabhil Nandana atau yang kerap dipanggil Nabhil. Ia berasal dari XI IPA 1. Pada KSM tingkat provinsi, ia mendapatkan juara 1 pada bidang kimia sehingga ia dapat melanjutkan ke tingkat nasional.

           Dia di beritahu oleh pihak sekolah bahwa ia akan mengikuti bimbingn diserpong bersama peserta yang lulus ke tingkat nasional di ic seindonesia selama seminggu awalnya  senang karena baru pertama kali kesana, dan juga saya merasa terkesan dengan siswa disana karena menerapkan sikap disiplin tinggi dalam hal belajar dan juga ibadah ia juga mengatakan Nabil begitu  banyak tekanan dan ke  khawatiran yang dipikirkan dan rasa takut untuk bisa menang karena dari awal lomba itu hanya melalui Via Online akan tetapi ini beda melalui via ofline ia langsung bertemu orang orang hebat di Indonesia.  

Akan tetapi banyak dukungan dari teman teman ,guru guru dan orang tua yang selalu mendoakan saya hingga saya  berhasi dari resah lelah tersebut bisa terbayar dengan mendapatkan mendali perunggu di kompetisi sains madrasa.

Tips:

Agar bisa seperti nabil tetapi selalu belajar dengan giat namun tidak hanya dengan belajar saja tapi juga diawali dengan niat, doa dan saat belajar jangan  depresi agar pelajaran tetap tersimpan diingatan.

Penulis: Andi Moammar Oetzuko

Editor: Chalissa

Selasa, 22 November 2022

MENGUPAS HABIS KISAH HANIYYAH SELAMA MENGIKUTI KEGIATAN PIR

 

Pada setiap tahunnya, BRIN bersama RK melaksanakan pelatihan karya tulis ilmiah dengan sasaran tertentu. Target pesertanya adalah siswa – siswi SMP dan SMA Sederajat. Tidak hanya untuk siswa, pelatihan ini juga ditujukan kepada Guru.

Salah satu kegiatan pembinaan Ilmiah yang dilaksanakan rutin oleh BRIN adalah Pelatihan Ilmiah Remaja (PIR). PIR adalah sebuah kegiatan berupa pemberian materi mengenai penelitian yang terbagi menjadi bidang Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam, dan Teknik (MIPATEK) dan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan (IPSK). Selain itu, akan dilakukan pelatihan penelitian di lapangan dan pembimbingan untuk menulis karya tulis ilmiah.

Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 27-31 Oktober 2022. MAN Insan Cendekia Kota Kendari mendelegasikan 7 siswa untuk mengikuti kegiatan ini, diantaranya yaitu Zahra Nurul Haniyyah Anas, Afiqah Nazifatul Latif, Kamalia Kurniasari, Waode Rahyani Azizah Azka Har, Achmad Khalil Adzakwan, L.M. Khalis Adhipramana, dan Mahesa Argo Wisanggeni. Mari kita kupas habis perjalanan Haniyyah dalam mengikuti kegiatan PIR ini. 

Haniyyah mengatakan bahwa pada acara ini ia merasa sangat antusias dan bersemangat karena ia bertemu dengan banyak teman baru. “Saya sangat senang selama mengikuti kegiatan ini karena saya bisa mendapatkan banyak ilmu baru dengan bertukar pikiran dengan teman-teman dari seluruh Indonesia” ujar Haniyyah pada tanggal 19 November di kamar 2 asrama putri.

Hasil akhir dari pelatihan ilmiah ini adalah para peserta membuat satu karya tulis ilmiah yang harus di presentasikan dihadapan mentor dari BRIN, terdapat 3 kelas yaitu MIPATEK 1, MIPATEK 2, dan IPSK. Masing-masing kelas dibimbing oleh mentor dari BRIN. Lalu pada tanggal 30 semua peserta melakukan presentasi hasil karya mereka dihadapan mentor dan teman-teman kelas. 

 

Pada tanggal 31, acara penutupan PIR dipimpin langsung oleh pimpinan RK yaitu Bayu Satriyawan dengan mengumumkan peserta teraktif, kelompok terbaik, dan peserta terbaik dari masing-masing kelas. Pada pengumuman tersebut salah satu siswa MAN Insan Cendekia Kota Kendari yaitu L.M. Khalis Adhipramana mendapatkan predikat sebagai peserta teraktif.

 

Haniyyah menambahkan bahwa selain melakukan penelitian mereka juga menyaksikan final dan penghargaan dari National Young Inventors Award (NYIA) dan Lomba Karya Ilmiyah Remaja (LKIR) serta inari expo di gedung ICC BRIN di Cibinong. Di pameran ini Haniyyah banyak melihat penelitian-penelitian unik. Salah satu penelitian yang paling menarik perhatian Haniyyah adalah tentang budaya Bali, dimana para laki-laki harus terlihat kuat di depan orang-orang, dalam hal ini peneliti ingin melakukan terapi bagi para laki-laki tersebut karena angka kasus bunuh diri laki-laki di Bali lebih tinggi dibanding perempuan, dan ternyata penelitian ini meraih juara 3 LKIR di bidang IPSK.

 

Salah satu hal yang Haniyyah sadari setelah mengikuti kegiatan PIR ini adalah ternyata saat awal pendaftaran untuk mengikuti PIR ia salah memilih jurusan. Haniyyah menemukan bahwa ternyata yang ia sukai cenderung lebih mengarah ke bidang IPSK. “Ketika berurusan dengan meneliti saya sangat membenci biologi dan kimia karena bertemu dengan In silico” ujar Haniyyah.

 

Satu hal yang takkan terlupakan bagi Haniyyah adalah pada saat kumpul bersama dengan delegasi MAN Insan Cendekia Kota Kendari pada malam kedua. Di acara kumpul tersebut, Haniyyah dan delegasi MAN Insan Cendekia Kota Kendari lainnya menghabiskan waktu bersama sampai jarum jam menunjukkan pukul 1 malam. Menurut Haniyyah itu adalah pengalaman terbaik yang takkan terulang.

“Kegiatan PIR ini sangat berkesan buat saya. Saya mendapatkan banyak ilmu, teman baru, dan pengalaman yang takkan saya lupakan.” 


Penulis: Jasmita Zania Putri Hamlin

Editor: Chalissa

Minggu, 20 November 2022

Zahra Prima Putri Regina: Pengatur Keuangan OSIS MAN Insan cendekia Kota Kendari periode 2022-2023

 



(OSIS) adalah organisasi siswa resmi yang terdapat di sekolah. Organisasi ini memiliki peran penting sebagai penggerak siswa untuk aktif berkontribusi di sekolah. OSIS juga menjadi organisasi yang menampung atau sebagai wadah bagi aspirasi seluruh siswa dan juga sebagai wadah pembinaan kesiswaan untuk pengembangan minat, bakat dan potensi seluruh siswa yang ada di sekolah tersebut.

Seperti halnya sekolah lain, MAN Insan Cendekia Kota Kendari juga mempunyai organisasi intra sekolah (OSIS), osis di MAN IC Kota Kendari sangat berperan penting dalam pengembangan potensi dan minat siswa dan siswi di MAN Insan Cendekia Kota Kendari hal ini dilakukan dengan membuat program kerja yang meliputi kegiatan-kegiatan seperti pentas seni dan olahraga, lomba-lomba dibidang seni, agama dan olahraga dan acara-acara lain yang melibatkan seluruh siswa-siswi MAN Insan Cendekia Kota Kendari.

Untuk melaksanakan atau menyelenggarakan program kerja dengan baik diperlukan dana yang cukup besar, tentunya dana organisasi tersebut diatur oleh bendahara yang telah ditunjuk ataupun dipilih.

Zahra Prima Putri Regina merupakan salah satu dari dua bendahara organisasi terbesar (OSIS) di MAN Insan Cendekia Kota Kendari, ia memiliki jabatan sebagai bendahara 1. Menjadi bendahara tentunya bukan hal yang mudah bagi saudari Zahra, ia juga sempat terkejut karena telah dipilih untuk mengemban tugas tersebut.

“Awalnya saya kaget kenapa saya dipilih untuk jadi bendahara 1, tapi pastinya ada alasan yang membuat saya dipercaya untuk memegang tanggung jawab tersebut”

Walau merasa terkejut dan tidak siap untuk memegang tanggung jawab tersebut namun dirinya harus melakukan tanggung jawabnya dan menjaga amanah yang telah diberikan.               Ternyata saudari Zahra dipilih melalui rapat musyawarah antara ketua OSIS, MPK dan MPO MAN Insan Cendekia Kota Kendari

“Saya dipilih oleh ketua osis dengan keterlibatan MPK dan MPO di sekolah saya, ketua osis yang sudah naik mengajukan nama-nama anggotanya mulai dari badan pengurus harian sampai anggota divisi-divisi nah nama saya ada di dalam list untuk menjadi bendahara dan ternyata semua yang ada di dalam rapat setuju dengan usulan itu”

Menjadi bendahara Zahra harus mengatur semua pengeluaran masuk dan pengeluaran yang keluar dan juga dana-dana apa saja yang diperlukan OSIS untuk mengadakan suatu program kerja.

“Di bulan-bulan pertama setelah terpilih ada program kerja yang cukup besar menurut saya yaitu Gestapu dan Santri Fest, disitu saya sangat kesusahan dan kebingungan untuk mengatur dana acara-acara tersebut namun saya berusaha bertanya dan belajar dari bendahara osis periode sebelum saya dan Alhamdulillah saya bisa melakukan tugas saya dengan baik waktu itu”

Pada awalnya Zahra merasa kebingungan tapi seiring berjalannya waktu ia semakin terbiasa dan enjoy menjalani tugasnya dan hal tersebut tidak menjadi beban lagi baginya.

“Jadi intinya apapun amanah dan tanggung jawab yang diberikan kepada diri kita laksanakan dengan baik dan semaksimal mungkin, jangan jadikan sebagai beban tapi jadikanlah hal tersebut sebagai pelajaran” ujarnya (Senin, 7 november 2022)

Penulis: Anisa Maharani Risty

Editor: Chalissa

Kekalahan Bukanlah Akhir Bagi Seorang Khalil

 

Karya ilmiah merupakan kegiatan menulis dengan menerapkan konvensi ilmiah. Penulisan karya ilmiah menggunakan logika berpikir dan gaya bahasa yang sistematis. Karya ilmiah dapat berbentuk laporan penelitian, artikel, makalah, dan buku referensi. Penulisan karya ilmiah harus dilakukan dengan menyertakan gagasan atau klaim penulis, fakta, data, pendapat ahli, hasil – hasil penelitian, teori teori yang relevan, penalaran, dan akumulatif.

Dan baru baru ini Pusat Prestasi Nasional menyelenggarakan Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI). OPSI merupakan ajang penelitian pada jenjang SMP dan SMA sederjat baik berupa karya tulis ataupun temuan (invention). OPSI diselenggarakan dengan tujuan untuk menumbuhkan karakter ilmiah serta mengembangkan kemerdekaan berpikir siswa untuk belajar meneliti.

Achmad Khalil Az-Dzakwan atau biasa dipanggil Khalil, merupakan salah satu peserta Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI). Khalil saat ini merupakan siswa kelas 11 SMA, dan bersekolah di MAN Insan Cendekia kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Dia mengikuti perlombaan ini pada tanggal 18 sampai dengan 22 September 2022.dengan penelitiannya yang berjudul “Partisipasi komunitas nelayan dalam pemahaman pola makan, asupan zat gizi dan status gizi guna mengentaskan kemiskinan dan malnutrisi bagi anak di pesisir pantai toronipa”, Setelah proposalnya diterima dan masuk kualifikasi. Khalil selanjutnya masuk ke tahap penelitian.

“Saya sendiri sebenarnya cukup pesimis terhadap proposal yang saya kirimkan, mengingat perlombaan ini setingkat nasional, pastinya banyak peserta peserta lain yang memiliki proposal yang lebih menarik daripada milik saya ini. Namun, alhamdulillah. Ternyata saya lulus tahap penyisihan dan lanjut melakukan penelitian. Memang, kita tidak boleh meremehkan diri kita sendiri, dan harus percaya diri. Karena semuanya tidak serumit dan sesusah ekspektasi kita”. Cakapnya saat diwawancarai setelah pulang sekolah.

Setelah melakukan penelitian, selanjutnya dilakukan seleksi untuk menentukan para finalis yang akan diwawancarai. Sayangnya, saudara kita ini gagal pada saat seleksi untuk menjadi finalis. Namun hal itu tidak membuat Khalil patah semangat, dia akan menjadikan itu sebagai pelajaran untuk OPSI tahun selanjutnya, sehingga dia bisa mempersiapkan dirinya menjadi lebih baik lagi.

“Tidak apa apa, perlombaan kemarin akan saya jadikan pelajaran untuk OPSI tahun selanjutnya. Sekarang karena saya sudah memiliki pengalaman mengikuti perlombaan tersebut, saya akan lebih mudah mempersiapkan diri untuk OPSI berikutnya. Saya tidak patah semangat, justru saya sangat bersemangat. Lebih baik gagal setelah mencoba, daripada gagal karena tidak mencoba sama sekali”. Ujarnya dengan senyum lebar diwajahnya.

Penulis: Nabil Hakim Alfikri

Editor: Chalissa

KISAH ABYAN PESERTA TERBAIK PADA AJANG MUSABAQAH TILAWATIL QURAN (MTQ)

 

(sumber: dokumentasi pribadi)

Tilawah adalah salah satu istilah yang digunakan dalam mempelajari ilmu Al-Quran. Secara umum, tilawah dikenal sebagai metode membaca ayat Al Quran dengan nada atau irama. Adapun tilawah secara istilah adalah membaca Al Qur'an dengan bacaan yang menampakkan huruf-hurufnya dan berhati-hati dalam melafadzkannya agar lebih mudah untuk memahani makna-makna yang terkandung di dalamnya.

Tidak banyak orang yang menguasai tilawah. Tapi salah satu murid Man Insan Cendekia dapat menguasai seni tilawah dengan sangat baik ia adalah Abyan Ridha Tahir. Menurut abyan tilawah adalah seni membaca Al-quran yang sangat di butuhkan. Banyak manfaat yang didapatkan abyan setelah mempelajari tilah seperti yang ia katakan “Tilawah merupakan suatu investasi. Karena tilawah sangat dibutuhkan di kalangaan masyarakat . seorang qori akan sangat di butuhkan pada acara-acara tertentu. Bukan cuman itu saja dengan menguasai ilmu tilawah banyak orang yang akan menaruh simpati bahkan hingga mmebuat kita dimenghormati”.

Tilawah merupakan seni yang sangat indah dalam hal cara membaca Al-Quran. Tetapi  tilawah bukanlah hal yang mudah untuk dikuasai. “Memang mempelajari tilawah itu tidak mudah, kita membutuhkan banyak kesabaran, namun tidak mudah bukan berarti kita tidak bisa gapai,semua bisa kita gapai jika kita bersungguh-sungguh . kita harus tetap semangat, karena tilawah itu seni yang sangat indah." Ujar Abyan (14/11/2022) di ruang kelas XI IPA 3.

Penulis: Muhammad Fadhil Ahnaf

Editor: Chalissa




PENGALAMAN AZWA YURIZKA, SISWA MAN IC KENDARI YANG BERHASIL LOLOS OSN INFORMATIKA TINGKAT PROVINSI

 

(sumber: dokumentasi pribadi)

Kendari – Beberapa siswa MAN IC Kota Kendari berhasil lolos pada ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat provinsi 2022. Salah satu siswa yang berhasil masuk ke tingkat provinsi merupakan peserta olimpiade pada bidang informatika.

Azwa Yurizka atau yang biasa dipanggil Awa di sekolahnya merupakan salah satu peserta didik MAN IC Kota Kendari yang masuk pada tim inti olimpiade informatika. Saat ini, ia telah memiliki beberapa pengalaman selama bergabung pada tim olimpiade informatika, salah satunya berhasil lolos OSN Informatika hingga ke tingkat provinsi.

“Alasan saya masuk olim Informatika, karena saya menyukai sesuatu yang berbau komputer sejak SD. Saat SMP dulu, saya sangat ingin masuk olim informatika, namun karena tidak ada olim informatika di SMP dulu, saya memutuskan untuk masuk ke olim matematika. Pada akhirnya saya bisa menjadi anak informatika pada saat masuk di IC.” Ungkapnya pada selasa, 1 November 2022. 

Orang tua Azwa Yurizka juga memberikan dukungan penuh agar Awa bisa masuk ke tim olimpiade MAN IC Kota Kendari bidang Informatika, dan mengembangkan prestasi serta impiannya tersebut. Di samping itu, Awa tinggal berasrama di MAN IC Kota Kendari dan harus mampu membagi waktu yang padat di asrama maupun di sekolahnya. Azwa Yurizka membagi waktu dengan dengan sebaik mungkin, untuk belajar di kelas, juga di asrama, terlebih saat hendak karantina mengikuti berbagai perlombaan nantinya.

Awalnya, Awa merasa hampir putus asa, karena sulit membagi waktu dan menyesuaikannya dengan baik. Akan tetapi, berkat dukungan dari keluarga maupun teman-temannya, ia berhasil melewati semuanya dan pantang menyerah. Di balik prestasi yang diraihnya, terdapat beribu dukungan dan support dari orang-orang di sekitarnya.

“Mungkin, tanpa dukungan dari mereka semua, saya tidak akan bisa meraih prestasi sejauh ini, karena di saat itu saya benar-benar membutuhkan dukungan” tutupnya.

Penulis: Andi Tenriani Awaliyah

Editor: Chalissa

Minggu, 13 November 2022

Mengenal Sosok Chalissa Maia Reyqa Siswa MAN IC KENDARI yang Mewakili Sultra Pada ajang KSM Tingkat Nasional Bidang Biologi

 

Delegasi MAN IC Kendari pada KSM tingkat provinsi tahun 2022


    Kompetisi Sains Madrasah (KSM) adalah ajang berkompetisi dalam bidang sains yang diadakan oleh kementerian Agama Republik Indonesia. Kementrian agama mengadakan kompetensi sains  dengan mengikutsertakan siswa-siswi madrasah di seluruh Indonesia. Mata pelajaran yang dilombakan yakni Biologi, Kimia, Fisika, Geografi dan Ekonomi untuk siswa siswi tingkat MA.

    Chalissa Maia Reyqa atau yang dikenal dengan Kei adalah salah  satu siswi MAN Insan Cendekia Kota Kendari yang lolos mewakili Provinsi Sulawesi Tenggara pada KSM Tingkat Nasional tahun 2022 yang digelar di Jakarta pada tanggal 10 s.d 14 Oktober 2022 setelah menjadi juara Satu pada KSM tingkat provinsi di bidang Biologi.

    Kei menekuni bidang Biologi sejak ia masih berada di bangku SMP  atau sekolah menengah pertama. Lomba yang pertama kali  ia ikuti adalah Biologi Seasons yang diadakan oleh FMIPA UHO saat ia masih kelas Tujuh SMP.

    Kei mengaku bahwa ia pernah juga  mengikuti olimpiade Fisika selama satu tahun  saat SMP namun karena ia merasa  tidak punya dasar matematika  yang cukup kuat untuk fisika dan  lebih mengerti banyak mengenai biologi maka dari itu ketika SMA  ia lebih memilih mengikuti Biologi dibanding fisika dan menurutnya Biologilah yang menjadi jalan terdekat untuk bisa mewujudkan cita-citanya yaitu menjadi seorang Dokter.

    Di balik kesuksesannya dalam bidang biologi, Kei mengaku termotivasi untuk ikut biologi hingga sejauh ini pada Kak Tami. Kak Tami adalah kakak kelas Kei sewaktu SMP  dan SMA yang selalu menjadi  support sistem  dan role model Kei. Kak Tami sangat berharap untuk bisa ikut OSN ketika SMA. Namun, karena ada beberapa faktor yang menghalangi Kak Tami untuk bisa ikut olimpiade sains tingkat nasional Kak Tami pernah berpesan kepada Kei “Keisya ( panggian Kak Tami untuk kei) karena saya tidak bisa capai OSN  padahal ini adalah impianku jadi kamu harus gantikan saya kamu harus bisa ikut ini OSN” ujar kak Tami. Kata kata itulah yang menjadi motivasi Kei untuk ikut olimpiade biologi hingga sejauh ini.

    Selain itu, Kei juga ingin membuktikan kepada orang-orang di sekitarnya bahwa dia bisa ikut KSM dengan baik sampai tingkat nasional tanpa mengganggu pelajarannya di kelas .

    Sejauh ini Kei sudah meraih banyak prestasi di bidang biologi mulai dari kompetisi SMART mendapatkan Gold Mendal, hingga mengikuti International Applied Biology Olympiad (IABO) yang diadakan di Bali dengan memperoleh Silver Mendal

    ketika diwawancarai Kei membagikan tips belajarnya yaitu ketika masuk kelas harus fokus pada kelas dan ketika karantina harus fokus pada karantina dan  Pelajari dan pahami konsep jangan menghafal”. Tuturnya Pada saat diwawancarai di kelas XI IPA 3 (17/10/2022).

Penulis: Amaliyah Gafar

Editor: Chalissa

Perjalanan Salah Satu Siswa MAN IC Kota Kendari hingga berhasil lolos OSN ke Tingkat Nasional

        

Zafira (kiri) bersama salah seorang teman olimpiadenya

        Kompetisi Sains Nasional (KSN), sekarang dikenal dengan sebutan Olimpiade Sains Nasional (OSN) adalah ajang kompetisi tahunan dalam bidang sains bagi para siswa SD, SMP, dan SMA serta yang sederajat di seluruh Indonesia. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional dibawah naungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (kemendikbudristek). Olimpiade ini rutin dilakukan tiap tahunnya dimaksudkan untuk mendorong semangat dan daya juang peserta didik, memfasilitasi bakat dan minat untuk mencapai prestasi terbaik peserta didik di bidang sains, dan juga ditujukan untuk melakukan penjaringan dan pembinaan kepada calon peserta Kompetisi Tingkat Internasional.

      Baru-baru ini salah satu siswa asal MAN IC Kendari berhasil lolos pada tingkat nasional dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) di bidang Kimia. Ia bernama Zafira Ramadina Nurulfida yang kerap disapa Zafira. Ia berasal dari kelas XI IPA 2 (Astrego).

Awalnya Zafira tidak minat pada olimpiade di bidang Kimia. Ia malah lebih tertarik pada olimpiade Informatika, tetapi ia malah diajak oleh Ibu Tini Kaimudin (guru Kimia) untuk mengikuti karantina di bidang Kimia yang dimana karantina tersebut diadakan untuk persiapan KSM 2021 yang dilaksanakan di MAN IC Kota Kendari pada tanggal 15 Agustus 2021. Sejak saat itu ia memilih untuk lebih mendalami Kimia dan tidak menyia-nyiakan kesempatan yang telah ia dapatkan. Ia juga senang dan bersyukur dikarenakan tidak semua orang bisa ikut serta dalam karantina tersebut.

Sebelum mengikuti OSN, dia telah mengikuti beberapa lomba yang salah satunya diadakan di UHO yaitu GIK (Gebyar Inovasi Kimia) ke-IX tahun 2022, ia berpartisipasi dalam LCTK (Lomba Cepat Tepat Kimia) dan Comic Sains (Competition of  Chemistry) part V 2022, ia berpartisipasi dalam KTK (Kompetisi Teori Kimia). Ia mengikuti lomba-lomba tersebut ketika ia duduk di kelas 10 dan pada saat mengikuti lomba-lomba tersebut ia mendapatkan inspirasi untuk lebih giat lagi dalam mendalami materi yang telah ia pelajari. Sekarang, ia mengikuti lomba untuk mewakili sekolah pada lomba KSM ia mendapatkan juara III pada tingkat provinsi & OSN ia berhasil lolos ke tingkat nasional.

Ada kalanya dia merasa lelah untuk ikut olimpiade dikarenakan kurangnya minat belajar Kimia dan dia juga mendengar banyak yang tidak menyukai anak olimpiade entah apa alasan mereka tidak menyukai anak olimpiade. Tetapi ia memilih untuk tetap bertahan akan keinginannya untuk mengikuti olimpiade. “Saya tidak ingin mengecewakan orang-orang yang telah mendukung saya”, ungkapnya.  Dibalik perjuangannya ada sosok yang selalu memotivasinya dalam belajar, sosok tersebut yaitu ada Dayanu Ikhsanuddin yang pernah menang OSN 2019, Pak Sandi Saputra yang selalu menyemangatinya dan juga teman-temanya pada saat karantina persiapan KSM 2021.

Penulis: Nazwa Auralia Pakaya

Editor: Chalissa




MENGENAL ALYA CIPTA SISWI MAN INSAN CENDEKIA KOTA KENDARI YANG GEMAR DENGAN PENELITIAN

 Kendari, 16 oktober 2022

(Sumber: dokumentasi pribadi)


Manusia sebagai makhluk yang berpikir dibekali rasa ingin tahu. Rasa ingin tahu inilah yang mendorong untuk mengenal, memahami dan menjelaskan hal yang bersifat ilmiah, sosial, dan budaya serta manusia berusaha untuk memecahkan masalah yang dihadapi. Nah maka dari itu banyak orang yang ingin memecahkan masalahnya salah satunya dengan cara meneliti yaitu dengan cara seseorang memperoleh fakta atau prinsip dengan cara mengumpulkan dan menganalisis data (informasi) yang jelas, teliti, sistematik dan dapat dipertanggung jawabkan. Salah satu siswi man ick yang tertarik dengan penelitian ini adalah Alya Febriana Cipta kelas XI IPA 2.

 Dia menggemari penelitian ini sejak duduk di bangku kelas 9 mts yang pada saat itu diadakan webinar mengenai penelitian riset dan ketika itu ia mendapatkan reward karna telah menjawab pertanyaan dari pemateri webinar tersebut, dari situlah awal mula ia tertarik dengan penelitian. Sekarang di MAN ICK  ia mendalami dunia penelitian dengan mengikuti bimbingan rutin tiap minggu 1-2 kali pertemun dengan kakak-kakak Rumah KIR melalui via zoom dan juga dibimbing oleh guru man ick dan ia  sekarang guru pembimbingannya langsung dengan kepala sekolah MAN Insan Cendekia Kendari.

Dia adalah salah satu anak yang tidak terlalu mendalami dunia akademik, “saya lebih memilih penelitian dibandingkan dengan olimpiade” ujarnya.  Menurutnya penelitian itu sangatlah menyenangkan karna penelitian bisa diterapkan secara langsung dikehidupan sehari-hari dan berdampak bagi kehidupan orang lain. “Dipenelitian kita tidak hanya menulis berbagai laporan tapi juga belajar tentang sabar, dan tekun melakukan sesuatu dan melakukan penelitian tidak hanya satu bidang tetapi bisa mendalami beragam bidang dan sesuai kemauan sendiri” alasan lain ia lebih memilih penelitian dibandingkan dengan olimpiade.

Cara dia mendalami ilmu penelitian selain dengan mengikuti bimbingan dengan Rumah KIR ia juga aktif mengikuti berbagai lomba. Lomba yang telah ia ikuti seperti; LKIR, MYRES, NYIA dan OPSI. Sekarang ia sementara mengikuti lomba OPSI yaitu menunggu hasil untuk tahap selanjutnya dengan mengankat judul Pembentukan Warna Sarang Burung Walet Dan Kandungan Yang Terkandung Pada Burung Sarang Walet.  Ia  melakukan penelitian di Rumah Burung Walet jl. Belimbing No 27, Kel. Anduonohu, Kc. poasisa, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Perasaan ia selama meneliti sangat seru walaupun dalam prosesnya menulis atau bahkan langsung praktek lapangan banyak kendala yang ia dapatkan tapi semua itu tidak menjatuhkan rasa cintanya terhadap penelitian ini. Pada saat  wawancara ia sempat memberikan saran  bagi orang lain yang tidak ingin melakukan suatu penelitian dengan alasan tidak tau menulis atau bahkan tidak berbakat dalam penelitian “ coba saja dulu, penelitian tidak butuh anak yang berbakat tapi penelitian itu memerlukan  orang yang mau mencoba dan mau tekun” ungkapnya di akhir wawancara.

 

Penulis : Rifqah Zaskiani

Editor: Chalissa


Indan Delilah Finalis MYRES MAN Insan Cendekia kota Kendari tahun 2022

 

Indan Delilah Adlani

Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) termasuk kegiatan ekstrakurikuler MAN Insan Cendekia kota Kendari.  Ekstrakurikuler ini merupakan organisasi yang sifatnya terbuka bagi para remaja yang ingin mengembangkan kreativitas, ilmu pengetahuan dalam menulis penelitian , dan teknologi pada masa kini maupun masa yang akan datang. Salah satu lomba KIR yang sering di lombakan setiap tahunnya adalah MYRES ( Madrasah Young Researchers Super Camp ) adalah sebuah lomba  karya tulis ilmiah siswa madrasah berbasis riset bagi siswa MTs dan MA.

Salah satu siswi MAN Insan Cendekia kota Kendari kerap mencuri perhatian public karena berhasil lolos dalam lomba Myres di tingkat Nasional pada jenjang Mts dan MA sederajat yang di selenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Tentu saja ini membuat pak guru dan siswa-siswi  MAN Insan Cendekia Kota Kendari bangga atas prestasi yang diraih siswi tersebut.

Indan Delilah Adlani atau yang sering disapa Indan adalah salah satu siswi di kelas XI IPS. Indan merupakan anak yang rajin dan pintar. Selain pintar dibidang academik dia juga berbakat di bidang nonacademik seperti pandai bernyanyi dan menari. Saat ini, dia tengah menekuni ekstrakurikuler KIR. Dia sendiri mulai tertarik untuk ikut ekskul KIR sejak kelas 10 dari awal di perkenalkannya KIR di Man Insan Cendekia kota Kendari melalui seminar KIR oleh kak Bayu dan teman-temannya.

Menurut Indan sendiri yang memotivasinya untuk ikut ekskul KIR karena ke depannya dia berpikir jika ikut KIR akan memiliki banyak manfaatnya untuk kuliah nantinya. Banyaknya inovasi dan dukungan dari orang tua serta teman-temannya juga memotivasinya ikut KIR . Selain banyak inovasi dari orang terdekatnya, ia juga sangat termotivasi oleh salah satu orang yaitu kakak pembimbing KIR dia selama online.

“ Kak Zahwa Devarrah, pembimbing KIR saya ketika online, dia yang memotivasi saya pada ekskul KIR ini,” ujar Indan siswi Man IC Kendari, 15 Oktober 2022.

Selain itu, ia juga mengungkapkan beberapa orang yang sangat berjasa dalam membantunya berkembang di ekskul KIR, seperti teman-teman KIR dan Guru pembimbing KIR di sekolah. Ia juga mengungkapkan beberapa kendala ketika online seperti ia masih takut dan ragu untuk bertanya langsung ke Kak Bayu karena masih awam jadi ia lebih banyak bertanya kepada  teman-teman KIR.

“ Ibu Yuni, pembimbing KIR saya ketika offline yang sangat berjasa dalam memantau proses pengerjaan proposal penelitian saya,” ujar Indan Man IC Kendari, 15 Oktober 2022.

Meskipun telah mengikuti bimbingan KIR setiap hari sabtu untuk mengerjakan penelitiannya namun ia juga tetap harus melakukan penelitian lapangan untuk mencari data-data mengenai penelitiannya melalui wawancara langsung. Ia mengungkapkan melakukan wawancara penelitian di sebuah tempat Disentra Meohai Kendari, semacam panti social untuk lansia berusia 60 tahun ke atas khususnya lansia yang tidak mempunyai keluarga dan mempunyai penyakit.

Selain mengikuti ekskul KIR, disamping itu ia juga mengikuti organisasi siswa intra sekolah (OSIS) di MAN Insan Cendekia kota Kendari. Menurutnya Osis itu kegiatan siswa yang posisinya setara dengan KIR yang sama-sama penting baginya untuk mengembangkan minat dan bakat disekolah tapi yang membedakan keduanya terdapat pada mekanisme organisasi. Ia mengungkapkan yang menarik dari ekskul KIR itu ketika melakukan penelitian dilapangan dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat sekitarnya.

“Kata guru saya KIR itu tidak harus pintar asalkan tekun dalam menyusun proposal ,” ujar Indan Man IC Kendari, 15 Oktober 2022.

Walaupun ia mengikuti 2 kegiatan di sekolah namun ia masih bisa mengatur dan membagi waktu antara keduanya. Ia mengungkapkan jika KIR dan OSIS dilakukan di waktu bersamaan ia akan mendahulukan KIR lalu menyempatkan di waktu luang untuk urusan osis.

 

Penulis: Nuraeni

Editor: Chalissa 



Wabah Cacar Air Melanda Man Insan Cendekia Kota Kendari, Begini Cerita King Salah Satu Korban Yang Telah Pulih Dari Cacar Air

King dan cacar air


Cacar air adalah penyakit infeksi virus pada kulit yang menyebabkan bentol-bentol berisi cairan (leting) pada seluruh tubuh dan wajah. Penyakit ini dapat menular ke orang yang belum pernah menderita cacar air atau yang belum pernah menerima vaksin cacar air. Penyebab utama cacar air adalah virus varicella zoster, yang dapat ditularkan dari penderita ke orang lain melalui berbagai cara, seperti bersin, batuk, atau berbagi makanan dan minuman dengan penderita. Cara lainnya adalah dengan menyentuh cairan dari luka penderita cacar air. Meskipun jarang, terdapat kemungkinan seseorang terinfeksi dengan menyentuh luka penderita Herpes zoster.

Wabar cacar air telah melandah dan menyebar disekolah Man Insan Cendekia kota kendari sejak agustus lalu, banyak korban kerena wabah cacar air ini bukan cuman siswa namun wabah ini juga memakan korban satu Pembina asrama putra, terhitung lebih dari 20 siswa telah terkena wabah cacar ini, sampai sekarang masih ada siswa yang harus dipulangkan karena harus melakukan pemulihan di rumah karena wabah cacar ini. Salah satu siswa yang telah pulih dari wabah cacar ini adalah King.

Moh. Dzaky Raihan Aushaf atau kerap disapa King ini adalah salah satu siswa Man Insan Cendekia kota kendari yang telah pulih dari wabah cacar air ini. Siswa yang duduk di kelas XI IPA 2 ini terkena cacar pada 19 september 2022 lalu, melalui penuturannya gejala awal yang ia rasakan saat terkena cacar adalah demam menggigil dan diarea jidat muncul bintik-bintik berair. Pria yang lahir diponorogo ini harus melakukan pemulihan dirumahnya selama 2 minggu lamanya, upaya yang dilakukan king dan orang tuanya yang membantu dirinya untuk pulih dari cacar air adalah dengan rutin mengkonsumsi obat dan rutin memberikan saleb pada tubuhnya yang terkenan cacar, king harus melakukan itu semua selama waktu pemulihan dirumahnya.

Saat ditanya mengenai kesulitan yang ia rasakan saat terkena cacar, pria yang sedang menggeluti dunia Kir ini menjawab “saat malam pertama saya dirumah, saya kesulitan untuk tidur, karena terdapat cacar dibelakang leher saya yang membuat saya kesulitan untuk tidur”. Selain itu king  juga mengatakan bahwa dirinya takut untuk berinteraksi dengan keluargannya karena jika ia banyak berinteraksi takutnya ia akan menularkan cacar pada keluargannya. Namun king juga mengatakan bahwa dirinya mendapatkan banyak semangat dan dukungan  dari keluarganya saat dirinya sakit. Kesulitan selanjutnya yang king rasakan  terjadi setelah ia pulih dan kembali bersekolah ia mengatakan “saya harus mengejar materi yang saya tinggalkan selama 2 minggu, dan saya juga harus kembali beraktifitas disekolah dengan jadwal yang padat”.

Mengakhiri wawancara yang kami lakukan, pria yang menggemari aikatsu ini memberikan pesan kepada siswa Man Insan Cendekia kota kendari terkait wabah cacar ini.

“Saran saya untuk siswa ick, kita harus menemukan kesadaran diri kita untuk lebih memperhatikan kebersihan diri dan lingkungan kita terutama diasrama, saya juga menyarankan untuk mengkonsusmsi vitamin agar imun kita tetap naik, banyak istrahat walaupun dengan jadwal yang begitu padat , kita sebagai siswa harus pintar-pintar mencuri waktu untuk istrahat, dan yang terakhir jangan lupa memakai masker agar penyakit kita tidak tertular keorang lain”.

Wabah cacar air yang terjadi di Man Insan Cendekia kota kendari ini mengunsur menurun jumlah penderitanya, beberapa siswa yang terkena cacar ini telah kembali kesekolah dan kembali beraktifitas seperti biasannya. Guru di Man insan cendekia kota kendari juga tak henti-hentinya untuk memberi himbauan pada siswa-siswi untuk selalu menjaga kebersihan dan juga kesehatan tubuh.

Penulis: Muh. Jefri D.

Editor: Chalissa

Resensi Lagu Pluto Projector By Rex Orange County

  Artis: Rex Orange County Dirilis: 2019 Album: Pony Genre: Alternatif/Indie Rsensi Lagu: Lagu ‘Pluto Projector’ milik Rex Orange ...